
Moza dan Yuan keluar istana secara diam-diam, mereka menunggangi kuda dengan cepat menuju hutan..
Lue dan para perajurit yang mengawal paman Wei dan seluruh anggota keluarganya untuk pergi kedermaga, ternyata malah di ikat di dalam hutan..
''Hai kalian para penghianat! lepaskan kami.!! teriak Pangeran pertama..
''Apakah kalian sekarang menjadi pemberontak, karna membawa anggota keluarga istana dan menyekapnya.!! teriak sang permaisuri Yuchen tak terima dengan perlakuan para perajurit yang dulu ia sangka berpihak kepada sang suami..
Namun semua ocehan cacian dan makian tak ada yang di gubris oleh para perajurit dan Lue, hingga tak lama mereka semua mendengar langkah kaki kuda yang sangat kencang menuju arah mereka..
Semua menoleh saat dua kuda berhenti di depan mereka, para perajurit membungkuk ketika melihat Kaisar mereka datang..
''Salam Yang Mulia. '' ucap mereka serempak..
Paman Wei yang melihat keponakannya datang tersenyum. '' oh anakku, lihatlah perlakuan perajurit yang memberontak dan mengikat kami seperti binatang.'' ucap Paman Wei.
Hap..
Yuan dan Moza turun dari kudanya..
Yuan tersenyum menghampiri sang paman. ''Aku yang menyuruh mereka untuk membawa kalian kemari.'' ucap Yuan
''Apa maksud mu nak.?? tanya Paman Wei bingung..
Yuan menarik sudut bibirnya. ''Apa kau pikir segampang itu bisa lolos dariku paman.?ahh aku bisa saja memenggal kalian sewaktu di aula istana, namun setelah berfikir ulang bukankah aku baru saja menyendang status seorang Kaisar? hehehe jika aku membunuh kalian saat itu, nama baikku bisa tercemar dan jelek. Sebab itu aku menyuruh pengawal setiaku Lue untuk membawamu kemari..
__ADS_1
''Pengecut.!! teriak Pangeran ke tiga..
Yuan menoleh dan tersenyum, melangkah ke depan Pangeran ke tiga. ''Aku memang pengecut.'' jawab Yuan sambil mengeluarkan pedangnya..
Bukannya takut, Pangeran ke tiga malah terkekeh saat melihat Yuan memegang pedang..
''Hahaha, kau seorang pengecut yang di asingkan ke hutan. Mana mungkin kau bisa bermain pedang? kau adalah pengecut, sebaliknya penge____
Srreeekk...
Sebelum melanjutkan perkataannya, Yuan sudah memenggal kepala Pangeran ke tiga. Yang mana membuat semua orang menjerit..
''Aku bukan Yuan yang dulu kalian tidas sesuka hati kalian, Yuan yang kalian kenal lemah dan pengecut itu sudah lama mati.!! sentak Yuan..
'' Tega.?? Kau berucap tega.?? lalu bagaimana dengan dirimu yang telah membunuh ibuku Hah!!
Srreeettt__
Yuan memenggal kepala Permaisuri Yuchen, Kini Yuan melangkah menghampiri sang paman..
''Giriran mu sekarang paman.?!!
Jleb..
Uhuk.. Uhukk..
__ADS_1
tanpa basa-basi Yuan menusukkan pedangnya tepat di dada paman Wei..
Traang__
Yuan melempar pedangnya dan menatap satu persatu orang yang masih tersisa..
''Kalian bunuh semua orang tidak berguna ini. '' teriak Yuan yang di angguki oleh para perajurit..
Para selir dan Pangeran maupun putri yang tersisa memohon untuk di lepaskan, namun Yuan tak mendengar teriakan itu. ia tidak mau menyisakan orang-orang ini dan membuahkan dendam yang akan mengganggu ketenangan hidupnya..
Moza yang sedari tadi hanya diam tersenyum, memandang tubuh tanpa kepala tergeletak tak bernyawa..
''Menyenangkan.'' gumam Moza dalam hati.
.
.
Sementara Kaisar Xin tidak bisa tidur, ia sudah tidak sabar menunggu hari esok untuk keberangkatannya menuju negri Yin..
''Permaisuriku tunggulah aku.'' gumamnya sambil memejamkan mata..
.
...JANGAN LUPA LIKE.KOMEN.VOTE YAA.....
__ADS_1