
Suasana kediaman Naga sedang tegang, karna permaisuri akan melahirkan belum waktunya. terlebih kasihan dengan nasib mama Zu yang menahan sakit di kepalanya yang luar biasa..
Seett
Bayangan hitam datang secara tiba-tiba membuat semua orang disana begitu terkejut, namun lebih mengejutkan lagi ternyata adalah Yuan dan Lue yang ada di hadapan mereka..
Gubraaaakkkk..
''Yang Mulia Kaisar.'' ucap mereka serempak.
''Apa permaisuri ku baik-baik saja.? tanya Yuan yang duduk di sisi peraduan..
''Sa sangat sulit yang Mulia, karna permaisuri melahirkan belum waktunya..
Yuan memejamkan matanya dan menyuruh semua orang untuk keluar.
''Tapiii yang Mu__
''KELUARRR.'' teriak Yuan membuat semua orang terbirit-birit, dan menutup pintu kediaman Naga menunggu di luar pintu dengan cemas..
''Sayanggg.''
''Yuaaann ini sangat sakitnya.. ''
Yuan pun mengeluarkan satu butir pil di tangannya, lalu memaksa Moza memakan pil itu..
Tak berapa lama Moza tertidur, Sedangkan Yuan mengeluarkan kekuatannya agar kedua anak di dalam perut Moza keluar dengan selamat..
Moza adalah Manusia yang tidak akan sanggup melahirkan bayi dari Kaisar langit, untung saja Yuan sudah selesai dengan peperangannya jika tidak Yuan tidak tau bagaimana nasib wanita yang dicintainya..
Tik.
__ADS_1
Tik.
Tik.
Semua orang di Luar menunggu dengan cemas, mama Zu sedang membenarkan rambutnya yang sudah acak-acakkan. Namun tak berapa lama mereka semua mendengar tangisan bayi yang sangat kencang, bukan satu tapi dua..
Howweeeekk_
Howweeekkk_
Yuan Setelah bayi nya keluar dengan selamat, Yuan menyuruh semua orang masuk dan membersihkan permaisuri serta kedua anaknya..
Kasim berlari dan mengumumkan kelahiran kedua pangeran, yang akan membuat mereka kesulitan nantinya..
Para pengawal penjaga gerbang berteriak dan mengumumkan, yang mana membuat semua rakyat mendengar bahwa permaisuri sudah melahirkan dengan selamat begitu senang dan bersyukur pada dewa. Karna telah memberikan Penerus untuk negri mereka..
Mama Zu melihat bayi mungil di depannya yang sedang di bersihkan begitu senang, rasa sakit yang ia rasakan kini lenyap Sudah hanya melihat kedua pangeran yang sangat tampan..
Yuan sangat bahagia sampai meneteskan airmatanya, melihat impian yang dulu terkubur kini menjadi kenyataan yaitu membina rumah tangga hanya dengan wanita yang begitu ia cintai..
Perlahan mata Moza terbuka dan melihat sekitar ruangan. ''Yuan..'' lirih Moza.
Cup..
''Aku disini sayanggg.'' Yuan mengecup bibir Moza dan berucap terima kasih karna sudah mau melahirkan kedua anaknya..
''Dimana anak-anakku.?'' tanya Moza
Tabib Mia menaruh kedua bayi itu di dekat Moza, membuat Moza bahagia sekaligus tak percaya karna dia sudah menjadi seorang ibu..
''Siapa namanya.?
__ADS_1
Yuan tersenyum dan menatap kedua anaknya. Yuan menggendong anak pertama. ''Dia bernama Han Yi dan adiknya bernama Han Mo. apa kau suka.?'' tanya Yuan
Moza mengangguk dan membelai pipi kedua anaknya..
''Nama yang bagus. Han Yi & Han Mo..''
Moza memandangi kedua anaknya, ada rasa yang tidak bisa ia jelaskan. Ia begitu bangga telah melahirkan kedua anaknya dengan selamat dan melihat dunia Luar..
Namun tiba-tiba Moza menoleh ke arah Yuan.
''Yuan apa kau sudah selesai menghabisi Kaisar itu.? tanya Moza yang di angguki Yuan..
''Tentu saja, dan aku pun membawakan pesanan mu.'' ucap Yuan menyuruh Lue membawakan sesuatu.
Lue datang membawa nampan yang di tutup kain merah.
''Yang Mulia.''
Sreeett
Yuan membuka kain itu, yang mana menampilkan kepala Kaisar Jing Hui dengan ekspresi melotot yang mana membuat Moza senang..
''Gantung itu di aula kota, hingga para rakyat melihat jika mereka mempunyai Kaisar yang sangat hebat.'' Moza memerintah..
Lue mengangguk sedangkan Yuan tersenyum..
''Kau begitu kejam..'' ucap Yuan namun dengan kekehan di bibirnya..
'' Yang Mulia bukankah itu hukuman sepadan karna telah berani mengusik kerajaan kita.'' jawab Moza menyunggingkan bibirnya..
.
__ADS_1
...Jangan Lupa tinggalkan jejak...
... LIKE.KOMEN.VOTE ...