
Pada malam hari.##
.
Yuan memakai bajunya dengan rapih, lalu menghilang meninggalkan Moza setelah membuatnya kelelahan dan tidak bisa berdiri..
Sementara Kaisar Xin sudah menunggu Yuan begitu lama, hingga membuat urat urat rahangnya terlihat jelas. Ia sudah tidak sabar menyingkirkan penghalang antara dirinya dan Mozanya..
''Kau menungguku.?
Tanya seseorang dari arah belakang, yang tak lain adalah Yuan sedang menyenderkan badannya di pohon dengan satu kaki menyilang tangan terlipat di dada..
Kaisar Xin menoleh ke belakang, tersenyum sinis melihat rivalnya datang terlambat.
''Lamban, seorang Kaisar yang memimpin negri seharusnya tak membuang waktu apalagi terlambat.'' sendiri Kaisar Xin, namun Yuan sama sekali tidak tersinggung. Ia terus saja tersenyum melihat Kaisar xin...
''Ahh, aku memiliki alasan mengapa aku datang terlambat. Kau harus memaklumi jika permaisuriku harus aku tidurkan terlebih dahulu sebelum aku menemuimu..'' tutur Yuan yang mana membuat Kaisar Xin mengepalkan tangannya..
Cemburu??
Tentu saja dia cemburu, Kaisar Xin selalu memimpikan berada di posisi itu. Dimana dia yang akan membuat Moza tertidur di pelukannya..
''Kau___
''Dengarkan aku yang Mulia Kaisar Xin, lebih baik kau pulang ke kerajaan mu yang kecil itu.. Para selir di harem mu sedang menantikan belaian dari mu.'' tutur Yuan menyunggingkan bibirnya.
''Aku tidak akan pergi dari sini dengan tangan kosong, apapun caranya Moza harus ikut denganku ke istanaku.!! sentak Kaisar Xin sudah tersebut emosi, karna pria di depannya ini telah menghina kerajaannya...
Yuan terkekeh, namun di tutupi oleh kipas putih yang selalu Yuan bawa..
''Jika itu yang kau pinta, maka kau harus berakhir dengan kekecewaan.'' ledek Yuan..
''Kau__ jangan banyak bicara..
Sreeengg..
Kaisar Xin mengeluarkan pedangnya, berlari menyerang Yuan. Sedangkan Yuan masih diam tak bergeming, menunggu Kaisar Xin lebih dekat..
Sreeengg..
Hap__
Yuan menghindar kesamping, tangan yang sedang memegang kipas menangkis dan memutar pedang Kaisar Xin..
Bugh__
Yuan meninju Kaisar Xin hingga mundur beberapa langkah..
''Sialan.!!!
Kaisar Xin tak terima, langsung menyerang lagi Yuan dengan berutal. Namun bagi Yuan ini hanyalah sebuah permainan yang sangat membosankan..
Bugh__
__ADS_1
Bugh__
Yuan meninju beberapa kali dada Kaisar Xin hingga terpental jauh membentur pohon..
Dugh__
Ahhhkk__
Uhuk.. Uhukk..
Darah mengalir dari mulut Kaisar Xin, karna Yuan meninju Kaisar Xin dengan tenaga dalamnya. Sedangkan Yuan mengibas ngibaskan pakaiannya seperti ada kotoran dibajunya sambil berkata..
''Bukankah sudah aku bilang kau bukan tandingan Kaisar ini.'' ucap Yuan berbangga diri, lalu menatap Kaisar Xin. ''Pergilah karna aku mengampuni kali ini, namun dengan satu syarat kau harus menjauhi permaisuriku..'' tutur Yuan lalu melangkah ingin pergi..
Namun baru saja beberapa langkah, Kaisar Xin melemparkan belatinya hingga menancab di pundak Yuan...
Syuuuttt__
Jleb__
Yuan berhenti melangkah, lalu menoleh kebelakang melihat Kaisar Xin yang sedang tertawa..
Raut muka Yuan menggelap, senyum ramah yang tadi ia perlihatkan tak lagi terlihat yang ada hanyalah tatapan dingin dan datar tanpa ekspresi..
''Aku tidak akan pernah pergi dari sini seorang diri.!! teriak Kaisar Xin yang mana membuat Yuan menatap tajam Kaisar Xin..
Yuan mencabut belati dari bahunya tanpa ada rasa sakit sedikit pun, namun mata itu masih tidak lepas memandang dingin Kaisar Xin..
