
Moza seharian ini berada di kediaman Naga, di temani mama Zu yang sedang mengajarinya menyulam walau Moza enggan namun ia tidak bisa menolak..
Sesekali mata Moza menatap sinis mama Zu, ingin sekali dia menelan nenek tua yang ada di hadapannya ini jika bukan orang kepercayaan Yuan untuk menjaganya..
Kelakuan Moza tak luput dari pandangan para pelayan, yang sedang menahan senyum mereka akibat melihat raut muka jung-jungannya yang sedang berkomat kamit tanpa suara..
Thak__
''Mama Zu aku sangat bosan seharian ini menyulam bersam mu.'' ucap Moza yang langsung menyingkirkan sulaman nya..
Mama Zu tersenyum. ''Baiklah, yang mulia ingin melakukan kegiatan apa.? tanya mama Zu..
Moza berdiri dengan mata berbinar. ''Aku ingin jalan-jalan mengitari istana ini.'' ucap Moza langsung pergi melangkah di ikuti oleh Jingmi dan mama Zu serta beberapa pelayan di belakangnya..
Cukup lama berkeliling, Moza melihat danau buatan yang di penuhi ikan hias milik Permaisuri terdahulu.
Ting__
Di atas kepala Moza terdapat lampu si ilham yang memberikan ide untuk menjahili mama Zu yang seharian ini mengurungnya..
Moza pun menoleh kebelakang menatap mama Zu dan Jingmi bergantian..
''Mama Zu kau bisa berenang? tanya Moza yang membuat mama Zu mendapatkan firasat yang tidak enak, namun tak ayal mama Zu langsung mengangguk sambil menelah ludahnya dengan susah payah..
''Hamba bisa yang mulia.'' jawabnya.
''Bagus-bagus jika kau bisa berenang, maka ikutlah dengan ku ayoo.'' ucap Moza berjalan penuh dengan semangat, sedangkan mama Zu berdoa dalam hati supaya permaisuri kekaisaran Yin ini tak menyusahkannya..
.
.
Namun harapan tinggal harapan, mama Zu menggerutu dalam hati saat tau bahwa ia di suruh menangkap ikan dengan tangan kosong..
Mama Zu dan beberapa pelayan sedang berjongkok menangkao ikan merah yang di inginkan oleh Moza..
Mama Zu ayo semangat di sebelah sanaaaa.'' teriak Moza dengan riang melihat mama Zu basah kuyup..
__ADS_1
''Rasakan. inilah akibatnya mengurungku seharian di kamar.'' ucap Moza dalam hati begitu senang melihat orang lain menderita..
Kheeemm___ Sedang apa kalian?
Suara dingin itu membuat semua orang menoleh dan langsung membungkuk memberi hormat..
''Salam yang Mulia Kaisar.''
''Hem.''
''Sayangggg.'' Moza berteriak memanggil sang suami..
Yuan yang di panggil menoleh, dan langsung melangkah menghampiri Moza yang sedang melambaikan tangan kepadanya..
Cup..
Yuan mengecup pucuk kepala Moza..
''Kali ini kau berbuat ulah apa lagi hemm.? ucap Yuan memincingkan satu matanya..
Hehehehe__ ''Anak kita yang berada di dalam perut, hanya menginginkan ikan-ikan itu untuk di bakar.'' jawab Moza yang membuat Yuan mengangguk dan tersenyum senang..
''Mama Zu silahkan lanjutkan.'' Titah Yuan yang mana membuat mama Zu mendengus sebal, ia lupa jika kaisarnya adalah spesies yang sama dengan permaisuri..
''Oh ya ampun mengapa nasibku sial seperti ini, oohh pinggangkuuu.'' ucap mama Zu dalam hati..
Malam harinya Moza memakan ikan hias itu dengan lahap, sampai-sampai tiga ekor habis hanya meyisahkan tulangnya saja..
Sementara mama Zu sedang terbaring di peraduan sambil meraung karna pinggangnya sangat sakit..
.
.
Tak terasa waktu begitu cepat, perut Moza yang awalnya datar kini sedikit membuncit. Hari-hari Moza di lewati dengan kesenangan karna sering nenjahili para pelayan dan mama Zu terutama Jingmi..
Hari ini Moza meminta Yuan untuk keluar israna, tak ada pengawal atau dayang yang mengikuti mereka. Karna bumil ingin menjadi rakyat jelata..
__ADS_1
Moza begitu senang meihat para pedagang yang berteriak memanggil pembeli, Moza membeli apa pun yang dia mau sampai sang istri yang sudah merasa lelah Moza pun meminta Yuan untuk masuk dan makan di restoran yang baru beberapa minggu baru buka..
Moza dan Yuan masuk kedalam dan memesan tempat yang berada di atas, membuat mereka bisa melihat aktifitas di bawah..
Tak berapa lama, sokok cantik masuk membawa pesanan Moza..
''Ini pesanan anda nyonya, tuan.'' ucapnya berbicara genit yang membuat Moza muakkk..
Yuan mengusirnya yang mana membuat pelayan itu sedikit kecewa..
Yuan mengerutkan keningnya, ketika melihat para pelayan yang sangat gesit dan lihai saat melayani pengunjung..
''Yuan apa kau merasakan apa yang aku rasakan?? tanya Moza yang di angguki Yuan..
''Mereka bukan dari negri kita.'' Ucap Moza, lagi dan lagi Yuan mengangguk..
''Musuh sudah bergerak, menyerang dengan halus kita harus berhati-hati.'' ucap Moza lagi..
Yuan memegang tangan Moza dan memintanya untuk berhati-hati kepada siapapun dan tidak perlu khawatir..
''Lue..
Streett__
Lue tiba-tiba datang entah dari mana asalnya..
''Hamba yang Mulia..
''Bawa para pelayan itu ketempat biasa.'' titah Yuan yang langsung di angguki Lue..
.
.
.
...Jangan lupa tinggalkan jejak yaaa...
__ADS_1
...Besok di lanjut lagi, jangan Lupa buat kasih dukungan buat author LIKE.KOMEN.VOTE DAN KIRIM BUNGA SAMA KEBONNYA SEKALIAN...