Pesona Ayahku

Pesona Ayahku
Bab 25 - Merayu Alka Melalui Raline


__ADS_3

Shireen yang tak suka dengan cara Siska merebut anak-anaknya Alka membuat dirinya melakukan hal sama.


Shireen datang seperti biasa mengantar pesanan lauk pauk ke rumah Alka.


"Hai, cantik!" sapa Shireen.


"Hai, Tante!"


"Jalan-jalan ke mall, seru juga nih," ucap Shireen.


"Ayolah kita ke sana!" sahut Raline dengan semangat.


"Kita berdua saja tidak seru, bagaimana kalau pergi dengan Ayah Alka?"


"Boleh juga, Tante."


"Ayah sangat sibuk, Tante!" sambung Varrel.


"Coba kamu rayu kalau memang mau, kita pergi naik mobil Tante," ujar Shireen pada Raline.


"Nanti aku bicara sama ayah, Kak Varrel juga bicara 'ya!" pintanya.


"Pasti!" Varrel mengacungkan dua jempol tangannya.


Shireen tersenyum senang.


Lilis memanggil Shireen ke dapur dan wanita itu menghampirinya.


"Bibi masak bubur kacang hijau, kamu mau?" tawarnya.


"Mau, Bi."


"Ayo makan!" Lilis menyodorkan mangkok kecil dan di sebelahnya mangkok ukuran besar berisi bubur. "Kamu ambil sesuai selera!" ujarnya.


Shireen menyiduk bubur dan mencicipinya.


"Bagaimana rasanya?"


"Enak, Bi."


"Alka sangat suka bubur kacang hijau, nanti tolong bawakan untuknya sekaligus untuk karyawannya," pinta Lilis.


"Baik, Bi."

__ADS_1


"Shireen, apa kamu sudah memiliki kekasih?"


Shireen terdiam lalu menggelengkan kepalanya.


"Orang tua kamu tinggal di kota ini juga?"


"Ya, Bi. Cuma mereka jarang di sini, kebanyakan di Jogja karena ingin bermain dengan cucunya."


"Oh, memangnya kamu anak ke berapa?"


"Kami dua bersaudara, Shireen anak kedua."


"Oh."


"Apa kamu menyukai Alka?"


Shireen terdiam menundukkan wajahnya dan melanjutkan makannya.


"Maafkan, Bibi."


"Bibi tak salah, kan cuma bertanya," ujar Shireen.


"Bibi berharap Alka mendapatkan wanita yang mencintainya tulus apalagi ada anak-anaknya yang membutuhkan kasih sayang seorang ibu," Lilis berbicara tanpa di minta.


"Memangnya kriteria wanita idaman Mas Alka seperti apa, Bi?"


"Asal Bibi tahu aku jatuh cinta pada putramu," batinnya.


"Bibi berharap kamu yang akan menjadi istri Alka."


Shireen menelan ludahnya, wajahnya seketika merona saat Lilis merestuinya walaupun ia belum mengatakannya.


-


Shireen yang mendapatkan restu dari calon ibu mertuanya begitu sangat senang. Walaupun, pria yang ia sukai belum tentu menyukainya.


Shireen melewati dan menyapa karyawan yang sedang bekerja, ia berjalan santai ke ruangan istirahat Alka.


"Mas...!" Shireen terpaku berdiri.


Alka yang tidak menutup pintu ruangannya, sedang membuka bajunya. Bergegas membalikkan badannya dan menutup bagian depan dengan baju yang ia pegang karena mendengar suara orang memanggilnya.


Shireen masih berdiri dan diam. "Kenapa semakin menggemaskan, sih?"

__ADS_1


Alka dengan cepat, menutup pintu ruangannya dan memakai bajunya lagi.


Alka membuka pintu, Shireen masih tetap berdiri. "Kenapa kemari?"


"Sa..saya hanya disuruh Bibi Lilis mengantarkan ini!" mengangkat kantong plastik.


"Letakkan di sini saja!" Alka menunjuk meja di ruangannya.


Shireen berjalan menunduk melewati Alka, ia meletakkannya sesuai perintah pria itu.


"Terima kasih," ucap Alka.


"Iya, Mas." Shireen keluar dari ruangan. Lalu ia membalikkan badannya, "Lain kali pintunya di tutup, Mas!" Shireen kemudian berlalu.


Alka menggaruk kepalanya walau tak gatal, hari ini ia sangat malu karena Shireen melihat bentuk tubuhnya.


-


-


Menjelang makan malam, Alka dan anak-anaknya berkumpul seperti biasanya di meja yang berada dekat ruang dapur.


"Ayah, besok jalan-jalan, yuk!" ajak Raline.


"Ayah tidak bisa, Raline!" tolaknya dengan nada lembut.


"Ayah, aku mohon!" Raline mengatupkan kedua tangannya.


"Memangnya kita mau jalan-jalan ke mana?" tanya Alka.


"Ke Mall bareng Tante Iren," jawabnya.


Alka belum menanggapi jawaban putrinya.


"Ayah 'kan belum pernah membawa Raline dan Sean jalan-jalan ke mall," sahut Varrel.


"Memangnya Tante Shireen mau pergi dengan kita jalan-jalan ke Mall?" tanya Alka.


"Katanya mau!" jawab Raline ceplos.


"Katanya? Memangnya siapa yang mengajak kalian


lebih awal?"

__ADS_1


"Tante Iren yang mengajak kami ke Mall naik mobil," celoteh Raline.


"Apa maksud dia mempengaruhi anak-anak?"


__ADS_2