Mata Yuan berubah menjadi hitam, rambutnya berubah menjadi putih seputih perak. Luka akibat tusukan oleh belati tertutup rapat tanpa meninggalkan bekas sedikit pun..
Kaisar Xin yang melihat perubahan pria yang ada di hadapannya ini begitu terkejut..
''K_kau kau penyihir.'' ucap Kaisar Xin dengan gagap dan terkejut..
Syuuuttt __
Jleb__
Belati itu langsung menancab tepat di jantung Kaisar Xin, hingga Kaisar Xin tak bernafas lagi...
''Aku sudah memberikan kesempatan untukmu hidup, namun kau meminta kematianmu. Manusia bumi sepertimu tidak sebanding dengan Kaisar langit sepertiku.!! ucap Yuan menatap jasad Kaisar Xin seperti kotoran yang kapan saja bisa ia singkirkan..
Yuan pun memanggil Lue dan menyuruhnya untuk mengantarkan jasad Kaisar Xin ke kerajaannya, yuan fikir bahwa keluarganya ingin mengkreamasi Yuan untuk terakhir kalinya..
Sedangkan Lue langsung menghilang seperti asap hitam, membawa Kaisar Xin. Yuan yang melihat bawahannya sudah pergi ia pun langsung menghilang, dalam sekejap ia sudah berada di kamar Moza dan melangkah menghampiri sang istri yang tertidur dengan lelap..
Yuan langsung berbaring menatap Moza, dengan intens dan mengelus pipinya..
''Aku tidak akan membiarkan siapapun memilikimu selain diriku, susah payah aku membawa mu kedunia ini. Siapapun yang menginginkan dirimu harus mati.'' ucap Yuan lalu tidur memeluk Moza dengan erat, seakan dia tidak mau Moza pergi darinya..
.
.
Pagi hari.##
__ADS_1
.
.
Mata Moza terbuka secara perlahan, ia memeluk Yuan dengan erat dan mengendus aroma tubuh Yuan yang sangat memabukkan..
'Apa kau nyaman.?? tanya Yuan yang sudah bangun sedari tadi..
Moza mendongkak'kan kepalanya melihat Yuan, lalu tersenyum.. ''Yaa aku sangat nyaman, dan aku sangat menyukai aroma tubuhmu..'' jawab Moza terus menggesek gesekan wajahnya di dada bidang Yuan..
Cup..
Cup..
''Kau tidak mau bangun.??
''Tidak, aku ingin seperti ini..''
''Kau permaisuri pemalas.'' ledek Yuan yang mana membuat Moza langsung terbangun..
Duhg__
''Heii aku tidak malas, aku hanya lelah akibat ulahmu sendiri yang Mulia Kaisar.!! ketus Moza yang mana membuat Yuan terkekeh lalu duduk berhadapan dengan sang istri..
''Heii jangan marah aku hanya becanda, aku minta maaf.'' ucap Yuan sambil mengecup tangan Moza dengan Lembut..
''Jangan meminta maaf, Kaisar seperti mu tidak pantas meminta maaf..''
Yuan tersenyum..
''Apa kau melupakan sesuatu.? tanya Yuan
''Memang aku melupakan apa.? Moza bingung..
''Bukankah nanti siang kau harus menghadiri perjamuan teh dengan para nona muda bangsawan.?? tutur Yuan.
Thak__
''Haisshh aku lupa.'' Moza memukul keningnya..
''Baiklah aku akan bersiap siap, menghadiri perjamuan teh yang akan merendahkan sesama wanita.'' ucap Moza melangkah pergi kepemandian..
.
.
.
...Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaa 🤗...
...Mau up lagi gak nih.??...
...Kalau mau up, kasih bunga donk biar Author semangat 🤭🤭...
Tolong untuk para pembaca transparan, yang nge favoritkan karya ini lalu membacanya tanpa meninggalkan jejak Likenya kalian hargai Author ini.. Tolong yaa setelah membaca pastikan tekan Like nya, karna dengan cara itu kalian menghargai karya Author yang tidak seberapa ini.. Membuat Novel itu susah dan butuh pikiran yang jernih, tolong yaa setelah membaca pastikan Like Like Like.. jangan buat Author malas up, yang favorit 500 lebih namun yang Like cuma 100 san.. itu sisanya pada kemana.?? tolong yaa yaaa hargaiiiiiii💖
__ADS_1