PERMAISURI UNTUK KAISAR

PERMAISURI UNTUK KAISAR
Belajar Etika II


__ADS_3

Ting.. Ting.. Ting.. Babak pertama.#


.


Mereka semua telah berkumpul di ruangan khusus untuk belajar tatak rama. Mama Zu menyuruh para dayang untuk mengambil dan mempersiapkan makanan..


Para pelayan pun telah menyajikan keperluannya, Mama Zu menyuruh Moza duduk dan makan dengan baik..


Moza yang di suruh makan, berjalan dengan senyum meremehkan. ''Heh kau pekiri aku tidak bisa makan dengan baik hah.?! ucap Moza sambil mengibaskan hanfunya..


Mama Zu yang melihat jungjungannya hanya memejamkan matanya, ia tak habis pikir dengan permaisuri Yin ini sangat bar bar..


Sedangkan Jingmi, yang sudah paham dengan kelakuan bar bar sang permaisuri hanya menahan senyumnya..


Moza mengambil sumpit dengan perhlahan yang membuat mama Zu tersenyum, namun senyuman itu luntur ketika melihat Mozq melempar sumpit itu kebelakang..


''Kau tau, makan dengan tangan itu lebih nikmat.'' ucap Moza yang langsung menyomot makanan, namun sebelum tangannya sampai..


Plaaakk__


Tangan Moza di pukul oleh Mama Zu..


Aaiiii__


Moza mengelus tangannya yang kena pukul..


''Yang Mulia, perhatikan tingkah anda jika sedang makan.'' ujar Mama Zu..


Plakk__


''Duduk menekuk bukan bersila layaknya preman.''

__ADS_1


Moza dengan mata malas, langsung mengganti posisi duduknya seperti yang di perintahkan Mama Zu..


Plakk__


Aaii_


''Punggung yang Mulia harus tegak. Plaakk__ plakk__


Moza sudah seperti patung dengan punggung tegak, dagu harus terangkat, yang mana membuat ia susah untuk melihat makanan..


''Kenapa aku udah kaya patung manekin yaa.'' gumam Moza dalam hati..


.


Ting.. Ting.. Ting.. Babak kedua.##


.


''Yang Mulia Permaisuri, anda harus tau cara membuat teh dan menyajikannya. seorang wanita kerajaan terutama permaisuri seperti anda, harus memiliki ketenangan layaknya sang dewi senja..


Plakk__


Lagi dan lagi Moza kena pukul di bagian bahu. ''Ya Tuhan, ingin sekali aku menelannya hidup-hidup.'' gumam Moza yang sudah tidak tahan..


Setelah selesai membuat teh, Moza pun menyeduhnya dan menungkan teh itu dengan anggun..


Moza mengambil cangkir teh itu dengan perlahan dan hati hati..


''Yang Mulia, seorang ratu yang berkuasa di istana belakang, jika sedang meminum teh tidak boleh bergerak atau pun bergetar. Apalagi harus tumpah..


moza menuruti apa kata Mama Zu, karna ia tak mau mengecewakan Yuan..

__ADS_1


Mama Zu tersenyum saat melihat Moza menurutinya..


.


Ting.. Ting.. Ting.. Babak ke tiga.##


.


''Yang Mulia ketika anda berjalan, mohon untuk melipat tangan anda dan bla bla bla. Mama Zu benar-benar membuat Moza kesal sekaligus bosan namun dia tidak bisa apa-apa..


Huuuuuaaaaa__


Moza menguap lebar, namun lagi dan lagi Moza di geplak oleh Mama Zu dengan kayu tipis dan runcing..


Kini Moza di suguhkan dengan benda benda menyulam, Moza yang menatap barang-barang itu dengan Horor..


''Yang Mulia anda harus belajar menyulam, karna menyulam adalah cayaha terbaik untuk wanita..


Moza di beri benang dan jarum, ia melihat barang yang ada di tangannya dengan kening mengerut. Seumur hidup Moza, baru kali ini ia memegang benda keramat ini..


Moza pun dengan susah payah memasukkan benang ke lubang, namun lagi dan lagi benang itu tidak mau masuk ke dalam lubang yang mana membuat Moza kesal setengah mati..


''Haiss aku tidak bisa.!! sentak Moza melempar jarum serta benang ke belakang. ''Apa perilaku ku seburuk itu hah?!! Mama Zu kau itu terlalu sopan! Bahkan jika aku buang angin pun pasti kau larang kan?!!


Moza merebahkan badannya karna pegal, seharian ini punggungnya harus tegak dengan benar.. ''Hais punggungkuuuuu_ hidup di jaman kuno memang membosankan. !!'' teriak Moza yang mana membuat semua orang mengkerut bingung dengan teriakan sang Ratu..


.


.


...Jangan Lupa tinggalkan jejaknya. Jika banyak yang Like nanti siang up lagi🤗 jangan Lupa kasih bunga atau kopi gitu biar Author semangat mikir😂😂...

__ADS_1


...LIKE.KOMEN.VOTE...


__ADS_2