PERMAISURI UNTUK KAISAR

PERMAISURI UNTUK KAISAR
Jalan Jalan


__ADS_3


.


Pusat kota Zentian..#


Kaisar Yuan tidak bisa mengantar Moza jalan jalan, karna ada urusan mendadak di istana yang tidak bisa di tinggalkan olehnya..


Yuan mengutus Jingmi untuk menemani sang permaisuri sekaligus menjaganya, Moza sangat heran dengan keberadaan dayang Jingmi karna sepengetahuan nya ia tidak pernah melihat sebelumnya..


Tanpa pikir panjang, dan tidak mau tau. Moza tidak mempermasalahkan dari mana datangnya Jingmi yang terpenting adalah dia bisa keluar istana..


Moza sangat antusiasi saat sudah keluar istana, ia melihat ini dan memakan itu, Moza begitu lapar mata saat melihat pernak pernik yang berkilau terlebih makanan. Moza sangat menyukai cemilan di pinggir jalan..


Sedangkan Jingmi tak banyak bicara, ia hanya mengikuti jungjungannya dari belakang...


Para rakyat tidak menyadari jika di sekitar mereka ada seorang permaisuri ibu negri Yin ini, mereka terlihat santai dan nampak acuh, mengerjakan pekerjaan mereka masing masing..


.


.


''Jingmi, tempat apa itu.? tanya Moza menunjuk bangunan berlantai 3..


Jingmi melihat kemana telunjuk Moza mengarah.. ''Ah itu adalah Loanyang yang Mulia, tempat hiburan terbesar dan termewah di negri ini.'' jawab Jingmi yang mana membuat Moza berbinar mendengarnya..


Jingmi yang tau kemana sang permaisuri akan pergi, lantas berkata..


''Yang Mulia Permaisuri Jangan berharap akan masuk kesana, karna yang Mulia Kaisar pasti tidak akan menginjinkan kita masuk.!! tutur Jingmi..


''Haissshh jangan panggil aku permaisuri, apa kau tidak bisa melihat penampilan ku sudah tampan seperti ini.!! ujar Moza berdecak sebal, karna lagi dan lagi peringatannya tak di hiraukan oleh Jingmi..


''Ma_maaf yang Mulia.'' Jingmi menunduk..


''Sudah ayo kita pergi ke sana, kita akan bersenang senang.!!


Jingmi tak punya pilihan selain, selain mengikuti jungjungannya..


.


.


Setibanya Moza di depan bangunan yang bernama Loanyang, Moza langsung melangkah masuk di ikuti Jingmi di belakangnya. Semua mata tertuju padanya, ia menjadi pusat perhatian para pengunjung wanita..

__ADS_1


Kaum hawa sangat heboh melihat pria tampan yang sedang berjalan ke arah mereka..


Di saat Moza sedang melihat lihat, ia tak sengaja melihat arena bertarung yang sangat besar dan luas, Moza tersenyum saat merasa akan ada kesenangan untuknya..


''Ahhh aku ingin bertarung juga.'' gumamnya dalam hati.


Ketika Moza akan melangkah, ia melihat Jingmi yang berada di belakangnya dengan kepala menunduk..


''Jingmi berjalanlah di sampingku!! ucap Moza menarik tangan Jingmi..


''Saya merasa tidak pantas Perm___


''Ssstttt jangan berisik, ikut saja!!


.


Triinggg..


Triinggg..


Kedua pedang saling bertubrukan menahan dan menyerang lawannya masing masing, terlihat dua sosok gagah dan tampan sedang menguji kekuatan mereka..


Moza yang melihatnya sangat antusiasi, terlebih melihat para lelaki itu bertelanjang dada. Entah kenapa akhir akhir ini otaknya sangat mesum semenjak sering melakukan hal itu dengan Yuan..


DONG..


''Perhatian perhatian, silahkan siapa yang berani melawan tuan muda Chanyi.? ucap pria bertubuh gembul..


''Aku..'' ucap Moza melambaikan tangannya..


Jingmi yang melihat permaisurinya mengangkat tangan, matanya melotot sempurna.. ''Permaisuri apa yang anda lakukan, Kaisar pasti akan marah.?! bisik Jingmi dengan nada pelan..


''Kau jangan berisik, tunggulah disini.!! ucap Moza yang langsung menaiki arena pertandingan dengan senyum mengembang di wajahnya..


Moza langsung memilih pedang yang akan ia gunakan, sambil sesekali melirik lawannya..


Sreeengg__


Moza melepaskan pedang dari sarungnya, ia tengah bersiap siap mendengarkan aba aba dari pria gembul itu..


''Kalian siapp..??


Moza dan Chanyi mengangguk secara bersamaan..

__ADS_1


Satu..


Dua..


''Yang Mulia Kaisar tibaaa..'' teriak kasim membuat semua orang membeku dan menoleh secara bersamaan ke arah pintu masuk..


Traang__


Pedang yang Moza genggam terjatuh, ketika melihat Yuan menatapnya dengan tajam di ambang pintu..


Semua orang membungkuk ketika melihat Kaisar mereka berada disini. Sementara Yuan tak memperdulikan semua yang sedang membungkuk, ia hanya fokus terhadap sang istri yang sedang berada di tengah tengah arena..


Langkah Yuan begitu lebar, hingga beberapa detik saja sudah berada di depan Moza..


''Yu_yuan...


Aaahhhkk__


Yuan menjewer telinga Moza dan menyeretnya keluar dari tempat hiburan..


''Dasar permaisuri nakal.'' ucap Yuan di sela ia menyeret Moza keluar..


Disaat Moza di jewer keluar, Kaisar Xin masuk kedalam Loanyang dan berpapasan dengan Moza namun Kaisar Xin tak menyadarinya..


.


.


Di dalam kereta, Moza tengah cemberut karna di paksa pulang oleh Yuan..


"Menyebalkan.." gerutu Moza


Sementara Yuan tak perduli dengan gerutuan Moza, Ia sangat terkejut ketika Lue memberi tahunya jika sang istri masuk ke tempat hiburan. Untung saja ia sudah selesai dengan rapat mendadak ini dan langsung menyusul permaisurinya yang sedikit nakal dan pembangkang..


Bukan ia tak mengizinkan Moza berada di tempat hiburan, namun Yuan takut jika banyak pria yang mengagumi sang istri. Tapi kenyataannya malah terbalik, banyak para wanita yang mengagumi istrinya yang membuat Yuan berdecak sebal..


''Kau harus Zhèn beri hukuman.!! ucap Yuan yang mana membuat Moza berhenti menggerutu dan menoleh ke arah sang suami yang sudah tersenyum devil..


.


Jangan lupa tinggalkan jejak LIKE.KOMEN.VOTE..


Author lagi sakit.🤒. namun kasian kalian pada nungguin aku up..🥰

__ADS_1


__ADS_2