
Semua orang tengah sibuk dengan acara pernikahan mendadak Kaisar mereka, para mentri pejabat dan seluruh rakyat di gegerkan oleh kabar itu. Yang mana membuat semua orang bingung sekaligus kocar kacir menyiapkan segala sesuatu yang di perlukan
Semua para pelayan, mau pun dayang tengah sibuk mempersiapkan dekorasi dan penyambutan calon permaisuri mereka.. Tak ada yang mengetahui siapa dan bagaimana rupa calon permaisuri, yang mereka ketahui jika calon permaisuri mereka berasal dari negri Xin..
.
.
Kini sosok yang mereka bicarakan, tengah duduk di hadapan cermin. Wajah cantiknya di rias sebegitu cantik dan natural, karna Moza meninta kepada perias untuk tidak memakaikan riasan tebal di wajahnya..
Para dayang yang melihat kecantikan Moza, merasa iri di dalam hati mereka.. Mereka berkhayal jika mereka ada di posisi Moza akan sangat begitu beruntung menikah dengan Kaisar yang begitu tampan..
Sedangkan Moza malah melamun dengan pikirannya sendiri, ia bingun dengan dirinya yang tak menolak sama sekali permintaan Yuan untuk menjadikan dirinya permaisuri..
Pikirannya meminta ia menolak, namun dari lubuk hati yang paling dalam Moza menginginkan pernikahan ini. Ia merasa dejavu dengan kondisi seperti ini, namun di dalam pikirannya Moza tidak pernah menikah dengan siapapun..
''Aaahhhhkkk sialan.!! teriak Moza yang mana membuat para dayang terkejut dengan teriakan calon permaisuri mereka..
Moza tersadar dan berdehem. "Khem,, lanjutkan.!! ucap Moza
Para dayang saling melirik dan melanjutkan pekerjaan mereka,, Setelah selesai merias wajah cantiknya, kini para dayang tengah memakaikan baju pengantin berwarna Merah..
''Salam nona Moza, anda harus segera pergi ke aula karna acara akan segera berlangsung.'' ucap sang Kasim yang baru saja masuk..
__ADS_1
Moza mengangguk dan melangkah keluar kediaman..
.
.
Sementara pengantin pria sudah berada di aula terbuka menunggu kedatangan calon pengantin wanitanya. rasanya tetap sama seperti dulu, jantungnya berdegup kencang ketika menunggu kedatangan orang yang ia cintai..
Yuan tak pernah menyangka jika cinta tulus untuk selirnya dulu, bisa mengantarkan dirinya ke masa sekarang..
Teriakan sang kasim menggema, dan mengumumkan kedatangan calon permaisuri mereka.. Yuan yang melihat Moza datang, Ia segera turun untuk menjemput Moza, mereka saling pandang dengan senyuman merkah di wajah mereka..
''Hamba memang cantik yang Mulia, apa yang mulia baru menyadarinya.?? jawab Moza menyunggingkan bibirnya.
Yuan terkekeh dengan jawaban yang Moza lontarkan, ia terus menggenggam erat tangan wanita cantik yang akan menjadi miliknya..
.
.
.
__ADS_1
.
Acara pernikahan berjalan lancar tanpa hambatan, setelah mereka melakukan beberapa riyual dan meminta doa restu kepada tetua maupun leluhur. Mereka pun sah menjadi suami istri sekaligus mengumumkan jika Moza adalah permaisuri negri Yin..
Sorak gembira terdengar di aula terbuka..
Para tamu yang hadir membawa serta kado mereka masing masing, untuk di berikan kepada pengantin sudah menumpuk di ujung ruangan..
Kaisar Yuan menyambut hangat para tamu, sementara Moza sudah di iring oleh para dayang ke kamar yang sudah di hias..
''Yang Mulia mohon anda tunggu disini, kami undur diri. '' ucap dayang membungkuk lalu meninggalkan Moza sendirian..
Sepeninggalan para dayang, Moza menjatuhkan dirinya di ranjang dan berguling-guling seperti anak kecil.. Ia sangat lelah untuk hari ini, tanpa terasa matanya terpenjam meraih mimpi indah...
.
.
Sedangkan seseorang tengah tersenyum bahagia, karna kakinya sudah menginjak daratan setelah perjalanan jauh..
''Aku datang permaisuriku..''
...SEE YOU IN THE NEXT CHAPTER ZIYENG LIKE.KOMEN.VOTE JANGAN LUPA YAA ...
__ADS_1