PERMAISURI UNTUK KAISAR

PERMAISURI UNTUK KAISAR
Mencintainya


__ADS_3

Moza dan Yuan masih berada di kota Sun Ya, Yuan akan membawa Moza ke se suatu tempat yang mungkin Moza akan menyukainya..


''Yuan kita mau kemana.? tanya Moza.


''Kita akan pergi ke tengah hutan, aku akan menunjukkan sesuatu yang sangat indah.'' jawab Yuan memacukan kudanya lebih cepat..


Tak berapa lama, Yuan dan Moza pun akhirnya sampai di tengah hutan..


Moza tertegun melihat pemandangan yang sangat indah di depannya..



.


Hap..


Yuan turun dari kudanya dan menggendong Moza turun dari kuda...


''Ini sangat indah.'' gumam Moza..


''Kau menyukainya.??


''Ya aku sangat menyukainya..


Moza tanpa sungkan atau pun malu, Moza langsung melucuti pakaian nya. Sedangkan Yuan matanya langsung melotot melihat kelakuan sang istri..


''Kau mau apa.? sentak Yuan melihat kanan kiri, takut ada orang melihat tubuh polos sang istri..


Moza tak mendengarkan Yuan, ia melucuti pakaiannya dan hanya menyisakan pakaian dalamnya saja...


Byuurrrr___


Moza langsung terjun ke dalam air yang berwarna biru jernih, sedangkan Yuan menggelengkan kepalanyanya Ia membuat prisai di area air terjun tanpa sepengetahuan Moza supaya tidak ada yang menemukan mereka..


Yuan pun melucuti pakaiannya dan menyusul sang istri..


Byuuurrr__

__ADS_1


Mereka berdua berendam bersama, saling melempar air satu sama lain..


Bahagia??


Tentu saja mereka berdua bahagia, terutama Yuan. Ia sangat bahagia bisa menjalani kehidupan dengan orang yang ia cintai walau harus menunggu waktu yang lama..


Aahhhkkk


''Yuan berhentiiii, ini sangat menggelikan.'' pinta Moza yang sudah tidak tahan di kelitiki oleh Yuan..


Hap..


Yuan menagkap tubuh Moza, memeluknya dengan erat dari belakang...


''Aku mencintaimu Za'er.''


''Aku juga mencintaimu.'' jawab Moza membuat hati Yuan berbunga-bunga..


''Ayo kita pulang, terlalu lama berendam nanti kau bisa sakit.'' ucap Yuan namun tangannya di cekal oleh Moza..


''Tunggu.''


Lidah Moza bermain saling belit dengan Lidah Yuan, pelukan mereka begitu erat. Dada mereka menempel satu sama lain.. Yuan melepaskan penghalang yang menghalangi gundukan kembar favoritnya..


Yuan merem*s dada Moza dengan gemas, sementara Moza sedang mengelus junior Yuan di bawah sana yang mana membuat yuan mengerang tak tahan..


''Aku__Ahh aku menginginkannya.'' ucap Yuan dengan nafas memburu..


Moza mengangguk..


Terjadilah guncangan dahsyat di dalam air, keduanya saling bertautan. Bahkan yuan memangku Moza dan melajukan juniornya supaya masuk lebih dalam..


Erang*ng kenikmatan keluar dari keduanya...


Setelah itu silahkan kalian berimajinasi dengan otak mesum kalian masing masing. wkwkwkwk


.

__ADS_1


.


KEKAISARAN XIN.#


.


Setelah kematian Kaisar Xin banyak sekali pemberontak di dalam istana. Mereka menginginkan posisi sebagai kaisar, namun semua tak berkutik karna masih ada ibu suri yang memegang kendali atas istana...


Ibu suri pun meminta Jenderal Xyuyong untuk menikahi putrinya, hingga sang Jenderal bisa menjadi seorang Kaisar meneruskan tahta anaknya..


Ibu suri tidak mau jika kerajaannya di pimpin oleh orang lain yang serakah..


Di sebuah taman buatan..


Jenderal Xyuyong dan Putri Xian Lu, sedang duduk bersama. Tak ada yang mulai berbincang dari keduanya, mereka merasa canggung..



''Putri, apa pendapatmu tentang permintaan ibu suri.? tanya Jenderal Xyuyong akhirnya memulai perbincangan..


Putri Xian Lu diam menatap pria di hadapannya ini, jika boleh jujur! hatinya masih terpaut dengan Lee yang sangat tampan. Namun ia harus menelan pil pahit, saat melihat kenyataan jika orang yang ia cintai seorang perempuan yaitu Moza..


Xian Lu mengehela nafas dan mengangguk. ''Aku menerimanya karna tidak ada pilihan lain, jadi segera laksanakan pernikahan ini sebelum para pemberontak itu semakin menjadi.'' ujar Putri Xian Lu..


Jenderal Xyuyong mengangguk dan undur diri, untuk mempersiapkan pernikahannya. Sementara putri Xian Lu memandang ke arah daun daun yang berwarna merah..


''Hati tak bisa di bohongi, aku mencintai nya walau dia seorang perempuan.'' gumam Putri Xian Lu.


Sang dayang memegang pundak jungjungannya..


''Putri...


Putri Xian Lu menoleh dan tersenyum. ''Aku akan membuang perasaan ini Ji Ah, tidak perlu khawatir..'' ucapnya sambil mengusap airmatanya..


.


.

__ADS_1


...Jangan Lupa tinggalkan jejak kalian yaa ...


...LIKE.KOMEN.VOTE ...


__ADS_2