
Setelah lama mengamati, akhirnya Moza mendapatkan celah agar bisa masuk kedalam. Moza menyelusup kedalam Han Liyang, dan menyamar sebagai penari untuk menghibur para tamu..
Moza melihat dirinya di cermin, dangan memakai baju transparan seperti jala*g yang menggoda. Ia tidak akan pernah melupakan cadar yang selalu ia pakai jika dirinya menjadi perempuan..
''Cepatlah! para Tuan dan para Bangsawan sudah menunggu kalian.!! teriak salah satu wanita..
Moza dan yang lainnya masuk kesebuah aula, dan berdiri di tempatnya masing-masing yang di kelilingi oleh pria hidung belang.
Sementara netra mata Moza tengah mencari seseorang, yang akan dia habisi nyawanya.
...........
Musik di alunkan dengan indah, para penari termasuk Moza meliukkan badannya hingga mencuri perhatian para lelaki yang saat ini tengah meneteskan air liurnya..
Pria yang Moza incar pun, tengah memperhatikan Moza dari tempatnya dan menginginkan wanita bercadar itu. DIa pun membisikan kepada bawahannya untuk membayar wanita itu dan menemuinya kedalam kamar yang sudah dia pesan..
Mata Moza melihat pria yang membunuh Xiomei nya tengah melangkah keatas sambil tersenyum kepadanya. dan tidak lama Musik berhenti sejenak, dan seorang perempuan memanggil Moza.
''Kau_ kemari!!
Moza melangkah keluar dari Aula dan menghampiri perempuan itu, yang Moza yakini adalah pemilik Han Liyang..
Moza sedikit membungkukkan kepalanya. ''Ya nyonya..
Wanita itu menyeret Moza sedikit menjauh, dan menyuruhnya untuk pergi melayani tamu yang sudah berada di kamar nomer Lima.
Moza pun menyanggupi nya dan pergi melangkah keatas dengan senyuman iblis tercetak jelas di wajah cantiknya..
Kreketttt..
Moza mendorong pintu dan melangkah masuk dengan anggun. Yang mana membuat Moza bisa melihat pria itu sedang meminum arak dan tersenyum melihat kedatangannya..
''Kau sudah datang, cepat layani aku.!! ucapnya.
Moza tersenyum dan membungkukkan badannya, Lalu ia membuka jubah dan langsung menghampiri pria itu.
Setelah berada di depan, Moza membuka cadarnya yang mana membuat pria itu tersedak melihat kecantikan yang Moza miliki..
Uhukk..
Uhukk..
Pria itu melihat Moza dengan tatapan lapar, sedangkan Moza tersenyum nakal dan mengambil kain berwarna merah untuk menutup mata pria itu..
Pria itu seakan terhipnotis dan menuruti yang Moza lakukan, dengan senyum bodoh tercetak di wajahnya karna terlalu banyak meminum arak..
Setelah memasangkan kain, Moza mundur kebelakang lalu mengambil pedang yang dia simpan. Moza memandangi pedang yang ada di tangannya begitu mengkilap..
Sreet..
Tanpa basa basi, Moza menggorok kepala pria itu hingga terputus dari badannya.. Moza tersenyum bak iblis yang haus akan nyawa, ia pun memakai bajunya kembali dan membungkus kepala pria itu dengan kain, lalu Moza keluar dari arah jendela dengan cepat, membawa kepala itu entah kemana...
.
...........
Ke esokka pagi.#
Kota kekaisaran HAN tengah di gegerkan dengan kepala tanpa tubuh tergantung di tengah kota, orang orang berkerumun melihatnya dan bergidik ngeri..
Para rakyat pun berbisik bisik, membicarakan kepala yang saat ini tergantung..
''Bukankah itu Pangeran Han Lie Mo, anak dari selir Kaisar yang ke empat..
__ADS_1
''Iya.
''Iya.
''Malang sekali nasibnya..
''Mungkin itu karma untuknya, karna sering memperkosa para gadis..
Begitulah bisikan para rakyat, dan masih banyak bisikan lain yang terdengar. Taklama kereta kuda dari istana datang dan keluar lah Selir Mio dengan derai airmata bersama Kaisar HAN..
Para rakyat bersujud, ketika melihat Kaisar mereka datang..
''Putrakuuuuu..'' teriak Selir Mio
Kaisar memandangi kepala putranya yang tergantung dan memeluk selirnya dengan erat, para perajurit menurunkan kepala itu dan membawanya kejadapan Kaisar..
''Yang Mulia..
''Cari badannya sampai ketemu..'' titah Kaisar.
Para perajurit pun mengangguk patuh, lalu berpencar untuk mencari badan sang pangeran..
