
Moza dan Putra Mahkota Hanzu tengah masuk kedalam rumah makan dan ingin mengisi perut mereka..
Moza duduk dengan tenang, menunggu makanannya datang.. Ia sangat lapar karna telah mengeluarkan tenaga begitu banyak. Sedangkan Yue menatap sinis Moza sekaligus kagum, karna baru kali ini ia di kalahkan oleh pemuda yang baru dikenal..
''Hei kau, siapa nama mu.?
Moza menoleh dan berpikir sejenak, nama apa yang bagus untuknya.. ''Heii kenapa kau melamun kau tidak mempunyai nama.?!
''Yan Xun,, panggil aku Yan Xun..''
''Kau bermarga Yan.? tanya Pangeran Mahkota Hanzu, yang di angguki oleh Moza..
Ketika mereka makan dengan tenang, terdengar bisik bisik para pengunjung yang tengah membicarakan sosok perempuan yang membunuh Pangeran Lie Mo. dan gambaran nya pun sudah di sebarkan di seluruh kota kekaisaran HAN..
''Bukankah wanita itu bercadar.? bagaimana kita bisa mengenalinya.. '' ucap salah satu pengunjung..
''Biarkan saja, dia pantas mendapatkan nya.'' ucap yang satunya lagi..
''Tapi, siapapun yang bisa menangkap pembunuhnya Kaisar HAN akan menghadiahi satu peti emas.!!
''Sudan sudah, biarkan itu menjadi urusan istana. Kita sebagai rakyat tak bisa melakukan apapun.!
Begitulah bisik bisik pengunjung dan masih banyak lagi yang mereka bicarakan..
__ADS_1
Moza yang mendengarnya nampak acuh dan merasa puas dengan pekerjaannya, ia menoleh ke arah Pangeran Mahkota Hanzu yang nampak biasa saja mendengar sodaranya mati mengenaskan..
''Apa yang Mulia tidak mencari pembunuhnya.? tanya Moza.
Pangeran Mahkota Hanzu menoleh dan menggelengkan kepalanya. ''Untuk apa?? dia memang pantas mendapatkannya. Dia terlalu sombong untuk seorang anak selir.'' jawab Pangeran mahkota Hanzu..
Moza mengangkat bahunya lalu melanjutkan makan nya..
...........
Tak berapa lama, akhirnya mereka selesai makan dan pulang menuju ke arah istana untuk beristirahat.
Moza pun ikut rombongan Putra Mahkota dan menunggangi kuda salah satu perajurit, yang Pangeran berikan..
Pangen Mahkota Hanzu dan Moza serta Yue, akhirnya sampai di istana, mereka turun dari kuda dan masuk kedalam. Para pelayan membungkuk ketika berpapasan dengan mereka..
''Putraku kau dari mana saja.'' suara dingin dari arah samping membuat mereka diam sejenak, lalu memberi salam termasuk Moza..
Moza tersenyum sangat tipis ketika melihat Selir Mio, yang masih sedih atas kepergian putra satu satunya lalu menoleh ke arah Kaisar.
"Kaisar, aku orang yang kau cari! yang telah membunuh salah satu putra mu.! mengapa kau tidak menangkapku? hehehe aku lupa jika yang membunuh putramu adalah Moza bukan Yan xun.." gumam Moza dalam hati..
''Putra ini baru pulang berlatih ayah Kaisar.''
__ADS_1
''Baiklah, segera istirahat dan bersihkan badanmu..
''Baik ayahanda.'' jawab Pangeran Mahkota Hanzu mengangguk..
Moza melihat kepergian Kaisar dan selir Mio, entah mengapa Moza menatap lapar pada selir Mio dan bergumam dalam hati..
"Kau adalah selanjutnya Selir, walau pun kau tidak bersalah.! tapi karna kau tidak pernah mendidik anak mu dengan benar dan selalu menutupi kesalahan anakmu, maka kau harus aku beri pelajaran."
.
...........
.
Di benua lain, Kaisar Xin tidak menyerah dan tidak mengenal lelah untuk mencari permaisurinya yang kabur. Ia menyuruh prajurit khusus yang sangat handal untuk mencari keberadaan Moza..
Fang hanya bisa menunduk menyesal atas kecerobohan nya yang tidak bisa menjaga orang yang sangat berharga untuk junjungan nya..
Sedangkan orang yang di cari tengah melihat lihat kediaman yang di berikan Putra Mahkota Hanzu padanya, namun Moza tak terlalu memperdulikan semua ini, yang dia pedulikan hanya satu.! bagaimana ia melenyapkan selir Mio dari muka bumi ini, dan setelah itu ia akan pergi mencari sosok yang terus mengganggu dirinya..
.
...SEE YOU IN THE NEXT CHAPTER ZIYENG LIKE.KOMEN.VOTE JANGAN LUPA YAA FOLLOW....
__ADS_1