PERMAISURI UNTUK KAISAR

PERMAISURI UNTUK KAISAR
Pengakuan


__ADS_3

Setelah selesai sarapan, anggota istana melangkah ke aula pertemuan yang sudah di hadiri oleh pejabat istana maupun para mentri dan tetua..


Moza selalu berada di samping Yuan, namun hati Yuan sedang dilanda cemburu saat melihat Putri ke dua Chun Wei sedari tadi memerhatikan Moza tanpa berkedip...


Terlihat dari mata Putri Chun Wei bahwa dia sangat mengagumi Moza, Yuan pun menoleh ke arah samping di mana Moza sedang melangkah bersamanya..


''Cek,, Lihat wanitaku berdandan seperti seorang pria saja banyak yang menginginkan nya. Tunggulah selangkah lagi maka aku akan mengurung mu di kediamanku.!! tutur Yuan dalam hati..


''Apakah ada yang aneh dengan wajahku, sampai-sampai kau memandangiku dengan kerutan di wajahmu.? tanya Moza tanpa melihat Yuan..


''Ck,, Aku hanya sebal jika banyak orang yang memandangimu.!! jujur Yuan..


''Heh, kau cemburu.??


''Tentu saja aku cemburu, kau akan menjadi permaisuriku setelah aku naik tahta..


''Kita pastikan saja rencana kita berhasil, aku sudah tidak sabar untuk melihat orang-orang munafik itu terkejutttt.'' bisi Moza.


Yuan hanya tersenyum sambil melangkah ke aula pertemuan..


.



.


Para mentri dan pejabat begitu senang dan kagum, ketika melihat Kaisar mereka yang baru akan memimpin kekaisaran negri ini agar lebih maju..


Yuan pun memberi salam kepada semua orang yang berada di dalam aula, terutama para tetua yang hadir..

__ADS_1


Kaisar Wei pun membacakan dikrit pengunduran dirinya sebagai kaisar, dan di gantian oleh sang pewaris asli Yin Yuan..


Yang mana Kaisar mengira jika itu adalah orangnya..


Kaisar Wei pun turun dan melangkah, sedangkan Yuan perlahan naik ke atas tahta. ketika mereka saling berpaoasan, Kaisar Wei membisikan sesuatu yang membuat Yuan berhenti melangkah..


''Kau adalah bidak caturku, walau kau sekarang naik tahta namun jangan lupakan kau adalah orangku yang harus setia kepadamu..


Yuan tersenyum dan memberikan penghormatan untuk Kaisar Wei..


''Terima kasih paman, kau telah memudahkan diriku untuk naik tahta yang selama ini kau rebut dariku. ''Ucap Yuan yang mana membuat Kaisar Wei mengerutkan keningnya..


''Yang menjadi milikku adalah milikku, kau tidak akan bisa mengambil hak orang lain.'' ucapnya lagi, lalu melangkah ke atas tahta..


Kaisar Wei tertegun mendengar penuturan Yuan, dengan langkah bingung Kaisar Wei duduk di tempatnya.. Tak lama Kasim kepercayaannya membisikkan sesuatu, yang membuat Kaisar Wei memelototkan matanya lalu melirik Yuan..


Braaakkk__


Semua orang menoleh..


Yuan dan Moza tersenyum..


''Drama akan di mulaiiii'' ucap Moza dalam hati, sambil meminum teh dengan tenang..


Kaisar Wei melangkah di tengah Aula, lalu menunjuk sambil berteriak bahwa Yuan pembohong dan dia bukan sang pewaris yang sesungguhnya..


Tentu saja itu membuat seluruh tamu yang hadir riuh akan ucapan sang mantan kaisar..


''Apa maksud anda yang Mulia.'' ucap perdana mentri keuangan..

__ADS_1


''Dia yang sedang berada di atas tahta bukan sang pewaris.'' bentaknya. ''Dia adalah orang lain yang berpura-pura menjadi sang pewaris.''tambah nya lagi..


''Paman apa maksud mu.? Tanya Yuan pura- pura terkejut..


Kaisar Wei yang geram, lalu menyuruh kasim kesetiaannya untuk membawa orang suruhnya.. Tak lama Kasim beserta satu pemuda yang sedang tertunduk datang ke aula istana..


''Dia pewarisnya yang Mulia.'' kata sang kasim..


Kaisar menyeret lengan pemuda itu menuju ke tengah Aula..


''Lihatlah, dia adalah sang pewaris dan kaisar sesungguhnya. Orang yang sekarang duduk di atas tahta bukan Yin Yuan, dia adalah palsu.'' teriak Kaisar Wei tersenyum puas..


Yuan tersenyum santai, lalu turun dari tahtanya menghampiri Kaisar Wei dan pemuda yang sudah Moza gertak sewaktu di perjalanan..


''Apakah kau sang pewaris.? tanya Yuan lembut..


Pemuda itu mendongkakkan matanya dan menggeleng, lalu bersujud di depan semua orang, yang mana membuat Kaisar Wei semakin kesal..


''Mohon ampun yang mulia, hamba haya utusan dari kasim istana untuk perpura-pura menjadi sang pewaris yang tengah di asingkan di hutan..'' ucapnya yang mana membuat semua terkejut dan berbisik-bisik..


''Lancanggg kau memfitnah Zhèn.'' teriak Kaisar Wei yang sudah melepaskan pedang..


Sreeett..


Kepala pemuda itu terlepas dari tubuhnya..


Sementara Moza tersenyum senang ketika melihat drama di depannya sambil memakan kue bulan.. ''Ini lebih seru di bandingkan melihat di tv..'' gumam Moza..


.

__ADS_1


.


__ADS_2