
.
Langkah kaki berat yuan tersengar menuju kamar Moza berada, para dayang yang sedang duduk bergosip langsung berdiri dan memberi salam kepada Kaisar mereka..
''Salam Yang Mulia.'' ucap mereka secara mersamaan.
''Hm,, dimana permaisuriku.? tanya Yuan
''Yang Mulia berada di dalam. '' jawab salah satu dayang.
''Baik, kalian boleh pergi.'' Yuan ngibaskan tangannya menyuruh para dayang pergi dari kediamannya..
Yuan membuka pintu kamar lalu menutupnya, Yuan melangkah pasti menghampiri Moza yang sedang tidur pulas..
''Lihatlah kelinci kecil ini tertidur saat malam pertama.'' ucap Yuan tersenyum..
Yuan duduk di pinggir ranjang, lalu terulur membuka kain yang masih Moza pakai.. ''Permaisuriku sangat cantik..'' ujar Yuan mengusap pipi Moza..
Perlahan Yuan mendekatkan bibirnya untuk mencium Moza..
Cup..
Cup..
Yuan Mencium Moza hingga sang empu terbangun, dan menggeliat manja...
Uuuuhhh__
''Heii istriku bangunlah.''
Moza perlahan membuka matanya, dan tersenyum melihat Yuan berada tak jauh dari wajahnya. ''Kau sangat tampan Yuan.'' ucap Moza tanpa sadar, karna separuh jiwanya masih belum kembali dari alam mimpi..
Yuan tersenyum menawan, yang mana membuat wajahnya tampan Maksimal..
Cup..
''Aku sangat mencintaimu permaisuriku.'' ucapnya berbisik di telinga Moza.
Moza yang sudah sadar sepenuhnya langsung berdehem, karna gerogi sudah mengatakan jika Yuan sangat tampan.
__ADS_1
''Ish kau itu.'' Moza menyibukkan bibirnya.
''Hai sayang jangan memasang wajah seperti itu, karna tanpa kau sadari kau sedang menggodaku.!! tutur Yuan sambil mencubit pipi Moza..
Moza menepis tangan Yuan dari pipinya. ''Itu sangat sakit.!
Yuan dengan lembut mengusap kepala Moza penuh dengan kasih sayang..
''Aku tau kau belum bisa mencintaiku, namun apa boleh aku melakukan kewajiban seorang suami..
''Hah? kewajiban suami.? ucap Moza dalam hati, namun Moza terdiam dan tau arah yang di ucapkan akan Moza..
Moza terdiam, ia masih berperang dengan pikirannya yang menyuruh Moza menolak. Namun kepalanya sudah mengangguk terlebih dahulu..
Yuan yang sudah mendapatkan persetujuan dari Moza, ia tersenyum hangat Yuan langsung menarik tengkuk Moza hingga bibir mereka bersatu..
Merasakan sentuhan lembut di bibirnya, Moza sama sekali tak menolak ia malah merasakan sesuatu yang berbeda ketika bibir mereka bersentuhan.. Di dunia modern Moza tidak pernah dekat dengan pria manapun, ia selalu menjaga jarak apa lagi melakukan hal semacam ini..
Mereka bermain Li*ah dan bertukar saliva, meresapi manisnya bibir dari keduanya sejenak Yuan melepaskan ******an dan menghirup nafas lalu melanjutkannya lagi..
Tangan Yuan melepaskan ikat pinggang dan beberapa baju Moza yang berlapis lapis, dengan tidak sabar dan terburu buru tanpa melepaskan tautan bibirnya..
Kedua tangan Yuan meremas gundukan kemar yang menantang, sesekali menjilat nya seperti eskrim yang mana membuat Moza mengerang nikmat sekaligus geli..
Kamar yang sunyi menjadi saksi pergulatan mereka, decitan kulit saling beradu, suara ambigu sampai terdengar oleh pkedua penjaga yang berada di luar. Mereka saling pandang dan tersipu malu saat mendengar suara nikmat dari kamar pengantin..
Selanjutnya silahkan di lanjutkan dengan tingkat kemecuman kalian yaa. wkwkwkwk...
.
.
.
.
.
Sementara Kaisar Xin tengah beristirahat, di salah satu penginapan. Ia tak tau harus mencari Moza ke arah mana, ia pun keluar dari penginapan dan ingin menghirup udara segar di malam hari..
__ADS_1
Kaisar Xin berjalan tanpa arah dan tujuan, ia juga meninggalkan istananya dan menyerahkan sementara kekuasaan kepada sang ibu tercinta..
Ia datang ke negri ini hanya seorang diri tanpa pengawal ataupun perajurit, ia memakai tudung karna ia tak mau sampai ada yang mengenalinya..
.
Kaisar itu berhenti di depan rumah makan yang cukup ramai pengunjung, ia pun melangkah dan duduk di salah satu kursi. salah satu pelayan menghampiri dan menanyakan pesanannya..
Kaisar Xin memesan makanan favorit di restoran ini, dan telinganya yang tajam tak sengaja menguping para pria yang sedang bergosip ria..
''Yang aku dengar sepeti itu.'' ujar salah satu pria.
''Aku jadi tidak sabar untuk melihat permaisuri negri tercinta kita. ''
''Tapi yang aku dengar, dia bukan berasal dari kekaisaran ini melainkan dari negri Xin di sebrang lautan sana..''
''Jangan di pikirkan dari mana asalnya, yang terpenting ibu negri kita cantik dan baik hati.'' ujar pemuda itu..
''Cepatlah, kita istirahat karna besok kita akan mulai perjalanan ke kota Zentian..''
''Baiklah aku kan pulang terlebih dahulu.''
.
Kaisar Xin yang tak sengaja mendengar obrolan mereka, ada sedikit hati yang tak tenang ketika mendengar permaisuri baru mereka berasal dari kekaisarannya..
Entah mengapa hal itu membuat Kaisar Xin dilanda kegelisahan..
.
.
.
...Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaa...
...SEE YOU IN THE NEXT CHAPTER ZIYENG LIKE.KOMEN.VOTE JANGAN LUPA YAA...
__ADS_1