
...Tolong hargai Author sebagai penulis, dengan cara Like setiap BAb nya tidak perlu berkomentar jika tidak ingin. Tapi setidaknya jangan pernah lupa ngasih Like setelah membaca.....
.
...HAPPY READING ZIYENG....
Pagi hari.##
.
Di krajaan Zim Mer, kaisar Jing Hui tengah duduk di singgah sananya..
Mereka tengah membicarakan soal urusan istana, namun tak lama beberapa perajut masuk membawa kotak yang cukup besar..
''Salam yang Mulia kaisar.'' perajurit memberi hormat.
''Apa yang kalian bawa.?
''Kotak ini di kirim seseorang dan khusud untuk yang mulia.''
''cepat buka.''
Perajurit itu membuka kotak berwarna silver dengan perlahan, namun alangkah terkejutnya perajurit itu saat melihat isi di dalam kotak itu..
Braaakkk__
Kotak itu jatuh dan membuat semua orang yang berada di aula melotot tak percaya, saat melihat beberapa kepala tanpa tubuh menggelinding di depan mereka..
Kaisar Jing Hui berdiri dan melangkah. Ia memincingkan matanya dan begitu terkejut saat mengetahui kepala siapa itu..
''Kurang ajar!!! teriak Kaisar Jing Hui mengepalkan tangannya, saat ia tahu bawahannya mati di tangan musuhnya..
''Yang mulia ada surat.''
__ADS_1
sreek__
Kaisar Jing Hui merampas gulungan kertas itu dan membacanya. Saat membaca gulungan itu, matanya memerah menahan amarah ia pun meremas kertas itu dan membuangnya..
''Siapkan pasukan. Kita akan berperang!! ucap Kaisar Jing Hui yang membuat se isi aula riuh dengan titah sang raja..
.
Sementara di sisi lain.#
.
Moza terbangun dan mendapati sang suami tengah mengelus perutnya.
Yuan tersenyum ketika melihat istrinya terbangun..
Cup..
''Selamat pagi sayangg, apa kegiatanku menggangu tidur mu.?
''Yuann, bisakah aku ikutt dengan muu? tanya Moza dengan nada sendu, yang mana membuat hati Yuan sedikit tercubit..
''Berdoa lah kepada dewa, jika semua ini kita akan melewatinya dengan mudah.'' ucap Yuan yang tidak berhenti mengelus perut Moza yang buncit..
Ketika Yuan sedang mengobrol, mereka mendengar ketukan pintu dari Luar..
''Mohon ampun yang Mulia, Jendral dan yang lainnya sudah menunggu anda di aula pertemuan.'' teriak kasim di luar pintu.
''Baiklah, tunggu karna Zhen akan membersihkan badan.'' ucap Yuan langsung berdiri melangkah ke pemandian yang di ikuti Moza di belakangnya..
''Kau ingin mandi bersama.? tanya Yuan yang langsung di angguki oleh Moza dan melucuti satu persatu hanfunya..
Yuan diam membeku menatap Moza yang sudab telanjang dan masuk ke dalam air.. ''Ingat!! hanya mandi, karna aku tidak ada waktu untuk melakukan Itu. '' ucap Yuan yang mana membuat Moza kecewa..
Yuan masuk kepemandian dan menggosok badannya, sementara Moza menatap tubuh Yuan dengan tatapan lapar..
__ADS_1
Ting..
Moza mendapatkan ide cemerlang..
''Yuan apa kau perlu bantuan? tanya Moza bergeser mendekati Yuan..
''Boleh sayang tolong gosok punggungku.'' ucap Yuan tanpa rasa curiga..
Moza dengan seringai nakal terukir di bibirnya terus menggosok punggung Yuan..
''Apa ini terasa enak.?
''hmmm.'' Yuan sudah mulai terbuai oleh gerakan-gerakan yang Moza ciptakan..
''Sayanggg jangan menggosok sebelah sana.'' ucap Yuan dengan nada berat, karna Moza mengocok eh salah maksudnya menggosok junior di bawah sana..
''Aku hanya membersihkan nya..
''Sayaangg Ak_ akuu aahhh..
Yuan sudah tidak bisa menahan gejolak yang ada di dalam dirinya, sungguh Moza sangat lihai dalam memancing birahi Yuan walau Yuan sudah bilang Tidak. Namun bukan Moza namanya jika apa yang dia mau tidak di kabukan..
''Heh, kau pikir akan lepas dariku hah? tidak akan sebelum melakukan itu.!! ucap Moza dalam hati..
Yuan yang sudah tidak tahan akhirnya menarik Moza dalam dekapannya, mencumbu di setiap jenkal lekuk tubuhnya lama semakin lama air yang awalnya tenang kini bergoyang mengikuti irama yang Yuan dan Moza ciptakan..
Sedangkan di Aula pertemuan, semua orang tengah menopang dagu mereka masing masing. Menunggu jung jungan mereka datang..
.
.
...Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaa.....
...LIKE LIKE LIKE KOMEN AND VOTE...
__ADS_1