Pesona Ayahku

Pesona Ayahku
Bab 53 - Gani dan Shila


__ADS_3

Selesai bermain di wahana permainan yang ada di dalam mall, mereka menikmati makan siang bersama.


Shila datang setelah Alka dan keluarganya memesan menu makanan. "Aku tidak ketinggalan, kan?"


"Tidak, mari duduk!" Shireen mempersilakan.


Shila duduk di sebelah papanya dan Varrel di samping Sudiro putranya Alka.


Ditengah makan siang, Gani menghampiri Alka dan keluarganya. "Kebetulan kita bertemu di sini!" sapanya.


"Ayo duduk!" ucap Alka.


"Boleh aku ikut bergabung?" tanya Gani.


"Boleh, Nak. Silahkan!" sahut Sudiro.


Gani duduk di samping Aldi dan Varrel.


Shila memperhatikan pria yang baru bergabung dengan mereka, "Bukankah dia itu .."


Gani melemparkan senyum kepada Shila dan papanya, gadisnya membalasnya dengan senyuman tipis. "Jadi, dia keluarganya Alka!"


"Sedang apa di sini?" tanya Shireen.


"Tadi bertemu dengan klien," jawab Gani.


"Oh," ucap Shireen singkat.


"Hai, Om!" sapa Varrel.


"Hai juga, jagoan!" balas menyapa.


"Gani, perkenalkan ini keluargaku!" Shireen mengenalkan seluruh keluarga dari suaminya.


"Oh, jadi dia adiknya Alka," batin Gani.


"Semuanya, Gani ini dia seorang pengacara," ujar Shireen.


"Wah, jika kami butuh bantuan hukum boleh dong dibantu," celetuk Aldy.


"Boleh, banget!"


"Kebetulan aku bekerja di perusahaan properti jadi membutuhkan bantuan hukum," ujar Aldy.


"Bisa diatur, tenang saja!" ucap Gani.


Shila memilih diam karena ada Gani di tengah mereka.


Selesai makan siang bersama mereka kembali ke hotel untuk beristirahat.


Shila diam-diam mengikuti Gani yang pulang berlainan arah dengan keluarganya. "Mas, tunggu!" panggilnya.


Gani membalikkan tubuhnya.


"Saya hanya ingin mengembalikan uang Mas Gani yang tadi pagi di pakai," ujarnya, menyerahkan selembar uang berwarna merah.


"Tidak perlu," ucap Gani.

__ADS_1


"Saya sudah meminjam uang tapi kenapa...."


Gani memilih pergi.


"Sombong sekali dia!" Shila bergumam.


Shila melangkah cepat kembali bergabung dengan keluarganya, ia memasuki mobil dan meninggalkan mall.


"Kamu dari mana saja?" tanya Sudiro.


"Toilet, Pa," jawabnya berbohong.


Beberapa menit kemudian mereka tiba di hotel, begitu sampai Shila memilih pulang ke rumah bersama papanya.


Alka menjatuhkan tubuhnya di ranjang begitu memasuki kamarnya.


Shireen masih merapikan pakaian yang berserakan di ranjang tadi tak sempat disusun di dalam koper.


Alka menarik tangan istrinya hingga membuat Shireen terjatuh di atas tubuh suaminya.


Alka mengecup bibir istrinya.


"Mas, aku belum selesai membereskan ini!"


"Nanti saja dikerjakan, aku ingin berduaan dengan kamu!" Alka menggoda.


Shireen berusaha melepaskan dekapan suaminya. "Semoga saja Mas Alka selalu begini, walaupun usia pernikahan kita sudah lama!"


"Pastinya, aku akan menjaga keharmonisan rumah tangga kita!" mengecup pipi Shireen.


Suara ketukan pintu membuat Alka melepaskan dekapannya.


"Mama, kami ingin tidur dengan kalian!" ucap Raline.


"Masuklah!"


Raline dan Sean berlari menaiki ranjang, Alka menepuk keningnya melihat kehadiran anak-anaknya.


Shireen melemparkan senyum mengejek kepada suaminya.


"Nanti malam aku akan menyiksamu, sayang!" bisik Alka di telinga istrinya.


-


-


Shila malam ini tidak makan bersama dengan keluarga papanya karena ia harus menemui temannya yang baru saja datang tadi pagi.


Shila akan pergi ke kafe karena mereka berjanji di tempat itu.


Ditengah perjalanan hujan mulai turun walau pun tidak deras, ban mobilnya juga kempes. Shila berdecak lalu keluar memakai payung ia melihat mobilnya. Ia mengedarkan pandangannya mencari bengkel ternyata tak dapatkan.


Shila sangat kebingungan, ia akhirnya berdiri di sisi mobil berharap ada bantuan.


Tak menunggu lama sebuah mobil berhenti di dekatnya, Gani keluar menggunakan payung menghampiri Shila.


"Kenapa di sini?" tanya Gani.

__ADS_1


"Ban mobil kempes," jawabnya.


"Memangnya kamu mau ke mana?"


"Aku mau ke kafe Melodi," jawabnya.


"Mari ku antar!" Gani menawarkan diri.


"Bagaimana dengan mobilnya?"


"Telepon bengkel saja, nanti biar mereka yang akan mengantar ke rumahmu."


"Begitu, ya."


"Ya," Gani membukakan pintu buat Shila kemudian ia masuk ke dalam mobil.


Gani menyerahkan ponselnya kepada Shila, "Tulis alamat rumahmu di sini!"


Shila menuliskan alamat rumahnya.


Gani lantas menelepon bengkel mobil langganannya. "Kirimkan karyawanmu ke jalan Bintang depan Klinik Anak, ban mobilnya kempes. Aku akan memberikan kuncinya sejam lagi." Ia menutup teleponnya.


"Nanti berikan kunci mobilmu padaku, aku akan kembali ke sana."


"Nanti aku pulang dengan siapa?"


"Kalau begitu mobilmu nanti di antar ke kafe saja."


"Oke," ucap Shila.


Mobil tiba di kafe 10 menit kemudian.


"Terima kasih sudah menolong ku hari ini," Shila tersenyum.


"Ya, sama-sama."


Shila memegang kenop pintu.


"Tunggu!"


Shila menoleh, "Ya, ada apa?"


"Apa benar kamu adik kandungnya Alka?"


"Kami lain ibu," jawabnya.


"Oh."


Shila tersenyum lalu ia pamit keluar mobil.


Gani membuka jendela lalu memanggil, "Shila!"


Gadis itu kembali menoleh.


"Mana kunci mobilnya!"


Shila menepuk jidatnya lalu membuka tas dan menyerahkan kunci kepada Gani.

__ADS_1


"Sampai jumpa!" Gani tersenyum dan melambaikan tangan.


"Ya," Shila membalas dengan senyuman tipis.


__ADS_2