
Masih di tempat yang sama.##
.
.
Yuan sedang mengerucutkan bibirnya, karna sang istri tidak berkedip ketika melihat penampilan para tuan muda bangsawan yang sedang bertarung di tengah aula..
Namun kini ia bisa menghela nafas, karna para pria itu sudah berhenti memperlihatkan kelebihan mereka. Namun salah satu tuan muda berdiri..
''Hormat hamba Yang Mulia Kaisar Yuan, hamba yang rendah ini ingin menantang anda untuk bertarung.'' ucap Tuan muda Jungsi dengan percaya diri..
Sementara yang lain mematung dan hening, ketika seorang Kaisar di tantang oleh tuan muda kediaman Wang untuk bertarung..
Sedangkan Yuan menaik'kan alisnya ke atas. ''Apa kau yakin.??
''Mohon maaf'kan putra hamba Yang Mulia, dia sudah lancang mohon untuk tidak menanggapi perkataan putra hamba yang pembangkan.! ucap sang ayah menunduk..
Yuan menghela nafasnya lalu berdiri menghampiri Junsi. ''Tak apa, aku menerima tantangan dari putra mu.'' ucap Yuan berdiri tak jauh dari Junsi.
Sreekk__
Junsi menarik pedangnya dan langsung menyerang Yuan. Sedangkan Yuan tak bergeming dan tidak bergerak sama sekali, ia menunggu Junsi mendekat terlebih dahulu..
Sreeengg_
Sreeengg_
Junsi menyerang Yuan dengan brutal, sedangkan sang empu hanya menghindar ke kanan dan ke kiri lalu berputar..
Udah kaya dansa aja..
''Yang Mulia mengapa anda selalu menghindar? apakah benar rumor yang tersebar, bahwa yang Mulia tidak bisa bela diri.'' ucap Junsi namun terselip sindiran untuk Yuan..
Yuan mendengar Junsi berbicara, namun secara tidak langsung Junsi sedang mengejeknya Bukannya tersinggung Yuan hanya menarik sudut bibirnya..
Tak lama Yuan pun belikan menyerang Junsi..
__ADS_1
Bugh__ Yuan menendang bahu Junsi..
Bugh__ Yuan menendang perut Junsi menggunakan tenaga dalam, sehingga Junsi terpental dan menubruk pilar yang kokoh..
Braaakkk__
Aahh__
Uhukk.. Uhukk..
Junsi terbatuk mengeluarkan darah segar dari mulutnya, sang ayah dengan cepat menghampiri Junsi. Bukannya menolong, sang ayah malah mengumpat..
''Dasar anak bodoh.!!
Yuan melangkah kembali ke kursinya, Moza yang melihat itu menarik kedua jempolnya ke atas. ''Mantappp!! ucap Moza menyengir kuda..
Baru saja Yuan menduduk'kan pantatnya, Nona muda Mu Xue berdiri dan memberi hormat.
Moza tersenyum melihat Mu Xue..
''Yang Mulia hamba meminta keadilan'' ucap Mu Xue dengan lantang, yang mana membuat semua orang diam memandang..
''Hamba meminta keadilan untuk hidup hamba yang selalu di tindas dan di siksa oleh kedua selir ayah hamba, karna ayahhanda tidak bisa tegas terhadap para selir hingga membuat selir menjadi besar kepala.'' ucapnya yang mana membuat kedua selir itu mematung..
''Sialan jala*g ini, awas saja aku akan memberikan mu pelajaran.!! gumam selir kedua..
''ouuuhhh akan'kah pertengkaran ini akan di mulai.?? gumam Moza dalam hati..
''Bohong.!! teriak selir pertama..
"Nona pertama Mu Xue anda jangan memfitnah kami ini. hu huu__ Saya tau jika anda tidak menyukai ku dan anakku, tapi jangan memfitnah ku dengan keji.. ''ucap Selir pertama berpura-pura sedih meneteskan airmatanya..
''Ouuhh lihatlah lotus itu.'' gumam Moza dalam hati menyunggingkan bibirnya..
''Aku tidak memfitnah selir Yen, kau dan dia. Beserta anak anakmu selalu menyiksa ku, bahkan mengurungku tanpa makan dan minum..
Hah__
__ADS_1
Semua orang begitu terkejut mendengarnya, bisik bisik mulai terdengar di setiap sudut ruangan...
Selir Yen mengepalkan tangannya dengan kuat..
''Nona Mu Xue apakah anda punya bukti jika kami selalu menyiksa mu.? tanya selir kedua akhirnya berbicara..
''Ohh lihat satu lagi jala*g ingin berdebat.." sorak gembira Moza masih dalam hatinya..
Yuan melirik sang istri lalu memutar matanya malas. ''Permaisuriku memang nakal!! akan aku beri dia pelajaran.''
''Aku tidak membual yang Mulia.
Sreekk__
Mu Xue merobek pakaian bagian tangan, memperlihatkan bekas cambukan.!! dan itu membuat semua orang terkejut termasuk sang ayah sendiri. Kio Bin melirik dua selirnya dengan tatapan tajam, dan membuhun..
''Kalian.!! teriaknya
Kedua selir itu menggeleng dan berlutut, Tuan apa yang dikatakan oleh nona Mu Xue tidak lah benar.!! ucapnya berlinang air mata..
Kio Bin mendengus dan melangkah kedepan Yuan dan Moza..
''Mohon ampun Yang Mulia, karna sudah melibatkan masalah keluarga hamba kepada Yang Mulia.'' Kio Bin membungkuk malu..
''Hukum cambuk kedua selir mu.!!
Perkataan itu bukan dari Yuan melainkan dari Moza, ia bosan hanya beradu mulut saja. Moza kira akan jambak menjambak namun aaahhh sudah lah__
''Tidak Yang Mulia Permaisuri, anda tidak bisa melakukan ini kepada hamba.'' teriak Selir kedua tak terima di hukum cambuk..
Yuan yang jengah langsung berdiri. ''Jalankan hukuman yang Permaisuri katakan.'' Ucap Yuan dengan nada dingin langsung membawa Moza keluar dari perjamuan..
Semua yang melihat Kaisar pergi, membungkuk secara bersamaan..
.
.
__ADS_1
...Jangan Lupa tinggalkan jejak yaa LIKE.KOMEN.VOTE...