PERMAISURI UNTUK KAISAR

PERMAISURI UNTUK KAISAR
28


__ADS_3

Pria itu melangkah menghampiri Moza, dengan rasa rindu yang yang memburu di dalam jiwanya.. ingin sekali ia memeluk wanita yang selama ini ia tunggu, namun ia urungkan karna kemungkinan wanita yang ia cintai sudah melupakannya..


.


.


''Apa kau baik baik saja.? tanya Yuan yang melihat Moza mengucek ngucek matanya.


''Siapa disana.? tanya Moza.


''Saya orang yang sudah menolong mu.'' jawab Yuan.


''Ouh terima kasih sudah menolongku tuan.''


''Baiklah, boleh saya periksa matamu.??


Yuan menghampiri Moza dan melihat matanya, setelah itu Yuan memberikan bubuk penawarnya.. Namun mata Yuan hanya fokus melihat wajah yang selama ini dia rindukan..


''Shi Yee, apakah ini kau yang ber renkarnasi?apa kau masih ingat kenangan kita? aku merindukanmu..''gumam Yuan dalam hati sambil memasangkan penutup mata, agar penawar itu bekerja lebih cepat..


Tak berapa lama Moza pingsan tak sadarkan diri, Yuan pun menggendong Moza dan pergi dari sana menjadi asap putih lalu menghilang..


.


.


Pagi hari.#

__ADS_1


.


Burung burung berkicau ria, membangunkan Moza yang tengah tertidur pulas.. Mata Moza terbuka namun gelap gurita, ia pun meraba wajahnya dan ternyata matanya tertutup kain..


Moza pun melepaskan kainnya lalu membuka mata dengan perlahan, ia bisa melihat tempat ini begitu lesuh dan kotor. ia turun dari ranjang yang terbuat dari papan, lalu melangkah keluar..


Moza mendengar seperti ada suara di belakang, ia pun melangkah ke arah dapur sepertinya..


Bisa Moza lihat dari tempatnya berdiri, ada dua orang pria yang sedang berkutat di dapur.. yang satu begitu tampan berkulit putih, yang satu berkulit coklat matang dengan wajah yanggg euuuhh Moza tak bisa berkata kata..


''Permisi tuan.''


Kedua laki-laki itu menoleh ketika mendengar suara dari arah belakang..


''Kau sudah bangun.? tanya Yuan.


Yuan tersenyum mengambil makanan, lalu meletakkannya di papan meja panjang..''Makan lah terlebih dahulu, kau dari kemarin tak sadarkan diri..


Moza pun duduk dengan canggng, ia ingin menolak namun tak enak hati karna pria di hadapannya ini yang telah menolongnya..


''Kau berasal dari mana.? tanya Yuan di sela sela mereka makan..


''Saya berasal dari kekaisaran Xin tuan.'' jawab Moza sambil mengasupkan makanan kedalam mulutnya, ia tidak mungkin menceritakan bahwa dia berasal dari masa depan..


''Yuan hanya tersenyum, ia tau bahwa Moza bukan berasal dari negri Xin melainkan berasal dari kehidupan yang Yuan pun tidak bisa menggambarkannya..


''Lantas untuk apa nona datang ke negri Yin ini.??

__ADS_1


Kali ini Moza terdiam, ia tidak tau harus berkata apa. Ia juga bingung.. ''Saya datang ke negri Yin ini untuk mencari pengganggu di setiap tidurku.''


Uhuk..


Uhukk..


Yuan tersedak makanannya, saat Moza bilang pengganggu dan tanpa sadar bahwa Moza mengatakan jika ia pengganggu. Karna yang selama ini selalu hadir di mimpi Moza adalah Yuan/ Kaisar Xufeng..


lalu Yuan menoleh ke arah Moza yang sedang fokus makan..


''Apa kau melihat wajahnya.? tanya Yuan gugup.


Moza mengaguk. ''Ya tentu saja, aku mengenali orang yang aku cari walau masih sedikit buram Tuan..


Khem..


''Apa dia tampan.? tanya Yuan berharap bahwa Moza menganggukan kepalanya..


Moza diam sejenak berfikir, ''aku tidak bisa menjawab karna tidak melihat dengan jelas..'' tutur Moza yang sudah selesai makan..


''Kalau begitu boleh saya ikut dengan mu nona, saya di sini tidak punya siapapun..''Pinta Yuan, karna ia ingin selalu ada di dekat Moza.. Walau sebenarnya yang Moza cari sudah berada di depan matanya..


.


.


.

__ADS_1


...DI LANJUT BESOK YAA.. AUTHOR LAGI SAKIT SEBENARNYA.....


__ADS_2