PERMAISURI UNTUK KAISAR

PERMAISURI UNTUK KAISAR
Perjamuan teh


__ADS_3


.


Tiba di Aula kota berdekatan dengan danau buatan, dimana tempat para bangsawan selalu berkumpul satu minggu sekali untuk berbincang.. Namun Moza sudah mengetahui jika itu hanya topeng untuk memamerkan kekayaan mereka masing-masing dan mempermalukan yang lemah..


Sebelum keluar dari kereta Moza menguap lebar, jika bukan istri Jenderal Chen yang mengundangnya secara pribadi mana mungkin Moza mau..


Jingmi membuka pintu kereta, ia tersenyum melihat jungjungannya sudah sangat cantik walau tata riasannya sangat sederhana..


''Yang Mulia kita sudah sampai.'' ucap Jingmi.


''Hah? oh ayo kita melakukan drama yang panjang ini. '' ucap Moza menggerakkan tangan ke pipi dan memijit mijit sedikit lalu Moza tersenyum..


''Mmm, apa senyumanku sudah sempurna.? tanya Moza namun Jingmi malah terkekeh melihat kelakuan permaisurinya..


''Yang Mulia, jika kau tersenyum seperti itu terkesan menyeramkan.'' jawab Jingmi keceplosan lalu berlutut meninta maaf. ''Maaf atas kelancangan hamba yang mulia, hamba pantas mati.'' ucapnya bubu buru.


''Eshhh sudah lah, ayo kita masuk kedalam dan bertemu dengan para dedemit.'' ucap Moza keluar dari kereta.


Moza melangkah masuk, sedikit tertegun melihat pemandangan bangunan ini begitu nyaman..



.


''Tidak Buruk.'' gumam Moza mengikuti kasim yang mengantarnya..

__ADS_1


Dari arah Moza sudah dapat melihat banyak para bangsawan dan nona muda hadir di perjamuan ini, dengan riasan tebal apa lagi riasan kepala yang sebesar eeerrrrr Moza tidak bisa mengungkapkan dengan kata kata..


.


''Yang Mulia Permaisuri telah tibaaa.'' teriak kasim yang mana membuat semua orang berdiri dan melihat permaisuri negri Yin ini..


''Salam Yang Mulia Permaisuri'' ucap mereka membungkuk memberi hormat secara bersamaan..


Moza mengangguk, lalu melangkah pergi ke tempat duduk yang sudah di sediakan untuknya. Tentunya tempat duduk Moza lebih tinggi di bandingkan mereka semua karna ia adalah seorang permaisuri..


''Aaahhh aku suka posisi ini..'' gumam Moza yang baru saja duduk dan menatap mereka semua dari kursinya...


''Oooouuuhh lihaaaattt para penjilat sudah tersenyum hangatttt.'' ucap Moza dalam hati, dengan senyuman lebar di wajahnya..


Moza pun menyuruh untuk menuangkan teh kepada para pelayan, semua orang nampak berbincang hangat tanpa ada canggung. Sesekali ada yang saling menyindir satu sama lain..


Praaanggg___


Aaaahhhkkk__


Salah satu pelayan menjatuhkan nampan berisi makanan, ke arah nyonya kediaman Du..


''Dasar pelayan rendaha!! apa kau tidak bisa bekerja dengan baik? Lihatlah baju mahalku jadi rusak!! teriaknya sambil membentak..


''Maafkan hamba Nyonya, hamba benar benar tidak sengaja.'' ucapnya sambil berlutut..


Dugh__

__ADS_1


Nyonya Du menendang pelayan itu, yang mana membuat Moza teringat dengan Xiomei nya dulu...


Nyonya Du melangkah menghampiri Moza, lalu memberi hormat.. ''Yang Mulia Permaisuri hamba meminta keadilan.'' ucap Nyonya Du, yang mana membuat Moza mengerutkan keningnya namun tangan Moza mengepal kuat di dalam pakaiannya..


Yang Mulia hamba meminta keadilan..


Yang Mulia hamba meminta keadilan..


Yang Mulia hamba meminta keadilan..


Kata kata itu terus terngiang di kepala Moza, ia teringat dengan ucapan selir Chu yang sekarang sudah menjadi si buruk rupa.. Gara gara selir Chu, Xiomei pergi meninggalkan dirinya..


Moza mentap tajam Nyonya Du, tak ada lagi senyuman di wajahnya. Yang ada di dalam pikirannya saat ini adalah mencabik Nyonya Du, namun ia urungkan karna banyak orang yang melihatnya..


''Nyonya Du, apa anda tidak punya lagi pakaian di kediaman anda? sehingga mempermasalahkan hal sepele? ucap Moza yang sudah menahan emosinya..


''Tapi Yang Muli___


''Nyonya Du, anda bisa pulang dan mengganti bajumu'' ucap Moza yang mana membuat Nyonya Du marah di dalam hatinya..


''****** ini sungguh berani.!! ucapnya dalam hati..


.


.


.

__ADS_1


Jangan Lupa tinggalkan jejak..


__ADS_2