
Setelah melakukan adegan tak senonoh, Yuan tertidur karna lelah sedangkan Moza masih tersadar dan sedang menatap Yuan dengan intens..
''Kau tau, tidak ada pria yang lebih tampan dimataku selain dirimu. Maaf selama ini membuat mu selalu kesal dan marah karna aku selalu menatap pria lain, sungguh aku hanya sedang menguji dirimu dan membuat pelajaran untukmu karna di masa lalu kau banyak sekali mempunyai selir. Walau sebenarnya wanita itu bukan diriku, mungkin nenek moyang ku atau entah lah yang jelas aku sudah memberikan pelajaran untuk mu.'' ucap Moza sambil membelai pipi Yuan dengan Lembut
Setelah puas mengutarakan isi hatinya. Moza turun dari peraduan dan melangkah untuk membersihkan badannya..
.
_____
Hari berikutnya.#
Semua pelayan mau pun dayang sedang mencari kedua pangeran yang tiba-tiba saja menghilang dari bilik nya..
Pangerann__
Pangerann__
Sedangkan yang di cari tengah bersembunyi di balik semak, dan celingak celinguk melihat sekitar..
''Kakak kau membuat aku selalu dalam masalah.'' ketus Ham Mo dengan wajah datarnya.
''Heheh Adik jangan banyak protes, kau harus menemani ku keluar istana.'' ucap Han Yi sambil melihat sekitar
Sungguh sifat Han Yi di turunkan langsung oleh Moza, Sampai-sampai semua kebiasaan Moza sama persis seperti ibu kekaisaran Yin ini..
''Jika kakak ingin keluar, kekuarlah sendiri jangan menyeretku.'' lagi dan lagi Han Mo berbicara dengan nada ketus..
''Kau akan membantah kakak mu?!! sentak Han Yi melotot ke arah Han Mo, yang mana membuat Han Mo menghela nafasnya dan mau tak mau mengikuti apa yang di inginkan sang Kakak.
Walau sifat Han Mo dingin, namun dia sama sekali tidak pernah membantah perkataan sang Kakak atau ibundanya apa lagi ayah Kaisar. Han Mo akan patuh kepada orang terdekatnya saja..
''Sepertinya aman. Ayo.'' ajak Han Yi keluar dari persembunyian, namun saat mereka baru saja berdiri. Mereka berdua terkejut melihat ibunda mereka sudah ada di depan mereka yang sudah bercakak pinggang..
''Mau kemana kalian?
'Ibunda.'' ucap kedua pangeran itu secara bersamaan..
Moza memandang kedua anaknya secara bergantian, raut muka Moza meminta penjelasan kemana anak anaknya akan pergi..
Han Mo menepis pelanggan tangannya. ''Bukankah aku sudah bilang, jika kakak ingin keluar dari istana jangan mangajakku.!! ketus Han Mo dan menoleh ke arah ibundanya memberikan salam..
''Salam ibunda, semoga anda diberikan umur yang panjang.'' ucap Han Mo yang di angguki Moza..
Sedangkan Han Yi sedang berkomat kamit tanpa suara, melihat sang adik yang terlalu jujur..
''Ibunda pangeran ini undur diri, untuk pergi ke aula baca.'' ucap Han Mo melangkah pergi meninggalkan Han Yi dan Moza yang sedang terbengong dengan sikap dingin dan kaku Han Mo..
__ADS_1
''Ibunda, mengapa dia sangat kaku sekali seperti kanebo.? protes Han Yi.
''Kanebo? apa kau tau apa itu kanebo? tanya Moza dengan kening mengkerut..
Han Yi menggeleng. ''Tidak, namun aku sering mendengar ibunda selalu mengatakan Kanebo jika sedang kesal dengan ayahhanda.'' jawab Han Mo
''Haiiiss dasar kau tukang menguping.!! ucap Moza mendelik melihat sang anak, namun Moza merangkul Han Yi seperti teman lalu tersenyum dengan alis naik turun...
''Apakah tadi kau ingin keluar istana?'' tanya Moza yang di angguki oleh Han Yi
''Hem..
''Baiklah, ayok kita keluar istana denganku.'' ucap Moza membawa sang anak untuk keluar istana..
''Ibundaaa kau yang terbaik.'' Puji Han Yi menaikkan dua jempolnya..
.
_____
.
Sementara Han Mo menemui sang ayah yang berada di aula Baca..
.
pintu terbuka bersamaan masuknya Han Mo..
''Salam ayahanda.''
Yuan menoleh dan tersenyum melihat anak bungsunya..
''Kemarilah nak.''
''Baik ayah.''
Han Mo duduk di samping Yuan dengan sopan, dan mengambil satu buku yang sudah ayahnya baca..
Yuan melihat kanan kiri seperti mencari seseorang. 'Dimana kakak mu.? tanya Yuan yang mana membuat Han Mo menghela nafasnya..
''Kakak bersama ibu, mereka sedang membuat ulah bersama.' jawab Han Mo tanpa mengalihkan pandangannya dari arah buku..
Haaaaa__
Yuan membuang nafas saat membayangkan apa saja yang akan di lakukan anak dan ibu, yang gemar suka membuat ulah..
__ADS_1
Namun tiba-tiba teriakkan sang kasim membuat Yuan dan Han Mo menoleh secara bersamaan..
Yang Muliaaa__
Yang Muliaaaa_
Hos.
Hos.
Hos.
Yang Mulia_
''Kasim ada apa dengan mu.? tanya Yuan
''Yang Mulia, per_ permaisuri jatuh pingsan tak sadarkan diri.' ucap Kasim membuat Yuan dan Han Mo berdiri dan langsung berlari..
Sementara di kediaman Naga, Moza sedang di periksa oleh Tabib. Disana Han Yi begitu khawatir melihat sang ibu tak sadarkan diri..
Tak berapa lama para pelayan membungkuk saat melihat Kaisar dan pangeran datang. Kasim akan mengumumkan kedatangan Kaisar namun Han Mo menghentikannya dengan jari telunjuknya..
''Permaisuri ku..'' Yuan duduk di sebelah Moza dan menatap dingin tabib..
''Ada apa dengan istriku tabib.?
Tabib istana menaruh alat-alatnya dan tersenyum. ''Yang Mulia Permaisuri baik-baik saja yang Mulia. dan selamat, Permaisuri sedang mengandung anak ketiga.'' ucap tabib istana membuat semua orang diam..
Hening___
''Apaaaa.'' teriak mereka secara bersamaan..
Han Yi dan Han Mo berpelukan saat mendengar bahwa mereka akan memiliki adik, lalu duduk di sisi sang ibu..
Yuan jangan di tanya, dia sungguh bahagia dengan kabar kehamilan istrinya..
''Kabarkan kehamilan ini, dan bagikan kain terbaik untuk rakyat.'' titah Yuan yang di angguki semua orang..
.
.
...Begitulah keseharian Moza dan keluarga kecilnya. begitu bahagia tanpa ada orang ketika dalam rumah tangga mereka....
...Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, Author berterima kasih karna kalian menyempatkan untuk membaca dan mendukung karya Author yang tidak seberapa ini.....
...Jangan sedih, Author pasti memberikan extra part untuk kalian. Salam sayang dari Author untuk para reader.❤❤...
__ADS_1