
.
.
Moza baru selesai membersihkan badannya di sungai, ia pun melangkah kembali ke gubuk dimana Yuan tinggal.. Sesampainya di sana, Moza dapat melihat jika Yuan sedang berlatih pedang dengan pengawal setianya..
Moza melihat bagaimana Yuan bermain pedang dengan Lihai dan terlatih, membuat ia ingin berlatih bersama.. Moza pun tersenyum mengeluarkan pedangnya lalu berlari menyerang kedua laki-laki itu..
''Tuan.'' teriak Moza berlari kearah mereka berdua..
Yuan dan pengawal setianya yang sedang fokus berlatih, menoleh secara bersamaan ketika Moza berteriak lalu mereka menghindar dari serangan Moza..
''Nona Moza apa yang kau lakukan.? Yuan sedikit terkejut.
Moza menarik sudut bibirnya. ''Mari berlatih pedang bersama.'' ucap Moza langsung menyerang Yuan..
Triiinngg..
Triinggg..
Kedua pedang saling beradu satu sama lain, Moza terus menerus menyerang Yuan.. Sedangkan Yuan hanya bertahan sesekali menangkis serangan yang Moza berikan..
Yuan memperhatikan keseriusan Moza yang sedang menyerangnya. ''Shi Yee benar akan ucapan mu dulu, bahwa kau akan ber renkarnasi menjadi wanita kuat dan tidak mudah di tindas. Aku bangga kepadamu permaisuri hatiku..''Gumam Yuan tersenyum bangga, tak sia sia ia menunggu selama berabad abad..
Triinggg..
Tringg..
Moza yang merasa jika Yuan tidak menyerangnya, menaikkan sudut bibirnya.. ''Tuan, mengapa anda tidak membalas seranganku? apakah anda takut.?? ejek Moza.
Yuan tersenyum. ''Aku hanya menghormati mu sebagai perempuan nona Moza.''jawab Yuan begitu sopan..
''Tuan perlu anda ketahui, jika dalam berperang kita tidak boleh melihat lawan kita lelaki atau perempuan. Kau tetap harus menyerangnya jika musuhmu perempuan, atau kau yang akan kehilangan kepalamu.'' Ucap Moza dengan gencar menyerang..
Sedangkan seorang pria tampan yang sedang bersender di pohon, ia hanya diam melihat mereka berlatih. ''Hm pasangan serasi.''ucapnya dalam hati..
Triinggg..
Triinggg..
Yuan sedikit melawan Moza memakai tenaga dalamnya, pertarungan yang sangat seimbang..
Tring..
Pedang Yuan terpental jatuh di tanah, sementara Moza menodongkan pedangnya di leher Yuan dengan senyuman kemenangan..
''Lihat lah aku yang menang Tuan.''ucap Moza berbangga karna bisa mengalahkan Yuan.. Namun pada kenyataan yang sesungguhnya, Yuan sengaja mengalah untuk melihat orang yang ia cintai bahagia..
Moza menjulurkan tangannya dan menarik tangan Yuan agar berdiri..
__ADS_1
''Kau sungguh hebat nona Moza..''Puji Yuan yang mana membuat Moza tersenyum senang..
''Terimakasih-terimakasih,, Oh ia saya lupa mengabarkan kepada anda Tuan. Bahwa aku harus segera pergi. Karna perjalanan masih sangat jauh Tuan..''Tutur Moza
''Boleh saya ikut nona Moza.?
Moza berpikir sejenak.''Tentu saja boleh Tuan, baiklah aku harus mengambil barangku di dalam sebentar..''kata Moza lalu pergi kedalam meninggalkan Yuan dengan pengawal setianya..
''Lue, Bakar kediaman ini sampai rata dengan tanah. Sebarkan rumor jika Pangeran Yin Yuan mati terbakar.''
(Disini Author ganti nama Lue, buat pengawal setianya Yuan.)
''Baik yang Mulia." Lue mengangguk dan pergi..
.
_______
.
Moza dan Yuan berjalan menjauh dari gubuk, mereka beriringan keluar dari hutan.. Tak ada pembicaraan yang keluar dari keduanya hingga Moza begitu suntuk, Moza melihat Yuan yang berjalan di depannya..
''Tuan.'' panggil Moza yang mana Yuan langsung menoleh kebelakang..
''Kenapa nona.?