Akibat kejadian hari ini, membuat Kaisar marah karna perjamuan dengan para tamunya harus terganggu karna kejadian ini..
............
Han Liyang.#
Sama halnya di Han Liyang, saat ini tengah di gegerkan dengan pemandangan badan tanpa kepala tergeletak di lantai..
Sang pemilik Han Liyang memelototkan matanya, sudah di pastikan bahwa sebentar lagi dia dan seluruh keluarganya akan di hukum mati oleh sang penguasa kekaisaran.. Dan benar saja, para perajurit istana datang ke Han Liyang untuk membawa tubuh Pangeran Han Lie Mo dan membawa pemilik Han Liyang untuk di introgasi..
.
Ia begitu puas karna sudah menghabisi orang yang telah merenggut satu satunya keluarga yang dia punya, Moza tak perduli bahwa orang yang ia bunuh adalah seorang pangeran sekali pun.
Karna siapa pun yang menggangunya atau mengganggu ketentraman nya, harus mau menerima resiko karna telah mengganggu nya..
.
Pemilk Han Liyang yang bernama Sun mei, tengah di pertanyakan kenapa tubuh Pangeran Han Lie Mo berada di Han Liyang.?!
Sun mei pun menjelaskan, jika Pangeran Han Lie Mo adalah pelanggan setianya. Dan malam itu yang menemaninya adalah wanita bercadar..
Penasehat istana menunjuk pelukis handal, untuk menggambar sang pelaku agar dapat di temukan..
Tak butuh waktu lama, sang pelukis itu selesai membuat sketsa wajah yang telah membunuh Pangeran ke empat dan memberikan hasilnya kepada Kaisar..
''Apakah ini orangnya..?! tanya Kaisar Han..
''Benar yang Mulia.'' jawab Sun mei
''Perajurit.!! Sebarkan ini di seluruh kota kekaisaran dan jangan sampai ada yang terlewat.!! Titah Kaisar yang di angguki oleh semua bawahannya..
.
...........
.
''Ahhh perutku kenyang sekali..'' gumam Moza, sambil mengelus perutnya...
Ia bersender di pohon untuk berteduh sekalian beristirahat, namun sepertinya ia tak bisa beristirahat karna mendengar dua orang sedang berdebat sambil mengacungkan pedang mereka masing masing..
__ADS_1
Tringgg..
Tringgg..
Kedua pedang saling beradu dan itu membuat Moza sebal bukan main. Awalnya Moza acuh! namun lama kelamaan Moza merasa terganggu, yang mana Akhirnya Moza pergi untuk memeriksa keadaan di sana..
Bisa Moza lihat dari tempat ia berdiri sekarang, namun tatapan Moza bersinar ketika melihat baju yang di pakai salah satu pria yang sedang bertarung itu.
Pakaian itu berbahan sutra terbaik yang pernah Moza lihat.. ''Apakah dia orang kaya..? gumam Moza yang sedang bersender di pohon, sambil melipat tangannya dengan satu kaki bersilang..
Tringgg..
Tringgg..
Syuuuuttt..
Jleb..
Moza kaget bukan main, pedang itu menancab di pohon yang ia senderi.
Gluk,
Moza menelan ludahnya, lalu menoleh ke arah dua pria yang saat ini sedang menatapnya heran..
''Heii pemuda, apa yang sedang kau lakukan? tanya satu pria itu.
Khem..
Moza berdehem dan berdiri tegak. ''Aku? aku hanya kemari karna tergangu oleh kalian yang sedang beradu pedang.'' jawab Moza tenang lalu menghampiri mereka..
''Lancang sekali kau pemuda, dimana sopan santun mu.?!! bentak pria itu..
''Heiii... Kenapa kau berteriak, aku tidak tuli paman.!!
"Ka__
"Sudahlah Yue, kenapa kau berdebat dengannya. Dan kau pemuda, dari mana asalmu.?
''Aku,, aku sendiri pun tak tau asalku dari mana. Dan kau, dari mana asal kalian.?!!
''Lancang, dia adalah seorang Putra Mahkota Hanzu dari kekaisaran HAN..
''Oooohh,, jika begitu mari kita bertarung.'' tantang Moza kepada Wang Yue pengawal setia Putra Mahkota Hanzu..
Tak banyak bicara, Yue langsung menyerang Moza dengan brutal..
Traang..
Traang..
Bugh..
Moza dan Yue bertarung dengan seimbang, yang mana membuat Putra Mahkota Hanzu tertarik kepada Moza untuk menjadi pengawal setianya..
.
Moza..
.
...SEE YOU IN THE NEXT CHAPTER ZIYENG LIKE.KOMEN.VOTE BIAR AUTHOR SEMANGAT NULIS YAA.....
__ADS_1