
.
Burung burung berkicau ria di luar sana, sinar mentari menyambut pagi.. Kaisar Xin sudah bersiap pergi menunggangi kudanya, ia akan pergi ke kota Zentian dimana akan ada pertemuan terbuka untuk para rakyat yang akan menyambut permaisuri baru negri mereka..
Setelah negri Yin mereka berganti Kaisar, rakyat mulai merasa hidup dengan tenang dan damai tanpa harus ada yang tertindas atau memberi pajak berjumlah besar.. Yuan sudah membereskan orang orang yang melakukan korupsi mau pun meberontak yang mendukung mantan Kaisar Wei yang sudah di alam baka.. Yuan sudah menggantinya dengan orang baru, yang pasti akan setia di bawah kekuasaannya..
.
Sedangkan disisi lain, di sebuah ruangan gelap terdapat dua insan manusia yang masih tertidur dengan keadaan telanjang bulat hanya di ter'tutup oleh kain..
Perlahan mata Yuan terbuka, yang pertama kali ia lihat adalah sang istri yang masih terlelap. Di elusnya wajah Moza dengan Lembut dan penuh kasih sayang, ia masih tak menyaka jika masih bisa di beri kesempatan hidup dengan orang yang ia cintai sedari dulu..
Cup..
Yuan Mencium pipi Moza dengan gemas. ''Kau satu satunya wanita yang aku cintai, tidak akan ada wanita lainnya di kehidupan kita sekarang yang akan menyakitimu seperti dulu..''
Cup..
Yuan terus saja mencium seluruh wajah Moza hingga sang empu terbangun dari tidur cantiknya..
Hmmmm...
''Aku masih mengantuk...'' ucap Moza mengeratkan pelukannya, Yuan terkekeh melihat berita majanya sang istri..
''Ini akan menjelang siang, mari bersihkan badan kita terlebih dahulu. Karna aku harus menghadiri pertemuan para mentri dan pejabat yang baru..'' tutur Yuan
Moza pun membuka matanya dan menoleh ke arah Yuan. ''Apa aku boleh berkeliling.?? tanya Moza antusiasi.
Cup..
__ADS_1
''Tentu saja boleh sayang, ini istana mu dan semua yang ada di istana ini hanya milikmu.''
Mata Moza berbinar dan langsung duduk, namun ketika ia duduk Moza merasakan area inti nya begitu sakit..
Ahhhkkk___
''Hati hati permaisuriku, apa begitu sakit.?? tanya Yuan khawatir, namun Moza menggeleng..
''Tidak terlalu, hanya sedikit perih saja..''
''Jika kau masih merasakan sakit, istirahatlah dan berdiam di kediaman sampai kau lebih baik.'' tutur Yuan.
Moza langsung menoleh ketika mendengar harus beristirahat dan berdiam diri di kamar, oh ayolah bisa-bisa Moza mati karna bosan..
Dugh..
''Kau sedang merayuku.??
''Aku tidak merayumu, kau salah paham.'' elak Moza..
Cup..
Yuan mengecup bibir Moza dan menggendongnya kepemandian.. ''Kau mau membawaku kemana Yuan.?
''Aku akan membantumu, membersihkan diri.''
Moza pun pasrah dan menurut saja. Yuan dengan perlahan menggosok tubuh Moza, sesekali memberikan kecupan hangat fi bahu Moza..
''Yuan itu sangat geli..'' protes Moza..
__ADS_1
Namun Yuan tak menghiraukan protes dari bibir sang istri, ia sedang asik menggosok pundak sang istri yang sudah belang seperti macan tutul hasil karya bibir Yuan..
Tangan Yuan berpindah ke arah gundukan kembar Moza yang sangat pas di tangannya...
''Yuan..
''Ya permaisuriku.?
''Aku merasakan sesuatu yang bangun''
''Kesayanganmu sudah bangun dan meminta jatahnya.'' bisik Yuan di telinga Moza yang mana membuat Mozq bergeser. Namun Yuan sudah terlebih dahulu menarik tengkuk Moza dan langsung menciumnya..
Di sela bibir mereka sedang bergulat, satu tangan Yuan meremas gundukan kembar dengan perlahan. Dan satu jari sedang bergoyang di bawah sana, membuat Moza mengerang nikmat..
''Yuan,, aaahh___akuuu..
''Apa kau menginginkannya..??
Moza mengangguk kecil pertanda jawaban dari pertanyaan Yuan..
Yuan pun tersenyum dan menyatukan miliknya ke daerah yang sudah halal ia miliki.. penyatuan di dalam pemandian pun tak bisa di hindari..
para dayang yang mendengar suara suara erotis begitu malu saat mendengarnya..
.
.
...SEE YOU IN THE NEXT CHAPTER ZIYENG LIKE.KOMEN.VOTE JANGAN LUPA YAA ...
__ADS_1