PERMAISURI UNTUK KAISAR

PERMAISURI UNTUK KAISAR
Pertikaian


__ADS_3

Masih di kekaisaran Wu.##


Acara di adakan oleh Kaisar Wu sudah sampai puncaknya, dimana hari pertama adalah perjamuan makan malam dan pemberian hadiah. hari berikutnya adalah penampilan bakat dari nona bangsawan putri dan pangeran, yang menurut Moza sangatlah membosankan. Dan hari ini adalah hari puncak dari acara, yaitu Berburu di hutan..


.


Dua pasutri sedang ber'agrumen non faedah..


''Mengapa kau selalu memakai pakaian seorang pria? aku tidak setuju cepat ganti itu.!! Yuan berucap dengan nada kesal..


Baru semalam dia merajuk, masa pagi harinya Yuan harus merajuk lagi masalah pakaian..


''Bukankah kita akan pergi berburu.?


''Tidak, biarkan yang lain mengikutinya aku sedang malas mengikuti permainan yang membosankan.''


Huuufffftthh


''Baiklah, aku akan mengganti hanfuku terlebih dahulu.'' ucap Moza mau tak mau harus mengganti pakaiannya..


.


.


Tak berapa lama semua orang sudah berkumpul di aula, Kaisar Wu berbicara panjang lebar namun tak di dengar oleh Moza..


Ada sosok yang begitu mengagumi Moza, ada juga sosok yang begitu membenci Moza karna telah merebut perhatian semua orang.


Moza yang sebenarnya peka terhadap sekitar, namun ia tak begitu memperdulikannya ia hanya fokus dengan teh dengan anggun yang menurutnya enak yang mana membuat Moza menjadi pusat perhatian..


Putra Mahkota Wanghilin sedari tadi menatap Moza tak ada hentinya. Hingga membuat istrinya geram melihat suami menatap kagum wanita lain..


''Apa hebatnya dia, hingga suamiku menatapnya penuh dengan kekaguman!!" gumam An sahyu mengepalkan tangannya di balik hanfu..


Sedangkan Kaisar Wu sudah selesai memberi tahu tentang larangan apa saja ketika di perburuan nanti, dan Menyuruh semua orang untuk bersiap siap..


Namun sebelum pergi Yuan berdiri dan memberi tahu, jika dia dan istrinya tidak bisa ikut ke perburuan dan harus cepat pulang ke istana karna ada hal mendadak..


Kaisar Wu pun mengerti dan mempersilahkannya..


Sedangkan Moza melototkan matanya karna Yuan, ingin pulang secepat ini yang mana membuat Moza tak bisa menolak..


Semua orang bubar dan mempersiapkan dirinya masing-masing, sementara Moza dan Yuan tengah merapihkan semua barangnya karna mereka semua akan pergi pulang terlebih dahulu..


Sedangkan Moza berbaring di ranjang dan menatap Yuan tengah merapihkan hanfu yang ia pakai..


''Kenapa pulang secepat itu.? tanya Moza yang membuat Yuan berhenti lalu melangkah ke arah Moza lalu berbaring menatap permaisurinya..

__ADS_1


.



.


''Karna aku tidak mau, permaisuriku di tatap oleh pria lain selain diriku! ucap Yuan mecubit pipi Moza..


Aaaiiii


''Yuan pelan-pelan, itu sangat menyakitkan!! ucap Moza mengelus pipinya.


''Karna kau sangat menggemaskan, dan kenapa akhir akhir ini kau terlihat berisi ya.? tanya Yuan..


Plaaakkk__


''Kau mengataiku gendut?!!! tanya Moza yang emosi.


''Aku tidak mengataimu gendut, aku hanya bilang kau sedikit berisi.'' Yuan menjelaskan.


''Itu sama saja, dasar menyebalkan.' ucap Moza melangkah pergi dari sana.


''Kau mau kemana sayanggg.'' teriak Yuan


''Aku akan mencari udara segar, dan jangan mengikuti ku.!


.


.