''Dimana teman mu, apa dia tidak ikut.? tanya Moza yang penasaran karna pria satunya lagi tidak ikut mereka..
''Bisakah nona tidak memanggilku Tuan.? tolong panggil saya Yuan saja..
Moza menggerak gerakan bibirnya ke kanan dan kekiri lalu mengangguk. ''Baiklah aku tidak akan memanggilmu Tuan, tapi kau juga jangan panggil aku Nona. Panggil saja Moza.'' tutur Moza.
Yuan tersenyum.''Baiklah Moza..
.
_______
.
Akhirnya Moza dan Yuan sudah keluar dari hutan lebat, namun langkah mereka terhenti ketika mendengar suara suara di depan sana.. Moza dan Yuan pun bersembunyi di semak semak, lalu secara perlahan mengintip dari semak itu..
''Yuan siapa mereka.? bisik Moza.
''Sepertinya mereka para pejabat daerah, yang akan mengunjungi istana.''jawab Yuan sama berbisik..
''Ouhhh___ Memangnya ada perayaan apa di istana.?
''Kaisar Wei mengadakan perjamuan untuk menyambut kepulangan Pangeran ke tiga.'' jawab Yuan.
__ADS_1
Setelah mendapatkan penjelasan dari Yuan Moza mengangguk, lalu menoleh ke arah Yuan..
''Yuan apa kamu lelah berjalan.??
Yuan mengangguk dengan muka di buat sedih. ''Benar,, aku pegal sekaliii..
''iiissshhh jangan memasang muka menyedihkan seperti itu.!! ketus Moza.
Akhirnya Moza menyuruh Yuan untuk menunggunya di belakang sana, tanpa bertanya atau pun menolak. Yuan pergi melangkah menunggu Moza datang..
Sementara Moza tersenyum senang saat melihat ada banyak kuda, ia bisa mencuri dua kuda untuk perjalanan mereka. Kaki Moza sudah pegal untuk berjalan kaki..
Ia pun melangkah tanpa suara menghampiri kuda, namun langkahnya terhenti ketika ia mendengar suara suara ambigu di dalam tenda Terlebih tenda itu bergoyang dahsyat seperti tertiup angin..
Tuan lebih cepat lagiii Tuan..
Ahhh____
Apa pun yang kau inginkan..
Suara keduanya seperti sedang mencapai kenikmatan yang hakiki, Seperti sedang berlari namun diam di tempat dan itu membuat Moza semakin penasaran..
Moza yang begitu penasaran akhirnya melangkah, ia melihat kanan kiri tidak ada siapapun lalu Moza sedikit mengintip dari luar tenda..
Mata Moza melotot dengan apa yang ia lihat, Alangkah terjekutnya ia melihat dua sejoli sedang balapan kuda dengan keringat bercucuran..
Moza refleks mundur.. ''Oh mataku sudah tak suci lagi..'' ucap Moza melangkah pergi, namun Moza tak lupa untuk mencuri dua kuda yang di ikat di pohon..
.
.
Sedangkan Yuan masih setia menunggu Moza, tak berapa lama ia melihat Moza melangkah ke arahnya dengan membawa dua kuda..
''Kau sudah kembali.?? Yuan tersenyum lebar ketika melihat orang yang ia cintai kembali dengan selamat..
Moza mengangguk dan memberikan satu kuda kepada Yuan..
Yuan memperhatikan wajah Moza seperti kepiting rebus yang memerah, walau Moza memakai cadar namun tak bisa menutupi rona merah di pipinya..
''Apa kau baik baik saja.? tanya Yuan menempelkan tangannya di kening Moza..
''Aku baik baik saja, ayo kita pergi sebelum kita ketahuan oleh para penjaga yang membawa pejabat itu.'' ucap Moza yang kikuk, ia tidak mungkin memberi tahu Yuan bahwa ia melihat adegan tak senonoh di dalam tenda bergetar..
Yuan pun mengangguk dan naik keatas kuda, Mereka pun melajukan kudanya menuju Kota Zentian..
Disisi lain, Lue sudah membakar habis gubuk yang selama bertahun tahun di tempati jungjungannya.. Ia pun pergi seperti bayangan dan tinggal menyebarkan rumor kebakaran itu hingga sampai ketelinga Kaisar We..
.
__ADS_1
.
...SEE YOU IN THE NEXT CHAPTER ZIYENG LIKE.KOMEN.VOTE JANGAN LUPA YAA...