PERMAISURI UNTUK KAISAR

PERMAISURI UNTUK KAISAR
Moza mengetahui


__ADS_3


.


Anggap saja malam Yaa..


.


.


Moza dan Yuan berjalan jalan menelusuri kota Zentian, sambil mencari penginapan yang pas di kantong mereka.. Moza sudah tak memiliki banyak Koin emas lagi di sakunya, apa lagi Yuan tak sepeserpun memiliki Koin..


Namun bagi Moza hal yang sangat mudah mendapatkan koin atau uang di jaman kuno ini, seperti sekarang. Walau Moza berjalan seperti orang normal pada umumnya, namun tidak dengan tangan lentik yang mahir mencuri..


''Kita akan mencari penginapan sederhana saja Moza, maaf karna aku tak memiliki koin.'' tutur Yuan.


Moza menyunggingkan bibirnya. ''Untuk apa kita menginap di penginapan yang sederhana jika masih ada penginapan yang mewah..


''Tapi Mo___


''Ayo ikut aku.'' Tangan Yuan di seret oleh Moza, menuju penginapan Bao Ding..


.


Sesampainya mereka di depan penginapan Bao Ding, Moza masuk beserta Yuan yang kebingungan..


''Permisi Tuan, tolong siapkan kami dua kamar untuk satu malam.'' Ujar Moza memberikan dua kantong koin perak..


Yuan yang melihat Moza mengeluarkan koin sebanyak itu merasa heran, ia bertanya tanya dari mana Moza mendapatkan koin. Bukankah tadi dia tak memiliki koin sebanyak itu..


Yuan menatap Moza dengan tatapan sulit diartikan..


''Baik Nona, mari hamba antar.'' ucap sang pelayan dengan sopan..


Moza dan Yuan mengikuti pelayan itu dari belakang, sementara Yuan berbisik di telinga Moza..

__ADS_1


''Dari mana Kau mendapatkan Koin sebanyak itu.? bisik Yuan..


''Masih terlalu dini, untuk kau mengetahuinya.'' jawab Moza terkekeh meninggalkan Yuan yang sedang mematung mendengarkan penuturan Moza..


''Masih diniiiii.... Hai,, aku bukan anak kecil.!! teriak Yuan..


Moza tak memperdulikan teriakan kecil Yuan, ia langsung masuk ke kamarnya untuk beristirahat. Sedangkan Yuan pun masuk ke kamarnya sendiri..


.


.


.


Di tengah malam, Yuan terbangun dari tidurnya karna mendengar seseorang memanggilnya..


''Yang Mulia,,


''Yang Mulia,,


Perlahan mata Yuan terbuka dan melihat jika Lue berada di depannya..


''Mohon maaf yang Mulia, air untuk anda mandi sudah siap. Ini sudah lewat malam yang Mulia.'' tutur Lue.


''Ahhh Benarkah.?? tanya Yuan semangat, karna badan dia lengket oleh cairan yang selama ini di pakai ke seluruh badannya..


''Baiklah kau boleh pergi, aku akan kebawah..''


''Baik yang Mulia..


Yuan pun turun dari ranjang dan mengambil kain, ia membuka pintu kamarnya sedikit demi sedikit.. Kepala Yuan memeriksa dan melihat kanan kiri, apakah ada orang lewat!!


''Ternyata sudah aman, aku bisa mandi sekarang.." ucap Yuan bergegas pergi dari kamarnya, berjalan tanpa menimbulkan suara..


Tanpa Yuan sadari, jika Moza melihat gerak geriknya yang mana Moza langsung mengikuti Yuan ke tempat pemandian.. Di sana Yuan sedang membuka seluruh bajunya, namun hanya menyisakan ****** ***** terbuat dari kain putih..

__ADS_1


''Badannya lumayan juga,''ucap Moza tanpa sadar memandangi Yuan, sampai Yuan menenggelamkan diri ke bak mandi..


Yuan menenggelamkan seluruh badan dan kepalanya di dalam air cukup lama, yang mana membuat Moza khawatir jika Yuan tak bernafas lagi..


''Apakah dia baik baik saja.? gumam Moza yang berada di balik pembatas ruangan..


Ketika Moza akan melangkah menghampiri Yuan, pupil mata Moza membesar ketika melihat pria tampan yang keluar dari air.. Moza tertegun melihat ciptaan tuhan yang begitu sempurna..


''Bukankah yang tadi masuk kedalam bak mandi adalah Yuan?? kenapa yang keluar dari air orang berbeda.?? gumam Moza dalam hati..


Yuan menggosok badannya dengan air, sesekali mencium aroma kelopak mawar yang begitu banyak di bak mandi..


Moza memperhatikan garis wajah pria yang ada di dalam bak mandi, ia seperti familiar dengan wajah tampan itu. Moza seperti sudah bertemu dan entah di mana, ia pun lupa..


Yuan yang peka terhadap sekitar, ia merasakan ada orang lain di ruangan ini selain dirinya..


''Siapa disana, kenapa kau bersembunyi..'' ucap Yuan mengeluarkan Aura dinginnya..


Moza merasakan hawa dingin yang sangat kuat, ia akan melangkah keluar dari persembunyiannya. Namun pengawal Lue terlebih dahulu masuk..


''Ampun yang Mulia..''


''Lue..


''Hamba akan membawa informasi untuk anda..''


''Informasi apa.?


''Kaisar Wei dan permaisuri Yuchen, menyuruh seorang pemuda untuk berpura-pura menjadi anda yang Mulia.. Dan setelah pemuda itu naik tahta, mereka akan bermain di belakang layar..


''Aahhh, manusia-manusia rendahnya itu... Biarkan saja terlebih dahulu, tak ada siapapun yang bisa mengambil milikku..


Moza hanya diam mendengarkan pembicaraan dua lelaki itu..


.

__ADS_1


.


...SETELAH MEMBACA WAJIB MEMBERI LIKE,🤣 NANTI SIANG DI LANJUT LAGI KALAU AUTHOR GAK CIBUUKK...


__ADS_2