
Angin malam berhembus menerpa kulit, Moza dan Yuan masih setia memantau mereka..
Bangunan tua yang sudah terbengkalai, di jadikan tempat pesta arak oleh para bandit itu..
Di luar tidak ada penjagaan sama sekali, mungkin mereka pikir tidak ada yang berani melawan mereka sehingga tidak waspada..
Di dalam terlihat menjijikkan untuk di lihat, karna para jala** menggoyang goyangkan pinggul mereka seperti ular..
Di kursi atas, terlihat ketua bandit tengah bermain dengan Gadis kecil yang ia bawa paksa dari salah satu penduduk desa..
Gadis kecil itu begitu ketakutan, badannya bergetar ketika ketua bandit mencium paksa bibirnya yang mana membuat Moza geram melihatnya..
Moza sudah tidak bisa diam lagi, ia pun menyelinap masuk di ikuti oleh Yuan. Namun di baru saja akan masuk, seseorang memergokinya..
''Heii siapa kau.!! sentak salah satu bawahan bandit.
Syyuuutt___
Sreeett
Braaakkk__
Moza langsung melemparkan belatinya tepat di leher pria itu hingga jatuh ke lantai dan sudah tidak bernyawa..
Moza menghampiri dan menyeretnya ke lantai atas..
''Kau mau kemana.? tanya Yuan.
''Tunggulah disini dan perhatikan mereka, aku akan buat kejutan untuk para bandit itu..'' tutur Moza.
Yuan mengangguk patuh
Sedangkan para bandit itu bersorak gembira, di atas ketakutan para warga setempat..
''Ketua, sebentar lagi kita akan menguasai kota ini.'' ujar salah satu pria..
Ketua bandit yang bernama Le Bao itu tersenyum bangga, karna pekerjaannya berhasil sesuai dengan apa yang ia pikirkan..
Salah satu pria berdiri...
''Ketua Le, sepertinya Kaisar baru itu hanya seorang pengecut dan penakut! buktinya tak ada pergerakan sama sekali dari pemerintahannya.'' tuturnya sambil tertawa, menertawakan Yuan..
Sedangkan Yuan berdiri saat dirinya di tertawakan. ''Cih_ sombong sekali kalian, meremehkan Zhèn ini jika aku mau kalian sudah menjadi debu saat ini juga.'' ucapnya..
Disaat semua orang tertawa senang dan ber'chirsh ria, tiba-tiba..
__ADS_1
Braaakkk___
Tubuh seorang pria jatuh dari atas menimpa meja hingga terbelah dua. Semua orang terkejut dan terdiam melihatnya..
Le Bao berdiri dan memeriksa keadaan bawahannya..
''Sialan!! siapa yang ingin bermain main denganku?!! teriak Le Bao mengacungkan pedangnya, begitu pun para bawahannya yang siap dengan pedang mereka masing masing..
Sedangkan Yuan dan Moza saling mengangguk dan mengeluarkan anak panah mereka. Yuan lebih dulu melepaskan anak panah..
Syuut_
Jleb.
Aahhkk.
Semua orang menoleh dan merasa heran karna ada anak panah yang sudah melukai temannya..
Le Bao sangat marah, hingga gertakkan giginya bisa terdengar. tangan itu mengepal pedangnya dengan erat..
''CEPAT CARI ORANG ITU SAMPAI DAPAT.!! teriak Le Bao yang di angguki semua bawahannya..
Namun belum juga melangkah, beberapa anak meluncur dan melukai para bandit bandit itu hingga terkapar di lantai. para wanita berlarian karna takut..
Para bandit itu berkumpul membentuk Lingkaran, melihat kanan kiri atas bawah. Mereka begitu waspada karna sebagian temannya sudah mati terkena panah..
Hap_
Hap_
Yuan dan Moza turun dari persembunyian menampakkan diri mereka, Le Bao yang melihat dua pemuda yang sangat tampan sedikit tertegun..
''Si_siapa kalian.?? tanya Le Bao.
''Apakah itu penting untuk mu, mengetahui siapa kami?! ucap Moza.
Le Bao mengepalkan tangannya. ''Cepat bunuh mereka berdua.!! teriaknya yang di angguki oleh semua bawahannya..
Seranggg!!!!
Para bandit itu maju dengan mengacungkan pedangnya, namun lagi dan lagi langkah mereka terhenti ketika mendengar langkah kaki yang begitu banyak seperti mengepung bangunan tua ini..
Braaakkk__
Pintu di dorang paksa oleh seseorang dari luar, hingga muncul lah Jenderal Chen dengan para perajurit..
Jenderal Chen berlari menghampiri Kaisarnya..
__ADS_1
''Salam Yang Mulia Kaisar, maafkan bawahan ini yang terlambat datang.'' ucapnya yang di angguki Yuan dan Moza..
Para bandit itu begitu shock ketika mendengar apa yang barusan mereka dengar...
Kaisar??
''Jadi di antara kedua pemuda itu, salah satunya adalah Kaisar?? begitulah gumam para bandit di dalam hatinya masing masing..
Le Bao melihat Yuan dan Moza secara bergantian, ia sangat bingung yang mana Kaisar negri Yin ini Kedua saya sangat tampan dan gagah..
''Kalian anggota kerajaan Yin, matilah kalian berdua.'' Le Bao berlari untuk menebas kepala Moza...
Hiyaaaa__
Le Bao semakin dekat, namun Moza tak bergeming ia malah tersenyum senang ketika ketua bandit itu berlari ke arahnya sambil mengacungkan pedangnya..
Namun sebelum pedang itu sampai, Yuan sudah menendang dada bidang Le Bao terlebih dahulu..
Bugh__
Aahhkk__
Le Bao terpental kebelakang membentur pilar kayu..
''Ketua.'' teriak mereka secara bersamaan..
Yuan melangkah menghampiri Le Bao dan mengayunkan pedangnya..
Craaasshh___
Aaahhhhkkk__
Yuan memotong kedua kaki Le Bao, hingga darah segar mengalir seperti air keran.. Sedangkan Le Bao berteriak kesakitan ketika kakinya terpotong menjadi dua bagian..
''Berani sekali kau mengacungkan pedang, kepada permaisuri negri Yin ini..!! ucap Yuan yang siap akan menebas kembali tubuh Le Bao. Namun Moza menghentikan Yuan..
''Yang Mulia, bukankah lebih baik kita pancung mereka di hadapan para rakyat mu besok. Itu akan sangat menyenangkan dan mendapatkan pujian dari rakyat mu.? tutur Moza yang mana membuat Yuan menoleh dan mengangguk..
.
.
.
...Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaa ...
...LIKE.KOMEN.VOTE. HADIAH BUNGA....
__ADS_1