
Setelah pergulatan tadi pagi yang mana membuat Moza menggerutu kesal, akhirnya ia bisa berkeliling istana yang mana membuat senyum mengembang di wajah cantiknya..
Jika boleh jujur, sebenarnya Moza masih merasakan sakit di area inti nya. Namun ia tak mau berdiam diri di kamar karna pastinya membosankan..
Beberapa dayang mengekori Moza di belakang agak berjarak dengan setia dan tak mengeluh mengikuti Moza.. saat ia melangkah, Moza mendengar dentingan pedang saling beradu..
Moza langsung menoleh ke arah dayang dan melambaikan tangannya. ''Kau kemarilah.''
''Hamba yang Mulia.''
''Dari mana asal suara pedang itu.??
''Menjawab yang Mulia, para perajurit beserta jenderal Chen Yu sedang berlatih pedang di lapangan..
Moza mengangguk. 'Baiklah Antarkan aku kesana, aku ingin melihatnya..''
''Tapi yang Mulia ham__
''Tidak usah banyak tapi tapi, antarkan saja aku kesana.'' ucap moza dengan tegas yang mana membuat para dayang menunduk..
Para dayang pun mengantarkan Jungjungan mereka ke lapangan berlatih, dari arah yang cukup jauh Moza bisa melihat para perajurit sedang berlatih satu sama lain..
Tring..
Tring..
Tring..
__ADS_1
Moza tersenyum dan melangkah ke arah mereka, orang orang yang melihat kedatangan permaisuri mereka langsung berlutut dan memberi salam termasuk jenderal Chen Yu..
''Salam Yang Mulia Permaisuri .'' ucap mereka serempak.
Moza mengangguk. ''Berdirilah, dan lanjutkan lagi latihan kalian. Aku hanya ingin melihat lihat.'' tutur Moza..
Mereka pun melanjutkan latihan mereka, sementara para dayang mempersiapkan kursi untuk Moza duduk..
Moza yang sedang duduk di kursi empuknya langsung tersenyum saat semua orang menghormatinya. ''Oh tuhan jangan ambil semuanya dariku, aku menyukai berada di jaman kuno ini. Terlebih aku tidak perlu banting tulang mencari uang untuk menghidupi diriku sendiri..'' ucap Moza dalam hati sambil menegangkan otot tangannya..
Ia pun merasa bosan dan langsung berdiri pergi dari sana, Moza akan menemui Yuan yang sedang pertemuan dengan para pejabat dan mentri..
Moza berjalan sambil bergumam dan entah apa yang sedang ia gumamkan, namun tiba tiba seseorang menubruknya..
Bugh___
Aww__
Wanita itu mendongkakkan kepalanya dan melihat Moza dengan tajam, ia pun berdiri dengan rasa kesal di hatinya..
''Kau, apa kau tidak bisa melihat jalan hingga menubrukku.'' bentak wanita itu sambil menunjuk wajah Moza.
Semua orang begitu terkejut ketika melihat permaisuri mereka di bentak, sudah jelas semua orang tahu bahwa wanita itulah yang sedari tadi berlari dan menubruk jungjungannya..
''Lancang!! kau begitu berani mem___
Moza mengisyaratkan dayang itu agar diam, dalam hati Moza ingin bersenang senang karna di landa Bosan..
__ADS_1
''Siapa kau.? tanya Moza dengan nada lembut..
Wanita itu melipat tangannya di dada, menatap Moza dengan pandangan meremehkan..
''Aku adalah calon selir di istana ini. ''Jawabnya angkuh yang mana membuat Moza mengerutkan keningnya..
''Oh tuhan, baru satu hari pernikahanku sudah datang pengganggu..'' ucap Moza dalam hati, namun ketika Moza melihat keangkuhan di dalam diri wanita ini. senyum Moza pun semakin lebar ketika ia mempunyai mainan barunya..
''Siapa yang menjanjikan mu menjadi selir di istana ini.? apakah kau belum mengetahui jika Kaisar Yin sudah memiliki permaisuri.?
''Kau wanita rendahan, jangan ikut campur aku tidak punya urusan denganmu. Minggirlah karna aku harus menemui permaisuri.' ucapnya melangkah pergi meninggalkan Moza yang menahan tawanya..
Sementara para dayang begitu geram melihat perlakuan wanita angkuh itu.!!
Moza pun menoleh ke arah para dayang yang sedari tadi mengikutinya..
"Apa kalian mengenalinya.??
"Menjawab yang Mulia, dia adalah Min rong putri pertama dari kediaman perdana mentri..'' jawab dayang itu..
Moza tersenyum dan mengangguk..
''Hari hariku akan sangat menyenangkan....
.
.
__ADS_1
.
...SEE YOU IN THE NEXT CHAPTER ZIYENG LIKE.KOMEN.VOTE JANGAN LUPA YAA...