
Malam hari yang sunyi Moza dan Lue menyelinap keluar istana, untung saja Yuan tidak berada di istana karna kunjungan nya belum selesai..
Moza yang di ikuti Lue meloncat dari tembok istana ke pepohonan, mereka berlari cepat namun tidak menimbulkan suara..
Melompat dari satu bangunan ke banunan lainnya, tak berapa lama Moza dan Lue pun akhirnya sampai di kediaman Mentri Lin Zong..
.
Moza duduk memperhatikan sekitar, setelah aman ia langsung turun dari atap bangunan secara perlahan..
''Disebelah mana kamarnya.?? tanya Moza melihat Lue
Lue melangkah terlebih dahulu, sementara Moza mengikutinya dari belakang.. Moza mendengar gelak tawa dari suara yang ia kenal, Moza pun berdiam diri di balik jendela luar sambil mendengarkan obrolan asik ibu dan anak tersebut..
Shuwan dan Molian sedang membuat rencana baru, untuk menyingkirkan Moza dari tahtanya. karna mereka merasa jika Moza sudah dekat dengan mereka, untuk itu sang ibu meminta Shuwan untuk terus mendekatinya..
''Putriku, hanya tinggal beberapa langkah lagi kau akan menjadi selir di istana. Untuk itu kau harus terus mendekati permaisuri bodoh itu untuk batu loncatanmu.''
''Baik ibunda..
Sementara Moza yang berada di luar jendela, menggerutu ketika mereka mengatainya bodoh..
''Hidup kalian tidak akan lama lagi.!! berani sekali kalian mengatakan jika aku bodoh.'' gumam Moza..
''Ibunda kapan Kaisar Yuan akan kembali dari kunjungannya.?? tanya Shuwan kepada sang ibu..
''Kenapa anakku? apa kau sudah tidak sabar menjalankan rencananya.?!
Shuwan tersipu malu dengan wajah memerah... ''Tentu saja ibunda, aku sudah tidak sabar bertemu dengan masa depanku.'' tutur Shuwan..
Moza yang mendengarnya hanya mendecih. ''Kalian tidak akan aku biarkan bernafas lebih lama, jangan bermimpi ingin masuk kedalam istanaku yang tenang. ''Gerutu Moza..
Moza pun melihat Lue dan memberi isyarat kepalanya, Lue yang mengerti langsung mengeluarkan dua jarum dan melemparkan tepat di leher dua wanita beda umur itu..
__ADS_1
Shuwan dan Molian sang ibu, langsung jatuh pingsan ketika jarum itu menancap. Moza langsung masuk dan menyuruh Lue untuk menggendong Shuwan, mereka pun pergi dari sana meninggalkan Molian sendirian..
•
•
.
Moza dan Lue membawa Shuwan kedalam hutan, lalu mengikatnya dengan kencang hingga Shuwan tak bisa bergerak.
Berapa lama mata Shuwan terbuka, ia melihat sekitar sangat gelap dan sunyi.. Shuwan pun menajamkan penglihatannya dan terkejut saat ia tau jika dirinya sedang berada di hutan..
''Kenapa aku bisa berada disini.? gumam Shuwan yang merasa takut, ia semakin takut lagi ketika mendengar suara orang yang sedang bersiul di depannya namun tak terlihat karna sedikit jauh..
Shuwan pun mempertajam penglihatannya dan melihat siapa yang berada di depan sana.. ''Hai siapa di sana.?Apa kau yang mrmbawaku!! teriak Shuwan
Moza melangkah maju mendekati Shuwan dengan senyuman iblis terukir di wajahnya. Sementara Shuwan begitu kaget ketika melihat siapa yang ada di hadapannya..
''Ya_yang Mulia Permaisuri?! ucapnya tergagap
''Apa maksud semua ini, lepaskan aku.?!! teriaknya
Moza berjongkok dan mencengkram rahang Shuwan dengan sangat kencang.. ''Jangan pura pura tidak tau, atau berpura pura sok polos di hadapanku karna aku muak melihatnya.!! sentak Moza menepiskan wajah Shuwan..
''Apa mau mu, lepaskan!!
"Mau ku? kau bertanya mauku? tentu saja membunuh mu, itu mauku.! Lihatlah dirimu yang malang bermimpi menjadi selir di istanaku, aku tidak akan pernah membiarkan seorang ****** masuk kedalam istanaku yang damai.'' ucap Moza penuh penekanan..
''Mengapa aku tidak pantas, aku ini cantik dan kaisar pasti tidak akan menolakku!! Lihat saja jika Kaisar pulang dari kunjungannya aku yakin dia tidak akan menolak menjadikan aku selirnya.!! teriak Shuwan
Moza menyunggingkan bibirnya. ''Hahahha, sebelum Kaisar pulang. apa kau bisa lari dari genggamanku.?? Moza mengeluarkan cambuknya dan bersiap memukul Shuwan tanpa ampun..
''Apa yang mau kau lakukan?! jangan macam macam!! teriak Shuwan yang sudah takut melihat cambuk di tangan Moza..
__ADS_1
''Tentu saja mencambukmu..
Ceeettaaarrr__
Ceettaaarrr__
Moza mencambuk Shuwan dengan buas tanpa ampun, Lue yang melihat istri dari jungjungannya sedang mencambuk orang
begidik ngeri melihatnya..
''Dia lebih kejam di bandingkan Kaisar..'' gumam Lue dalam hati..
Ceettaaarrr___
Setelah puas mencambuk, Moza melempar cambuk itu kesembarang arah dan mengeluarkan belati di sakunya..
Moza menghampiri Shuwan yang sudah terkapar lemah tak berdaya, sedangkan Shuwan melihat permaisuri yang lemah lembut ternyata itu hanya topeng..
Permaisuri yang ada di depannya ini begitu kejam dan dingin, ia sangat menyesal tidak mendengarkan sang ayah untuk tidak mengusik..
Namun penyesalan memang datang belakangan bukan, kini Shuwan merutuki kebodohannya..
Tanpa basa basi Moza mencengkram kuat rahangnya, lalu menarik roda Shuwan.. ''ini, ini mulut kotormu yang kemarin telah mencaciku..
Sreeett..
Aahhkk..
Moza memotong Lidang Shuwan hingga terputus, tak sampai di situ Moza pun mennya'yat dan menguliti Shuwan hidup hidup..
Hingga hutan yang sunyi menjadi saksi atas apa yang Moza perbuat, setelah selesai Moza pun menyuruh Lue untuk mengantarkan Shuwan yang sedang sekarat ke kediaman mentri Lin Zong..
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaa.💜🤗