
Ke' esokan paginya, para perajurit sudah bersiap pergi ke perbatasan mempertaruhkan hidup dan mati mereka hanya untuk mempertahankan Kerajaan dan tanah kelahiran mereka..
Mereka tengah mendengarkan komando dari sang jenderal dan yang lainnya..
Sedangkan Yuan berdiri dengan tenang di ruang ganti, menunggu para pelayan memasangkan baju besi di tubuhnya, namun tiba-tiba pintu terbuka dengan lebar bersamaan dengan masuknya Moza..
''Yuaann. Kenapa kau berpakaian seperti ini.?
''Kau sudah bangun sayang.'' Yuan tersenyum melihat Moza dengan perut membuncit..
Yuan pun melirik para pelayan untuk pergi meninggalkan dirinya dan Moza..
Moza langsung memeluk Yuan. ''Aku pikir kau tidak berangkat hari ini.''
Cup..
Yuan mengecup kening Moza dengan lembut. ''Jaga dirimu baik-baik aku akan pulang dengan selamat.''Ucap Yuan memper'erat pelukannya..
''Berjanjilah padaku bahwa kau akan, membawa kepala Kaisar tengik itu untuk ku.'' pinta Moza.
''Aku berjanji, akan membawa kepalanya untuk hadiah kepulangan ku.'' janji Yuan yang mana membuat Moza tersenyum gembira..
Seorang perajurit berteriak dari luar kediaman..
''Lapor yang Muliaaaa.'' teriaknya
''Masuklah
Perajurit itu membungkuk memberi hormat..
''Lapor yang mulia, Kaisar Jing Hui memimpin ribuan perajurit yang sudah tersebar di perbatasan. Sementara jenderal dan yang lainnya sudah berangkat dan mencegah mereka memasuki gerbang perbatasan.
Yuan diam mengangguk.
''Yang Mulia kita harus secepatnya pergi.'' ucap perajurit itu.
''Baik, kau bisa pergi.'' ucap Yuan dan langsung mengambil pedang yang sudah di siapkan..
''Yuann berhati-hati lah, kami akan menunggu kepulangan mu.'' Moza tersenyum dan mengecup bibir Yuan..
Yuan pun dengan gagah, keluar dari ruang ganti menuju perbatasan di mana semua orang sudah menunggunya..
__ADS_1
.
Sementara di perbatasan, Kaisar Jing Hui sudah siap dengan pasukannya dan menunggu Yuan datang..
Dua kubu mengibarkan bendera mereka masing-masing, dengan senjata yang sudah lengkap di tangan mereka..
''Kaisar bodoh itu ingin menantangku, dia belum tau siapa aku dan siapa kerjaanku. Hari ini aku akan menghabisi nya dan merebut kerajaannya Hahahahah.'' ucap Kaisar Jing Hui tawa meremehkan.
Tak berapa lama terdengar suara kaki kuda, Yuan datang dengan gagahnya para perajurit yang berbaris terbelah memberikan Yuan jalan untuk kedepan..
Yuan menatap ke depan dan menatap sinis Kaisar JingHui. dalam hati Yuan mereka akan habis hari ini juga, karna sudah berani mengganggu ketentraman kerjaannya..
Begitu pun Kaisar Jing Hui yang menatap sinis dan meremehkan ke arah Yuan..
Para perajurit Yuan bersuara secara bersamaan. LORD, LORD LORD, LORD. teriak perajurit Yuan yang mana membuat Jing Hui mengepalkan tangannya dengan sekuat tenang..
''Seraaannggg.'' teriak Jing Hui
Sedangkan Yuan belum memberi aba aba, atau pun bergerak dari posisinya. Tangan Yuan naik ke atas, jari telunjuknya bergerak kedepan membuat para perajurit mengerti dan mengeluarkan ber'ribu ribu anak panah..
''Lepaskan.''
Jleeeb
Jleeeb
Jleeeb
Jleeeb
Anak panah itu menancab dan membunuh pasukan Jing Hui, begitu pun sebaliknya..
Jing Hui terbang menggunakan tenaga dalamnya, menghampiri Yuan yang masih duduk di kudanya..
Yuan pun mengacungkan pedangnya dan terbang, yang mana membuat Jing Hui sedikit terkejut karna Kaisar yang menurutnya Bodoh itu bisa menggunakan kekuatan..
Kubu hitam dan putih saling beradu mempertahankan hidup mereka. Yuan dan Jing Hui saling berhadapan dan menatap sinis satu sama lain.
Namun netra mata Jing Hui melihat pedang yang di pegang Yuan, dalam hatinya bertanya. ''Bukankah itu pedang Kaisar langit.? mengapa berada di tangannya.''
Yuan yang sudah bosan di tatap seperti itu oleh musuhnya. ''Apa kau sudah puas menatapku.?
''Heh ternyata kau keturunan Kaisar laingit. namun kau belum tau jika aku juga keturunan Demon dunia bawah yang menguasai daratan tengah..
__ADS_1
''Aku tidak perduli, yang jelas hari ini aku harus membawa kepala mu untuk permaisuriku sebagai hadiah yang dia inginkan.'' ucap Yuan yang membuat Jing Hui menggeram marah, lalu berlari menyerang Yuan..
Sreeengg_
Sreeengg_
Kedua pedang itu saling berdenting. Ber'adu, menangkis, bertahan bahkan menyerang secara membabi buta..
Hiyyaaa__
Sreeng__
Keduanya terpental kebelakang karna sama sama menggunakan tenaga dalam untuk menyerang..
Mereka saling pandang dengan bengis lalu menyerang kembali..
Bughh_
Bughh_
Sreeengg_
Jleeeb_ pedang Yuan menusuk perut Jing Hui dan menekannya sekuat tenaga, namun Jing Hui menahannya..
Yuan menarik pedangnya lalu menendang dada bidang Jing Hui menggunakan kekuatannya,
Bughh_
Jing Hui terpental jauh hingga mulutnya memuntahkan darah begitu banyak..
Uhuk. Uhuk.
Ketika Jing Hui mencoba berdiri, Yuan mengeluarkan kekuatannya hingga petir bersuara menggelegar langit yang cerah langsung seperti malam. Membuat seluruh pasukan berhenti saling menyakiti dan melihat Yuan sedang mencekik Jing Hui di atas sana..
Yuan mencoba mengeluarkan kekuatan gelap yang ada di dalam jiwa Jing Hui..
Aaaaaahhh_
Jing Hui berteriak kesakitan ketika kekuatannya di ambil..
.
.
Sementara Moza tengah merencanakan sesuatu untuk keluar dari istana..
__ADS_1