Sedangkan Moza di temani Jingmi dan beberapa dayang di belakang mereka sedang mengitari istana. Namun semar semar Moza mendengar seseorang yang tengah di aniyaya, Moza pun penasaran dan langsung menghampirinya..


Dilihat para nona Bangsawan dan Purti kerajaan tengah menindas seorang pelayan, Moza menghampirinya dan membuat semua orang menoleh ke arah Moza..


''Lihat lah permaisuri dari kekaisaran Yin telah datang, apakah permaisuri yang anggun ini mau bergabung.? tanya selir kedua Kaisar Wu.


.



.


Moza melihat pelayan yang di tindas lalu membantunya..


''Apa kau baik-baik saja.? tanya Moza dengan Lembut, ia tidak bisa melihat seorang pelayan tertindas karna itu akan membuat ia teringat dengan Xiomei..


''Ha_hamba baik baik saja yang Mulia, terima kasih sudah membantu hamba yang rendah ini.'' ucap pelayan itu menunduk..

__ADS_1


''Cih, kau berpura bura baik dan berhati lembut. Padahal aku tau jika kau mempunyai hati yang buruk.'' efek Selir Kaisar Wu.


Moza mengerutkan keningnya. '' Kau hanya seorang Selir, Beraninya kau mengejekku!! sentak Moza menatap semua orang dengan tatapan dingin mengintimidasi mereka semua..


''Kau yang lancang, berteriak di istana orang lain.'' teriak seseorang dari arah belakang..


An sahyu berjalan cepat dan berdiri membela selir kedua dari Kaisar Wu..


Moza hanya memandang An sahyu dengan tatapan rumit yang tak bisa di artikan..


''Permaisuri Yin jangan besar kepala, jangan semena mena hanya karna kau seorang permaisuri.'' bentak An sahyu membuat semua orang melotot tak percaya..


An sahyu yang memang sudah menahan amarah, ketika suaminya menandangi wanita lain. Kini An sahyu punya alasan untuk mencaci maki wanita di depannya ini, ia tak perduli jika di depannya ini adalah permaisuri Yin..


Moza yang mendengarkan teriakan An sahyu pura pura terluka dan menangis buaya, karna ekor mata Moza melihat Putra Mahkota Wanghilin yang sedang mengepalkan tangannya..


''Putri Mahkota An sahyu, mengapa anda berbicara seperti itu? Saya hanya membantu pelayan yang di tindas oleh selir ke dua Kaisar Wu.'' jelas Moza dengan derai air mata buaya, yang mana membuat putra Mahkota Wanghilin mengasihaninya..


''KAU JANGAN BERPURA PURA DASAR WANITA JALA**G." Teriak An sahyu sambil menunjuk Moza.


Moza pura pura terkejut mendengar hina'an dari mulut An sahyu..


''LANCANG!!! teriak putra Mahkota Wanghilin yang sedang berjalan ke arah mereka..


''Sua__


PLAAKKK_


Putra Mahkota Wanghilin menampar pipi An sahyu dengan kencang, ''Kau sungguh berani mencaci maki permaisuri Yin!! apa kau tidak sadar dengan kelakukan bodoh mu!! teriaknya lagi..


''Tap__


''Diam!! diam!! jangan berani berbicara sepatah katapun lagi.!!


Putra Mahkota Wanghilin menoleh ke arah Moza, yang sedang menangis dan mengusap air matanya..


''Permaisuri, maafkan atas kebodohan istri hamba.'' ucap Putra Mahkota Wanghilin dengan nada menyesal..


''Aku sudah memaafkannya, tapi ingat jika suamiku mengetahui bahwa permaisuri kesayangannya di hina dan dicaci seperti ini. Akan kah dia mengampuninya.? tanya Moza yang langsung pergi meninggalkan semua orang yang tengah membeku dengan perkataan Yuan..


.


.


.


...Jangan Luoa tinggalkan jejaknya yaa...

__ADS_1


...LIKE.KOMEN.VOTE ...


__ADS_2