
Seminggu berlalu....
Alka, istrinya beserta ketiga buah hatinya dari pernikahan pertamanya mengantarkan Rani di bandara. Turut hadir kedua orang tua dari wanita itu.
Ini kali pertamanya Rani pergi bekerja ke luar kota yang jauh dari tanah kelahirannya. Hal itu membuat Rita merasa khawatir dengan putrinya meskipun sudah berusia 33 tahun.
Rita tak hentinya menangis sembari memeluk putrinya. "Jaga dirimu di sana!"
"Ya, Ma!"
"Ibu, jangan lupa sering menelepon aku!" Varrel tak dapat menahan air matanya begitu juga dengan adiknya.
"Ibu janji akan selalu menelepon kamu!" Rani tersenyum.
Varrel dan Raline bersamaan memeluk ibunya. "Kami akan merindukan, Ibu!" ucap bocah laki-laki itu.
"Ibu juga!" melepaskan pelukannya lalu mengecup kening kedua buah hatinya.
Rani yang memeluk dua anaknya sembari berjongkok lantas berdiri lalu melihat ke arah Sean yang digendong Alka. "Kamu tidak ingin memeluk Ibu?"
Sean menggelengkan kepalanya.
"Kamu tidak rindu, Ibu?"
Sean hanya memandang saja.
"Ibu ingin memelukmu!" ucap Rani.
Alka lalu menyerahkan Sean pada mantan istrinya untuk digendong.
Rani berkali-kali mencium seluruh wajah putranya dengan menangis. "Maafkan Ibu, Nak!"
Sean kelihatan bingung.
"Ibu akan merindukanmu!" ucapnya, lalu menyerahkannya kepada mantan suaminya.
"Mas, aku minta maaf. Aku terlalu banyak salah kepadamu dan anak-anak," ujarnya.
"Aku sudah memaafkanmu, Rani!" ucap Alka.
"Terima kasih, Mas!"
__ADS_1
Alka menggerakkan pelan dagunya dan tersenyum tipis.
Rani mengarahkan pandangannya kepada Shireen kemudian memeluknya sembari menangis. "Maafkan aku, Shireen. Aku sudah berusaha merusak kebahagiaan kamu!"
"Iya, Kak."
Rani melonggarkan pelukannya, "Aku titip anak-anak kepadamu, ku yakin kamu adalah Mama yang baik buat ketiga buah hatiku. Jaga hati Mas Alka juga!"
"Iya, Kak. Aku janji akan menjaga hati Mas Alka," ucap Shireen melirik suaminya.
Rani menyeka air matanya sembari tersenyum, ia lalu berjalan mendekati Andi kemudian memeluknya. "Maafkan aku, Pa!"
"Iya, Nak. Jaga diri dan hati-hati di sana, Papa dan Rian akan bergantian mengunjungimu," ucap Andi.
"Enam bulan atau setahun sekali aku akan datang ke sini untuk menemui kalian dan anak-anak," ujar Rani melepaskan pelukan.
Andi mengangguk.
"Papa, jangan bersedih. Aku tidak akan memainkan hati para pria lagi," janjinya.
"Ingat, di sana jangan macam-macam!" nasehat Andi.
"Iya, Pa. Aku hanya fokus bekerja dan jika mendapatkan pria yang baik dan kami cocok. Aku takkan melepaskannya!" ucap Rani sambil tersenyum.
"Aku akan merindukan, Papa!" ucapnya.
"Papa juga, Nak!"
Rani kemudian memundurkan langkahnya, "Terima kasih sudah menyempatkan waktunya, sampai jumpa lagi!" tersenyum sambil melambaikan tangan. Perlahan ia melangkah menjauh dari keluarganya.
Ketiga buah hati Rani melambaikan tangannya, Varrel dan Raline terus menangis.
"Sampai jumpa, Bu!" teriak Varrel.
Rani terus berjalan.
Raline berlari mengejar, "Ibu!"
Rani membalikkan badannya, ia hampir terhuyung karena tiba-tiba Raline menubruknya.
"Jangan pergi, Bu. Tetaplah di sini!" pintanya.
__ADS_1
"Ibu harus pergi, Nak." Mendorong lembut tubuh putrinya.
"Aku tidak mau jauh dari Ibu lagi!"
"Ibu akan selalu menghubungi kalian melalui Mama Shireen," janji Rani.
"Aku akan menunggu janji Ibu!"
"Iya, Nak!" Rani tersenyum. "Ibu harus berangkat sekarang, sampai jumpa. Jangan nakal, dengarkan nasehat Ayah dan Mama, ya!"
"Iya, Bu!" melambaikan tangannya.
Rani pun pergi melangkah meninggalkan kedua orang tuanya dan ketiga buah hatinya. Ia memilih mengambil pekerjaan di luar pulau karena tak ingin tenggelam dalam perasaan bersalah dan menyesal.
Di kota seberang, ia akan belajar menghargai orang lain. Ia berjanji tak akan mengejar para pria kaya lagi, fokusnya adalah karir dan anak-anaknya.
Punggung Rani tak tampak lagi, mereka pun meninggalkan bandara.
Alka, istrinya dan ketiga anaknya saling menggenggam tangan dengan erat. Walaupun, Raline dan Varrel matanya berkaca-kaca Shireen tetap menghiburnya.
Alka yang menyetir dan di sampingnya ada istri dan putra bungsunya. Alka tersenyum dan mengecup punggung tangan Shireen.
"Semoga Kak Rani mendapatkan kebahagiannya, Mas!"
"Semoga!" ucap Alka.
...****************...
Alhamdulillah, akhirnya aku bisa menyelesaikan karya yang ini. Cerita ini berdasarkan kisah nyata walaupun tidak sepenuhnya aku ambil dari aslinya.
Semoga dari cerita ini kita dapat mengambil sebuah pelajaran. Cintai pasanganmu yang sudah tulus menyayangimu dan berkorban untukmu, jangan pernah menyia-nyiakannya.
Terima kasih buat like, komen dan poinnya.
Sekali lagi terima kasih buat semua...
Sehat selalu buat kalian...
Jangan lupa mampir ke karyaku yang lainnya berjudul :
- Fall in Love From The Sky
__ADS_1
- Menikahi Putri Konglomerat
Sampai Jumpa 🌹