
Baru juga Moza akan melangkah, Yuan sudah berdiri di belakang dengan raut Muka yang tidak bersahabat. Yuan melangkah dengan kepalan tangan begitu kuat, karna mendengar permaisuri nya di caci dan di hina oleh orang lain..
Sementara semua orang menegang ketika melihat Kaisar Yuan, mendekat tanpa ada senyuman yang biasa Yuan tampilkan kepada semua orang..
Yuan langsung merangkul dan menatap An sahyu dengan tatapan tajam, yang mana membuat An sahyu merinding secara tiba-tiba..
Lalu melangkah pergi membawa sang istri, namun sebelum pergi Yuan menoleh ke arah Putra Mahkota Wanghilin dan berkata..
''Ajari istrimu sopan santun, jika perlu hukum dia seberat beratnya karna telah berani menghina ratuku. jika tidak, aku akan meratakan istana kalian yang kecil ini.'' ucap Yuan dengan nada dingin, membuat semua orang menelan salivanya susah payah..
Putra Mahkota Wanghilin takut jika masalah ini melebar panjang, ia pun melangkah pergi menemui ayahanda Kaisar untuk melaporkan menantu pilihannya sudah membuat ulah..
.
Sementara Yuan menyuruh rombongan nya berkemas cepat, karna ia tidak ingin berada lebih lama disini..
''Yuan, tidak perlu seperti ituuu aku tidak apa apa sayang.'' Moza memegang tangan Yuan yang sedari tadi mengepal, mencoba meredamkan amarahnya..
''Mereka akan membayar semua hinaan ini.''
Moza pun menghela nafas dan mengikuti Yuan dan yang lainnya. Tak lama Moza pun naik kedalam kereta kuda bersama Yuan..
Disaat rombongan sudah ingin pergi, namun teriakan seseorang menghentikan kereta kuda itu..
Yuan melihat dari jendela, lalu keluar menghadap Kaisar Wu dan anggota istana lainnya..
''Ada apa lagi Yang Mulia Kaisar Wu.?
''Begini Kaisar Yin, Zhèn secara pribadi meminta maaf atas kelakuan menantuku.'' ucap Kaisar Wu walau ia sebenarnya berat mengucapkan maaf, namun ia tidak mau kena imbas apalagi harus berperang melawan kerajaan besar..
__ADS_1
Yuan masih diam dengan kedua tangan berada di belakang. ''Baiklah.'' ucap Yuan yang langsung pergi dan masuk kedalam kereta kuda tanpa menoleh lagi kebelakang..
Di dalam hati Yuan berkata. ''Maaf saja tidak akan mengembalikan harga diri istriku yang telah Jala**g itu katakan, lihat saja nanti.''
Sementara itu Kaisar Wu menatap An sahyu dan menghukum nya berlutut di kuil hingga fajar terbit. yang membuat An sahyu melotot tak percaya, Fajar? berarti dia harus semalaman di kuil sambil berlutut?
.
Malam Hari.##
.
Yuan dan para rombongan tengah beristirahat di penginapan, ia menatap sang istri yang sudah terkapar lemah akibat bermain dengannya. Yuan sengaja membuat Moza lelah karna ia ingin menuntaskan apa yang belum selesai..
Sedangkan di kuil, An sahyu yang di temani dayang setianya sedang berlutut menerima hukuman..
''Ini semua gara-gara wanita sialan itu.!!
Sreeett__
Sebuah bayangan melewati mereka, yang mana membuat An sahyu melihat kanan kiri terkejut..
''Siapa itu? teriaknya..
''Aku.''
An sahyu dan dayang setianya langsung menoleh kebelakang, dan sedikit terkejut melihat Kaisar Yuan berada di sini..
''Ya. yang Mulia Kaisar Yuan.'' ucap An sahyu gelagapan..
__ADS_1
Yuan tak menjawab, ia menatap An sahyu dengan tatapan membunuh membuat dua wanita itu menunduk takut..
An sahyu dengan berani mendongkakkan kepalanya dan menatap Yuan. '' Yang Mulia kaisar, hamba memohon maaf atas kebodohan hamba yang telah menghina permaisuri Shin mo.'' ucapnya dengan nada sedih, berharap jika Yuan mau melihat wajahnya yang cantik dan tak berdaya..
''Kau memang Bodoh..
Deg..
''Kau memang bodoh, dan lebih bodoh jika menyangka urusan ini selesai begitu saja dengan perkataan maaf.!! sentak Yuan yang langsung menebas kepala mereka..
Sreeett_
Sreeett_
Aaahhhhkkk__
Gubraaaakkkk_
Dua kepala itu menggelinding terlepas dari tubuhnya, Yuan tidak akan membiarkan orang yang sudah menghina permaisuri nya hidup dengan damai..
Yuan pun mengambil kepala itu lalu menggantung nya, berdekatan dengan lonceng.
.
.
.
...Jangan lupa tinggalkan jempol kalian yaaa...
__ADS_1
...LIKE.KOMEN.VOTE ...