
Malam hari suasana sangat sepi di kota Zentian, Lue dengan gesit membawa satu persatu para pelayan yang tengah tidur nyeyak..
Moza dan Yuan duduk dengan tenang di ruang bawah tanah, menunggu Lue yang sedang membawa satu orang lagi yang kurang..
Srett__
Dugh__
Lue muncul dan langsung menjatuhkan pelayan yang bongsor seperti karung beras, yang mana membuat Lue mendengus karna membawanya membutuhkan tenaga lebih..
''Yang Mulia semuanya sudah berada disini.'' ucao Lue
''Bangunkan mereka.''
Byuuurrr__
Para pengawal menyiram air tanpa perasaan, yang mana membuat sumua pelayan itu terbangun dari tidurnya..
Eeeggg__
Satu persatu para pelayan itu bangun dari tidurnya, dan merasa heran dengan keberadaan mereka di ruangan yang sangat minim pencahayaan..
Ketika mereka sedang di landa kebingungan, mereka melihat di sekeliling mereka banyak pengawal memakai baju hitam serta melihat dua orang duduk menatap mereka dengan tajam..
Tatapan kedua orang itu begitu dingin dan keji, membuat siapa saja yang melihatnya merasa takut sekaligus merinding..
Para pelayan melirik satu sama lain, dan merasa heran dengan keadaan mereka. Salah satu pelayan memberanikan diri untuk bertanya walau sebenarnya dia sangat takut..
''Ma_ maaf tuan apa anda mempunyai urusan dengan kami.? tanya nya yang membuat Lue maju dan mencengkram rahang pelayan pria itu..
''Apa kau tidak tau siapa yang kau panggil Tuan itu? sentak Lue yang membuat pria itu gemetar takut..
''Maa_maafkan saya Tu_tuan namun sa_saya tidak tau apapun.''
''Yang kau sebut Tuan ialah Kaisar negri Yin ini..''
Deg..
Deg..
__ADS_1
Semua pelayan yang mendengar penuturan Lue sangat terkejut dan membeku, bagaimana bisa mereka ber'urusan dengan seorang kaisar..
Para pelayan itu begitu gelisah, saat tau jika di depannya ini adalah kaisar Yin. ''Bagaimana bisa penyamaran kami di ketahui begitu cepat.'' ucap mereka dalam hati..
Lue yang masih mencengkram rahang pria itu, langsung melepasakan nya dengan kencang..
Dugh__
Aaahh__
''Maafkan atas tidak ketahuan kami yang mulia Kaisar Yin.'' ucap pelayan berparas cantik dengan senyuman yang begitu menggoda..
Yuan berdiri dengan tatapan tajamnya. ''Siapa yang menyuruh mu yersenyum HAH!! Itu sangat menjijikkan untuk di lihat." sentak Yuan yang mana membuat pelayan wanita itu tertunduk kecewa..
"Darimana asal kalian? Lancang sekali kalian memata-matai kerajaanku.!! sentak Yuan.
"Ap_apa maksud yang mulia? kami tidak mengerti."
"Jangan berbelit, aku sudah tau jika kalian suruhan Kerajaan Zim Mer dan kaisar sialan iti.'' ucap Yuan yang membuat ke empat pelayan itu diam tak berkutik..
''Mengapa bisa ketahuan.'' ucap mereka dalam hati masing-masing..
''Yang Mulia tolong lepaskan kam__
Sungguh mereka ketakutan ketika berhadapan secara langsung, jika mereka tau kaisar Yin sedingin dan sekejam ini. Mungkin mereka akan berfikir untuk kedua kali atau ber'ribu-ribu kali, karna mereka pikir Kaisar Yin hanya orang lemah itu romor yang tersebar..
Kini mereka salah, kaisar Yin bahkan lebih dingin di bandingkan Kaisar Jing Hui dari kekaisaran Zim Mer..
''Mengapa kalian masih bungkam hah?!!
''Lue, siksa mereka sampai mulut mereka berbicara.!!
Lue mengangguk dan membawa besi yang sudah di panaskan. Sementara Moza hanya menjadi penonton sambil memakan kacang tanah yang di rebus Jingmi beberapa menit yang lalu..
Sungguh keterlaluan memang, Moza sangat nikmati pemandangan yang akan ia lihat dengan jelas tanpa sensor..
Lue membawa besi itu dan siap akan menempelkan ke salah saty pelayan, namun para pelayan itu mundur ketakutan dan memohon untuk di lepasakan..
''Yang mulia tolong lepasakan kami.''
__ADS_1
''Yang mulia..''
Craass__
Aahhhkk__
''Cepat katakan.!!
''Am_ampun yang mulia, hamba akan mengatakannya namun tolong lepasakan hamba setelah itu.''
''Baik, aku akan melepasakanmu.'' ucap Yuan. ''Melepasakan mu ke alam baka.'' tambahnya dalam hati..
Pelayan itu dengan lantang mengatakan, apa yang dia ketahui karna tidak ada pilihan lain selain mengatakannya karna ia masih ingin hidup..
Pelayan itu juga mengatakan bahwa mereka di berikan tugas masing-masing oleh Kaisar Jing Hui..
Yuan merasa senang karna pelayan ini mengatakan apa yang belum Yuan ketahui..
''Kaisar Jing Hui sudah bersiap untuk berperang yang mulia, namun sebelum itu mereka akan melumpuhkan satu persatu kota di kekaisaran ini.'' ucapnya yang mana membuat teman temannya melotot tak percaya bahwa dia bisa berkhianat dan membocorkan semuanya..
''Satu lagi yang mulia, mereka akan menyererang dari selatan dan dari timur..
Yuan tersenyum dan mengangguk. ''Bagus, terimakasih atas informasinya..
Yuan berbalik menatap Moza yang entah sejak kapan tertidur, karna mendengar penjelasan dari pelayan itu membuat Moza bosan..
Yuan menggendong sang istri lalu melangkah keluar dari ruang bawah tanah, namun sebelum Yuan benar-benar pergi. Yuan memberikan isyarat kepada Lue agar para pelayan ini di musnahkan..
Yuan yang mendapatkan kode dari jung-jungannya langsung mengangguk..
Sementara para pelayan sudab tidak enak hati, saat Lue menatap mereka dengan tatapan lapar..
.
.
.
...Jangan Lupa tinggalkan jejaknya yaa...
__ADS_1
...LIKE.KOMEN.VOTE.KASIH BUNGA JUGA SE'IKHLAS KALIAN AJA....
...Nanti kita lanjut lagi yaa...