PERMAISURI UNTUK KAISAR

PERMAISURI UNTUK KAISAR
Bonus cap Sn 2


__ADS_3

...🐉Happy reading ziyeng 🐉...


.


Sudah beberapa hari ini Alicia berada di dunia lain. yang entah kapan dia bisa pulang kehabitatnya eh salah, pulang ke masa depan di era modern maksudnya..


Hati kecil Alicia ingin pulang, namun akal sehat ya masih berfungsi dan mengatakan untuk apa pulang jika di rumah pun tidak akan ada yang mencarinya..


''Huffftt, beginilah hidup menjadi anak tiri.!! gumam Alicia sambil berjalan tak tentu arah, namun langkahnya tiba-tiba saja berhenti ketika melihat pangeran Han Mo sedang berlatih pedang bersama beberapa perahurit..


''Bukankah itu si tampan? Ahhh syukur lah walau aku terdampar di dunia entah berantah ini, yang pasti jika ada cogan mah hayu baeee kita mah hahahah.'' Alicia melangkah dan ingin menghampiri Han Mo..


Sedangkan Han Mo yang sedang berlatih, netra matanya tidak sengaja melihat Alicia di depan sana yang melangkah ke arahnya..


Han Mo melototkan matanya, lalu berhenti tiba-tiba dan membuang pedangnya ke tanah. ''Gawat, wanita dari dunia lain yang mulut nya tidak bisa diam akan menghampiriku. Aku harus secepatnya kabur, kalau tidak jantungku bisa meloncat dari tempatnya.'' ucap Han Mo dalam hati, lalu ia lari terbirit-birit menjauhi Alicia..


Sementara dari arah Alicia, ia merasa heran melihat pangeran Han Mo yang berlari seperti sedang kebelet mboker.


''Eehhh mengapa dia lari seperti itu? gumam Alicia lalu menyusul Han Mo dan sedikit berlari..


''Pangeran Han Mo tunggu !! teriak Alicia sambil melambaikan tangannya..


Bukannya berhenti, pangeran Han Mo malah semakin kencang dan mencari tempat persembunyian yang aman untuk dirinya terlebih jantungnya..


''Aahh aku bersembunyi di sini saja !! Han Mo bersembunyi di balik semak-semak.


Sedangkan Alicia melihat kanan kiri, dan tidak menemukan pangeran Han Mo berada. ''Eh bukannya dia tadi di sini yaa, kemana dia pergi?.


Mata Alicia mencari dan tertuju dengan semak-semak yang di depannya. Dan Alicia bisa melihat jika di belakang semak-semak itu ada kain berwarna ungu tua, persis yang tadi di pakai pangeran Han Mo. Alicia menarik sudut bibirnya lalu berjalan tanpa suara dan akan mengejutkan pangeran Han Mo..


Tap..


Tap..

__ADS_1


Tap..


Alicia berdiri di belakang pangeran Han Mo yang sedang mengintip, ia pun melakukan hal yang sama dari arah samping pangeran Han Mo..


''Apakah dia sudah pergi.? gumam pangeran Han Mo, mencoba sedikit untuk mengintip..


''Sepertinya begitu.'' bisik Alicia dengan suara pelan.


''Ahh syukurlah jika dia pergi, karna jika aku berdekatan dengannya kesehatanku akan memburuk.''


''Memangnya kenapa dengan kesehatan mu pangeran.? tanya Alicia masih berbisik di belakang pangeran Han Mo..


''Karna jika dia ada di dekaaaaaaa___


Aaaahh...


Gubraakk.!!


Pangeran Han Mo terkejut sampai iya terjungkal, yang mana membuat Alicia cekikikan melihat raut muka terkejut pangeran yang ada di depannya..


''iihhh hamba sedang mencari mu pangeran, tapi anda malah berlari seperti ingin..


''Aaahhh sudahlah jangan mengikuti ku.!! bentaknya lalu pergi dengan cepat sambil memegangi dadanya. sedangkan Alicia menggidikkan bahunya..


...........


Sedangkan di sisi lain, Putri Xian Su sedang duduk di danau sambil melempar batu dengan raut putus asa.. Dia pun sudah membuatkan tekad jika dirinya akan mencoba untuk menerima pangeran Han Yi sebagai calon suaminya..


Setelah batu itu habis, putri Xian Su duduk dengan tenang, lalu menatap kedepan dengan tatapan kosong. Sementara dari arah yang tak jauh, pangeran Han Yi menghentikan langkahnya ketika melihat calon istrinya sedang duduk di danau..


Pangeran Han Yi melangkah dan langsung memakaikan putri Xian Su jubahnya. ''Pakai ini, di luar udara sangat dingin calon istriku.''


''Tidak usah pangeran, Hamba sudah terbiasa.''Tolak putri Xian Su dengan lembut...

__ADS_1


''Jangan keras kepala, sebentar lagi kita akan menikah dan jangan buat tubuh mu lemah.'' ujar Han Yi yang mana membuat putri Xian Su terdiam mendapatkan perlakuan lembut dari calon suaminya..


''Mengapa Pangeran tidak menolak pernikahan ini.?


Han Yi duduk di sebelah putri Xian Su, dan melihat ke arah danau lalu terkekeh. ''Apa aku yang bukan siapa-siapa ini bisa menolak kehendak seorang permaisuri negri ini.? perkataannya yang keluar dari mulutnya adalah hukum yang mutlak dan tidak bisa kita tolak.'' tutur Han Yi membayangkan sifat sang ibu.


Putri Xian Su menghela nafas, lalu menyenderkan kepalanya di bahu Han Yi yang mana membuat Han Yi langsung menoleh dengan detak jantung tidak terkontrol..


Author : Kontrol ya Reader Kontrol bukan Kont*** hemmmm awas itu lidah kebelit..


Wajah Han Yi bertemu merah, boleh jujur? walau Han Yi sering menggoda wanita. Namun dia tidak pernah sampai se intim ini dengan wanita yang mana membuat Han Yi gugup..


''Anda tau pangeran, Hamba pun tidak akan menolak pernikahan ini. Tapiii hamba meminta jika nanti kita menikah, tolong jaga hatimu hanya untukku.'' pinta Putri Xian Su, menatap mata Han Yi..


Mereka berdua saling pandang, Han Yi pun dengan otomatis mengangguk patuh. ''Baik, aku berjanji.'' ucapnya


Putri Xian Su tersenyum, saat pria di depannya ini begitu patuh dengannya.


.


.


...Like Like Like Like...



.


Pangeran Han Yi & Putri Xian Su


.


__ADS_1


.


Pangeran Han Mo & Alicia


__ADS_2