PERMAISURI UNTUK KAISAR

PERMAISURI UNTUK KAISAR
Permaisuri yang sombong.


__ADS_3

Burung-burung berkicau ria, para pelayan dan dayang serta perajurit sudah terbangun lebih dulu mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing..


Mata Yuan terbuka secara perlahan dan mendapati Moza tidur di sebelahnya, Yuan tersenyum lalu menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah cantik Moza..


Di belainya wajah wanita yang selama ini ia rindukan, jari-jari Yuan mengusap bibir mungil milik Moza. Ingin rasanya ia mencicipi walau hanya sekilas, namun ia sadar di depannya ini bukan Shi Yee yang penurut dan anggun seperti dulu..


Moza adalah Moza, berbeda dengan Shi Yee nya, hanya paras wajah mereka yang sama. Namun tidak dengan sifat dan karakternya..


.


''Hei gadis nakal, kenapa kau tidur di ranjang seorang pemuda.? teriak Yuan mencoba membangunkan gadis yang sedang mendengkur pelan lalu mencubit pipi Moza..


Ahhhkkk__


''Yuan ada apa dengan mu.?? Moza mengiris kesakitan ketika pipinya di cubit oleh Yuan..


Yuan tersenyum lalu duduk dan bersender di ranjang...


''Seharusnya aku yang bertanya, kenapa kau bisa tidur di ranjang seorang pria?? ucap Yuan melipat tangannya untuk menjadi senderan kepalanya dan menatap Moza yang sedang kesal..


Moza membuka matanya lalu duduk menghadap Yuan, walau matanya masih terlihat mengantuk..


''Semalam aku mencari kediamanku, namun tidak menemukannya. Aku malah masuk ke kediaman Permaisuri Yuchen..


Yuan ber oh ria sambil mengangguk.''Kalau begitu ayo bersihkan badan mu, kita harus menghadiri sarapan bersama.'' ucap Yuan beranjak dari ranjang..


Moza pun melangkah pergi, ia sudah tidak sabar berkeliling istana besar ini. terlebih ia ingin mengenal orang-orang dalam istana..

__ADS_1


.


.


.


.


Setelah mereka membersihkan diri, Yuan keluar di ikuti oleh Moza dan para dayang. Tak lupa Yuan dengan topeng perak bertender di sebelah wajahnya, sementara Moza masih setia berpakaian seorang pria..


''Dimana Lue.? tanya Moza.


Yuan menoleh dan tersenyum. ''Dia akan datang jika aku memerlukannya saja.'' bisik Yuan..


''Ouhhhh....''


Mereka akan pergi menuju aula makan, namun tak sengaja mereka berpapasan dengan Permaisuri Yuchen..



.


Permaisuri hanya menganggukkan kepalanya.


''Hmm..'' jawab Permaisuri Yuchen dengan deheman..


''Sombong sekali dia.'' Kesal Moza dalam hati..

__ADS_1


Mereka lalu pergi ke aula makan. Disana sudah ada semua orang namun belum ada Kaisar..


Yuan duduk dan Moza pun duduk di sampingnya, yang mana membuat semua orang melototkan matanya..


''Lancang sekali kau, seorang pengawal tidak berhak duduk bersama angota keluarga.'' teriak Permaisuri Yuchen.


Yuan tersenyum. ''Maaf kan hamba Permaisuri, namun wa khem pria di samping hamba bukan seorang pengawal, melainkan keluarga hamba.'' jawab Yuan tenang..


''Ka___


''Ada apa ini..'' ucap Kaisar Wei yang baru datang bersama selir barunya..


Semua mata menoleh ke arah suara dan langsung berdiri, ketika melihat siapa yang datang..


''Salam Yang Mulia Kaisar. ''Ucap mereka serempak..


Kaisar Wei melangkah dan duduk di tempatnya..


''Duduklah.'' ucap Kaisar setelah ia duduk, semua orang duduk dengan tenang..


''Pelayan, sajikan makanannya..'' teriak Kaisar Wei kepada para pelayan..


Tak ada yang bersuara ketika mereka makan, Kaisar Wei yang sedang memperhatikan selir kesayangannya yang baru ia nikahi tiga hari yang lalu. membuat Permaisuri muak dan mengepalkan tangannya..


Moza yang melihat amarah di dalam hati Permaisuri Yuchen menarik sudut bibirnya..


''Ouhh ya ampun drama akan segera di mulai.''

__ADS_1


.


.


__ADS_2