
...🐉Happy reading ziyeng 🐉...
Beberapa tahun kemudian.#
.
''Putri Han Selia telah tibaaa.'' teriak kasim yang mana membuat Moza tersedak teh yang dia minum..
Uhuk.. Uhuk..
''Oh yaa ampunn, lama kelamaan aku bisa mati jantungan gara-gara mendengar kasim itu berteriak kencang.!! ucap Moza dalam hati dan menatap kasim itu dingin..
''Salam ibunda permaisuri.'' Putri Han Selia membungkuk memberi salam.
Moza tersenyum dan mengangguk kan kepalanya. ''Sayang kau kesini, mendekatlah.'' ucap Moza menepuk kursi di sebelahnya..
Putri Han Selia tersenyum dan langsung duduk di sisi Moza dengan tenang..
''Apa yang kau lakukan seharian ini sayang? tanya Moza mengelus kepala Putri kesayangan nya itu.
''Mmmm_ Putri ini tidak melakukan apapun ibu, hanya kabur dari dua orang yang menyebalkan.'' ucap Putri Han Selia dengan cemberut. ''Membosankan.'' tambahnya lagi.
Moza tersenyum dan menggendong Putri Han Selia yang masih ber'umur 5 tahun ke atas pangkuan nya..
''Sepertinya Putri kesayangan semua rakyat ini sedang kesal?
Han Selia menatap Moza. ''Kau tau ibunda, aku itu bosan dengan kedua Gege ku yang selalu menjagaku seperti pencuri yang setiap waktu harus di lihat gerak gerik nya.'' ucap Han Selia mengeluarkan unek-unek nya..
Cup..
Moza mencium pipi gembil anaknya dengan gemas. ''Kau tau mengapa para Gege mu seperti itu.? tanya Moza yang mendapatkan gelengan dari Han Selia sebagai jawaban..
''Itu karna para Gege mu saaaangattttt mencintai mu, dan tidak mau terjadi sesuatu kepadamu.'' ucap Moza membuat anak berusia 5 tahun itu menghela nafasnya..
''Baiklah.'' jawabnya yang mana membuat Moza gemas sendiri dan mencubit hidungnyq yang mancung..
''Apa yang sedang anak ibu ini rencanakan untuk para Gege nya.? tanya Moza membuat Han Selia tersenyum dan membisikan sesuatu..
Moza yang mendengarkan keinginan anaknya hanya tersenyum.. ''Baiklah ibunda mu ini akan berbicara dengan mereka.'' ucap Moza.
Ketika mereka sedang berbicara, Jingmi yang masih setia menemani Moza sampai saat ini memberi salam..
__ADS_1
''Salam yang Mulia permaisuri, Kaisar dan para Pangeran sudah menunggu di ruang makan.'' ucap Jingmi
''Baiklah Jingmi aku dan putriku akan segera kesana.'' jawab Moza langsung berdiri dari kursinya memegang tangan kecil Han Selia..
''Ayoo.''
Di perjalanan menuju ruang makan, Moza melihat Jingmi dengan Seksama dan teringat sesuatu.
''Jingmi, kapan Zhang Tao akan pulang dari perguruan nya.? apa kau tidak rindukan anakmu? tanya Moza yang membuat Jingmi tersenyum.
''Tentu saja hamba sangat merindukan nya Yang Mulia, namun demi kebaikan nya dan dia bisa mengabdi di kekaisaran ini hamba rela tidak bertemu dengannya asal dia bisa kuat dan berguna untuk negri Yin ini.'' tutur Jingmi yang mana membuat Moza berhenti melangkah dan menatap Jingmi.
''Temuilah anakmu besok.''
''Baik Yang Mulia, terimakasih.''
Moza tersenyum dan melangkah kembali ke ruang makan, menggenggam tangan mungil anaknya..
Jingmi sudah menikah dengan salah satu penjaga istana, mereka mempunyai satu orang putra yang sangat tampan yang bernama Zhang Tao yang saat ini sedang menuntut ilmu di perguruan tinggi di ujung negri Yin..
Sedangkan di ruang makan, sudah tersaji makanan yang sangat lezat dan tertata rapih. Tiga pria tampan sedang menunggu dua wanita yang mereka cintai datang.
''Yang Mulia Permaisuri dan Purti Han Selia datang.'' teriak kasim membuat tiga pria itu menoleh secara bersamaan, dan tersenyum saat melihat Moza dan Han Selia datang..
''Duduklah sayang.''
Mereka pun duduk dan makan dengan tenang, sambil bercerita yang membuat mereka tertawa akibat ulah Pangeran Han Yi dan Pangeran Han Mo yang senantiasa menjahili mei-mei nya..
Ketika Moza selesai makan dan mengelap mulutnya. Ia menatap kedua putranya yang sudah tumbuh dewasa..
''Sayanggg, bukankah kedua pangeran kita sudah tumbuh dewasa dan sudah waktunya mereka mempunyai pasangan hidup.'' ucap Moza membuat ketiga laki-laki itu tersedak minumannya secara bersamaan dan menatap Moza..
Uhuk. Uhuk..
''Ibundaaa.'' ucap Han Yi dan Han Mo secara bersamaan, sedangkan Yuan menatap kedua putranya..
''Ide yang sangat bagus.'' ucap Yuan..
''Aku tidak mau menikah.'' ucap Han Mo dengan nada dingin.
''Aku juga.'' Han Yi menimpali..
__ADS_1
Moza menatap kedua putranya. ''Kenapa kalian tidak mau menikah.?
''Ibundaaaa, mempunyai perempuan di sisiku membuat putra mu ini kerepotan.'' jawab Han Yi yang membuat Moza mengerutkan keningnya..
''Repot?? lalu kenapa kau selalu mengganggu para gadis pelayan istana HAH!!
Skak__
Pangeran Han Yi tak berkutik, dan menatap sang adik yang tengah menyunggingkan bibirnya..
''Haiiisshh gadis kecil ini.'' ucap Han Yi dalam hati..
''Tapi ibund___
''Tidak ada tapi tapi, Kasimmm. Umumkan bahwa kekaisaran Yin akan memilih para gadis bangsawan atau pun Putri dari kerajaan tetangga untuk di jadikan istri kedua pangeran dari kerajaan Yin ini.'' ucap Moza dengan nada Dingin yang tidak bisa di bantai oleh siapa pun termasuk Yuan..
Moza berdiri di ikuti oleh Han Selia dengan senyum kemenangan. Dalam hatinya berkata. ''Akhirnya aku terbebas dari kedua Gege ku.''
Sedangkan Yuan menatap kedua putranya. ''Maafkan ayahhanda tidak bisa membantu. Tapiii usulan dari ibunda kalian tidak ada salah nya untuk menikah.'' ucap Yuan yang membuat kedua kakak beradik itu membuang nafasnya secara bersamaan..
''Baik ayahhanda.''
Mereka bertiga bubar dari ruang makan, sedangkan Han Yi dan Han Mo berjalan ber'iringan..
''Adik. Apa kau tidak akan menolak.? tanya Han Yi
''Tidak. Biarkan saja ibunda melakukan apa pun yang dia mau, aku akan menurutinya.'' jawab Han Mo.
Han Yi mendesah..
''Yaaa, menikah pun menikah lah..
.
.
.
...Jangan Lupa tinggalkan jejak ...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...
__ADS_1
...Jangan bosan untuk nunggu kelanjutan nya yaa. ...
...❤❤❤...