PERMAISURI UNTUK KAISAR

PERMAISURI UNTUK KAISAR
Sampai


__ADS_3

Sebuah rumor yang sudah di sampaikan di telinga seseorang, pasti akan sampai ke telinga yang lainnya.. Rumor itu pun sudah sampai di telinga Kaisar Wei yang mana membuat para mentri dan para pejabat riweh akan rumor itu.


Kini mereka semua tengah berkumpul di aula istana, mereka ingin menanyakan kabar rumor yang tersebar..


''Ampun yang Mulia, bagaimana tanggapan anda tentang rumor itu.? tanya perdana mentri. ''Apakah benar pewaris Yin di asingkan di hutan.?? tambahnya lagi


''Mohon ampun yang mulia, bagaimana bisa sang pewaris di asingkan di hutang Terlarang di negri Yin ini, bukankah anda mengumumkan jika sang pewaris sedang menuntut ilmu di perguruan Long Wu di negri sebrang.?? tanya mentri keuangan..


Semua orang mengangguk dan berbisik bisik, mereka semua masih berpihak kepada Kaisar mereka terdahulu. mereka mengikuti aturan Kaisar Wei hanya untuk sementara..


Kaisar Wei yang berada di tahtanya merasa pening secara tiba tiba, bagaimana rumor itu tersebar. Dan bagaimana bisa mereka mengetahui jika sang pewaris ia asingkan di hutan terlarang selama bertahun tahun..


Apa yang ia harus jawab kepada para mentri dan rakyat.?!


Ketika Kaisar Wei sedang dilanda kebingungan, suara kasim menggema di aula yang mana membuat semua orang diam..


''Permaisuri Yuchen Du menghadap yang Mulia.'' teriak kasim..


Permaisuri Yuchen masuk dengan anggun, berjalan menghampiri Kaisar. ''Salam Yang Mulia Kaisar.''


''Hmm,, ada apa permaisuri datang kepertemuan ini.? tanya Kaisar.


''Mohon ampun yang mulia, namun hamba membawa kabar jika rumor itu semua bohong.'' ucap Permaisuri Yuchen dengan tegas, yang mana membuat semua orang bingung termasuk Kaisar Wei..


''Apa maksud perkataan permaisuri.? tanya mentri daerah..


''Rumor itu tentu saja bohong perdana mentri Ze, Kaisar dan saya tidak mungkin mengasingkan sang pewaris ke hutan terlarang..'' Ujar Permaisuri Yuchen..


''Apakah itu benar yang Mulia.? tanya mereka seremoak dan riuh..


Kaisar Wei menatap permaisurinya yang sedang mengangguk..


''Tentu saja.'' ucap tegas Kaisar Wei..


.


.


.


.


Disisi lain, Moza dan Yuan sudah berada di desa Baishuitai, mereka hanya perlu melewati satu desa dan ladang gandum yang begitu luas untuk sampai di kota Zentian..


''Ouyy oyyy pantatatku.'' teriak Moza sambil menggerakkan badannya..

__ADS_1


Krekk.


Krekk..


Tulang tulang Moza bersuara, pertanda ia sudah lelah seharian berkuda..


''Apa kau lelah Moza.? tanya Yuan.


Moza mengangguk.''Ya aku lelah sekali...


''Jika kau lelah, bagaimana jika kita takaran kuda ini dengan kereta kuda. Lagian sebentar lagi kita sampai di kota Zentian.?


Moza diam sejenak. ''Baiklah terserah padamu.'' jawab Moza yang langsung beranjak pergi kedalam rumah makan..


Yuan tersenyum melihat tingkah Moza, dan menghampiri seseorang untuk bernegosiasi agar mau mengantarkan dia dan Moza ke kota Zentian. Setelah sepakat Yuan pun menyusul Moza kedalam rumah makan..


''Apa kau sudah memesan makanan.? Yuan langsung duduk di depan Moza.


Moza menganggu. ''Ya sebentar lagi makanannya datang..''


Orang orang menatap Yuan dengan tatapan menvemooh karma warna kulit dia Coklat matang, berbeda dengan mereka yang putih mulus..


Yuan tak memperdulikan tatapan meremehkan semua orang..


.


''Benarkah itu.??


''Ya,, rumor itu sudah tersebar di seluruh kota.!


''Bukankah yang aku dengar Kaisar Wei mengirimnya ke perguruan tinggi.?


''Ya betul.


''Kabar itu belum pasti, yang aku dengar para mentri dan pejabat istana ingin sang pewaris segera naik tahta.! namun sang Kaisar menolak dan beralasan bahwa sang pewaris masih kecil untuk memimpin negara..


Para lelaki itu terdiam saat mendengar penuturan temannya yang sedang menjelaskan..


''Benatkah itu.??


''Dan yang aku dengar, para mentri dan pejabat memberikan waktu satu minggu kepada Kaisar Wei dan permaisuri untuk menjemput sang pewaris di perguruannya..


Begitulah bisik bisik pria yang sedang membicarakan sang pewaris.. Moza yang penasaran bertanya kepada yuan, namun Yuan malah menggidikkan bahunya tanda tidak tau..


Setelah selesai makan, Moza dan Yuan naik ke dalam kereta, mereka akan melanjutkan perjalanan mereka walau hari sudah senja..

__ADS_1


.


.


Saat ini Yuan dan Moza duduk bersampingan di dalam kereta kuda, mata Moza sudah di ambang wat. Ia ngatur mengantuk dan ingin tidur..


''Apa kau mengantuk.??


Moza menoleh ke arah yuan dan mengangguk..


Puk..


Puk..


Yuan menepuk bahunya agar Moza mau bersender, Moza diam menatap wajah Yuan yang berwarna Coklat seluruh tubuh. ''Ahh baiklah, aku sudah sangat mengantuk.'' tutur Moza yang langsung menyenderkan kepalanya..


Tak ada rasa jijik di dalam hati Moza ketika berdekatan dengan Yuan, begitu pun yuan yang sangat bahagia ketika bisa berdekatan dengan orang yang ia cintai..


Kereta kuda pun melaju dengan sedang, menuju kota Zentian..


.


.


Moza terlelap tidur di pelukan Yuan yang hangat dan nyaman, namun kenyamanan itu terganggu ketika kereta kuda itu berhenti yang mana membuat Moza dan Yuan terbangun dari tidurnya..


''Kau..'' ucap Moza yang kaget ketika ia sedang memeluk Yuan. ''Maafkan aku.'' tambahnya lagi..


''Tidak apa-apa. ''


''Tuan nyonya kita sudah siap di kota Zentian.' ucap sang kusir memberi tahu..


''Ayo, kita sudah sampai..'' Ujar Yuan yang keluar dari kereta kuda di ikuti oleh Moza..


Wow,, Moza begitu kaget ketika melihat penampakan kota Zentian yang sangat mewah dan ramai.. Lampu lampu menghiasi setiap jalan, tak lupa Para pedagang yang begitu ramah..


''Ayo kita cari penginapan..'' Ujar Yuan yang di angguki Moza..


.


.


.


...SEE YOU IN THE NEXT CHAPTER ZIYENG LIKE.KOMEN.VOTE JANGAN LUPA YAA....

__ADS_1


__ADS_2