Pesona Ayahku

Pesona Ayahku
Bab 48 - Gagal Karena Para Bocah


__ADS_3

Seluruh tamu undangan telah membubarkan diri. Keluarga Alka juga sudah meninggalkan namun anak-anaknya masih tetap berada di kediaman orang tuanya Shireen.


"Ayo kita pulang!" ajak Lilis.


"Aku tidak mau, Nek!" tolak Raline.


"Besok Ayah dan Mama akan pulang ke sana!" ucap Alka dengan lembut.


"Tidak mau!" Raline menundukkan wajah cemberutnya. "Aku mau sama Ayah dan Mama di sini!"


Sean meminta Shireen untuk menggendongnya dan wanita itu pun meraih tubuh balita yang sibuk menarik dress-nya.


"Raline, Sean, kita pulang, yuk!" ajak Lisa dengan lembut.


"Aku tidak mau, Bibi!" tolaknya.


"Besok kita pergi berenang, kamu mau?" bujuk Lisa.


Raline menggelengkan kepalanya.


Alka melihat ke arah istrinya seakan meminta bantuan.


"Biarkan saja mereka di sini, Ma!" ucap Shireen.


"Nanti mereka mengganggu kalian, Kak!" ujar Lisa.


"Nanti dia akan bermain dengan keponakan aku, Lisa," ucap Shireen.


"Benar mereka di sini?" tanya Lilis.


"Iya, Kak. Apa benar mereka tetap di sini? Kalian baru saja menikah ntar mereka ganggu kalian lagi," sambung Lisa.


"Tidak, Ma, Lisa," ujar Shireen.


"Kalau begitu Varrel ikut kami pulang saja," ucap Lilis. "Bagaimana?" tanyanya.


"Iya, Nek."


Lisa, Lilis dan Varrel pun pamit.


Raline dan Sean bermain dengan anak-anak dari sepupu Shireen yang kebetulan sebaya dengan kedua buah hatinya Alka.


Sepasang pengantin baru itu kini berada di dalam kamar. "Kamu yakin anak-anak tidak akan mengganggu kita?" Alka sedang membuka kemeja yang ia pakai.

__ADS_1


Shireen yang bercermin membalikkan tubuhnya, "Mas, mau apa?"


"Aku mau mandi," jawab Alka.


"Oh."


"Memangnya kamu pikir aku mau apa?" tanya Alka menggoda.


Shireen menggelengkan kepalanya dengan wajah pipi merona.


Alka berjalan mendekati istrinya dan berbisik, "Selesai aku mandi dan menidurkan anak-anak, aku akan menidurkan kamu."


Telinga Shireen memerah.


Alka tersenyum lalu ia pergi ke kamar mandi.


Beberapa menit kemudian selesai membersihkan tubuhnya, Alka mengedarkan pandangannya mencari keberadaan istrinya namun tak ada di kamarnya.


Dengan cepat memakai kaos, Alka keluar dari kamar. Tampak istrinya bersama anak-anaknya di ruang tamu.


Shireen sedang memangku Sean yang sudah terlelap tidur dengan kaki berselonjor dan Raline juga berada di sebelahnya yang berkali-kali mengusap matanya.


Alka mendekati Raline, mengusap rambut putrinya tak lama gadis kecil itu terlelap.


"Di kamar tamu saja, Mas." Jawab Shireen.


Alka mengangkat tubuh Raline sedangkan istrinya menggendong Sean. Mereka membawa keduanya ke kamar tamu.


Di dalam ruangan itu ada 3 orang anak perempuan remaja dan 1 anak-anak laki sebaya Raline sudah terlelap tidur.


Setelah meletakkan Raline dan Sean ke kamar, kedua pengantin baru pergi ke kamar.


Para penghuni rumah yang lainnya, sudah terlelap tidur karena sangat kelelahan.


Jarum jam sudah menunjukkan pukul 11 malam waktunya untuk tidur bagi sepasang pengantin baru itu.


Alka mengunci pintu kamarnya lalu mengikuti Shireen yang merebahkan tubuhnya di ranjang.


Shireen meremas ujung selimutnya, menatap langit-langit kamar.


Sementara Alka memiringkan tubuhnya menatap wajah istrinya yang tampak tegang. "Apa kamu sudah siap?"


"Hah, Apa?" Shireen menoleh.

__ADS_1


"Kalau kamu belum siap, aku tidak akan memintanya," ucap Alka.


"Aku siap, Mas!" Shireen berkata dengan terbata.


Alka menarik ujung bibirnya.


"Ya, ampun Mas. Kenapa tampan sekali? Aku benar-benar gugup," batinnya Shireen.


Alka mengecup pucuk kepala istrinya untuk kedua kalinya karena tadi pertama setelah akad nikah.


Shireen memejamkan matanya kala jemari suaminya meraba wajahnya.


Alka mendekat ke arah bibir istrinya, belum sempat membenamkan ciuman terdengar suara pintu diketuk berulang kali.


Alka menghela nafasnya lalu membalikkan badannya, ia menyibakkan selimutnya dan turun dari ranjang. Melangkah malas ke arah pintu dan membukanya.


"Sean ingin tidur bersama Ayah!" ucap Raline menunjukkan wajah polosnya.


Wajah Alka seketika sendu, harusnya dia menikmati malam pertama dengan sang istri tapi malah harus tidur dengan kedua anaknya.


"Ya sudah, ayo masuk!" ajak Alka tersenyum.


Raline menggandeng tangan adiknya masuk ke kamar.


Shireen segera duduk, "Mama pikir kalian sudah tidur."


"Sean terbangun dan menangis, jadi aku tidak bisa tidur. Jadinya, bawa ke kamar Ayah saja," jelas Raline.


"Oh, begitu," ucap Shireen sembari melirik wajah kecewa suaminya.


"Kami tidur di sini, ya!" mohonnya.


"Boleh," ucap Shireen tersenyum.


Raline dan Sean lantas menaiki ranjang, kedua bocah itu kini berada di tengah-tengah antara Alka dan Shireen.


Alka hanya bisa pasrah, malam ini dia gagal menikmati tubuh istrinya.


Shireen memeluk tubuh Raline begitu juga dengan Alka yang mendekap Sean.


Tak sampai 10 menit, kedua bocah itu terlelap.


Shireen melihat suaminya yang juga sudah memejamkan matanya, ia pun mencoba memanggilnya, "Mas!" dengan suara pelan. Namun tak ada sahutan.

__ADS_1


Shireen hanya tersenyum melihat suaminya yang akhirnya tertidur karena gagal malam pertama yang diakibatkan oleh kedua buah hatinya.


__ADS_2