Pesona Ayahku

Pesona Ayahku
Bab 70 - Tak Menyerah Merebut Alka


__ADS_3

Rina menemui adiknya, mereka berjanji di sebuah kafe dekat dengan kantornya Rani.


Rani menjatuhkan tubuhnya lalu berkata, "Apa kamu sudah tahu siapa istrinya Mas Bimo?"


"Laras!"


"Dari mana kamu tahu?"


"Mas Alka."


"Mereka diundang?"


"Tidak, cuma Mas Bimo menggunakan jasa katering milik istri Mas Alka."


"Wanita itu sungguh jahat, dia merusak rumah tanggaku semua gara-gara kamu!"


"Kenapa Kakak menyalahkan aku?"


"Harusnya dari awal aku melarangmu menikah dengan Andri, jika akhirnya Laras balas dendam padaku."


"Semua sudah terjadi," ucap Rani santai.


"Kamu bisa sesantai ini karena bukan mengurus anak-anak," ujar Rina.


"Aku sudah meminta Mas Alka untuk memberikan hak asuh anak-anak padaku, tapi dia menolaknya."


"Karena kamu sudah salah di awal, coba saja waktu itu kamu mau menemui anak-anak dan merawat


mereka pasti tidak akan seperti ini."


"Ya, aku memang salah. Anak-anak sekarang lebih menyayangi ibu tirinya daripada aku."


"Aku juga telah salah membiarkanmu merusak rumah tangga orang lain," ungkap Rina. "Sekarang apa yang akan kamu lakukan?" lanjut bertanya.


"Aku ingin merebut Mas Alka kembali!"


"Apa kamu sudah gila?" Rina tampak tak suka.


"Mas Alka itu berbeda, Kak. Dia pria yang setia dan penyabar walaupun aku pernah melihatnya begitu marah dan kesal kepada istrinya."


"Marah dan kesal kenapa?"


"Aku sengaja memberikan bubuk cabe di makanan Varrel dan mengoleskan selai kacang di roti Raline," ungkapnya.


"Sungguh teganya dirimu, bukankah kamu tahu jika Varrel dan Raline alergi?"

__ADS_1


"Iya, aku tahu. Aku ingin Mas Alka membenci istrinya," jelasnya.


"Bagaimana jika fatal, pasti kamu akan menyesal!"


"Ya, sih."


"Lebih baik kamu kembali lagi pada Andri, jangan usik rumah tangga Alka. Jika Papa dan Kak Rian tahu, aku tidak bisa bayangkan kemarahan mereka padamu!"


"Kakak mau tahu kenapa aku ingin kembali pada Mas Alka?"


"Ya."


"Mas Alka salah satu pewaris Sudiro Star Hotel walaupun dia membantahnya tapi anak-anakku pasti menerima warisan itu!" Rani tersenyum jahat.


"Jika begitu, dekatkan saja anak-anak. Ketika mereka dewasa, kamu bisa menarik pundi-pundi uangnya," saran Rina.


"Tapi, aku ingin bersama Mas Alka juga!"


"Untuk ini aku tak mendukungmu, Kakak tak mau terkena azab karena membiarkanmu merusak rumah tangga orang lain lagi. Kakak tak mau dimarahi papa dan Kak Rian."


"Kak, bantu aku. Jika berhasil, kita akan berbelanja!"


"Tidak, Rani!" Ia menyedot jus jeruknya hingga tersisa seperempat gelas. "Kakak mau pulang, aku tak mau mendengarkan ide gila kamu itu!" Rani beranjak berdiri. Ia pun melangkah pergi.


...----------------...


Melemparkan senyuman begitu manis, ia menyapa anak-anak dan mantan suaminya.


"Kenapa kamu di sini?" tanya Alka ketus.


"Aku ingin bertemu dengan anak-anak dan kamu, Mas!"


Alka tersenyum sinis.


"Shireen sedang tidak di rumah, lebih baik kamu pulang saja!" ucap Alka.


"Aku ke sini bukan ingin bertemu dengannya tapi anak-anak."


"Kalau begitu, silahkan masuk. Kamu hanya boleh di ruangan tamu saja!" ucapnya.


"Ya, Mas."


Rani mengajak mengobrol, bercanda dan bermain anak-anaknya sementara Alka memilih di kamar bersama bayinya.


Hampir sejam di rumah mantan suaminya, Rani melihat Alka berjalan ke dapur. Ia pun meminta izin pada anaknya untuk ke kamar mandi.

__ADS_1


Rani melihat Alka sedang merebus air di kompor. Ia mendekati pria itu dan memeluknya dari belakang.


Alka yang refleks segera membalikkan badannya dan mendorong pelan Rani. "Apa yang kamu lakukan?" hardiknya.


"Aku rindu denganmu, Mas!"


"Rani, aku sudah menikah. Jangan menggangguku lagi!"


"Aku ingin menjadi istrimu lagi, Mas!"


"Tidak!" tolak Alka.


"Mas, berikan kesempatan padaku lagi!"


"Tidak!"


"Mas, aku janji akan menjadi istri dan ibu yang baik untukmu dan anak-anak."


"Tidak, Rani. Aku tak bisa menikahimu!"


"Aku yakin Mas Alka masih mencintaiku," ujar Rani percaya diri.


"Aku sudah tidak mencintaimu, aku hanya mencintai Shireen!"


"Mas, jangan berbohong. Aku tahu hatimu kecil mengatakan itu!"


"Akut tidak bisa, Rani!" menekankan kata-katanya.


"Apa Kak Rani tidak punya rasa malu?" Shireen tiba-tiba datang menghampirinya.


"Shireen, aku...."


"Aku sudah mendengarnya, Mas. Wanita ini datang ke sini dan tak tahu malu ingin kembali lagi padamu!" ujar Shireen.


Rani terdiam.


"Lebih baik Kak Rani pergi dari sini sebelum aku berteriak dan memberitahu orang-orang jika Kak Rani ingin merebut suamiku dan merusak rumah tanggaku!"


Rani yang sudah malu akhirnya pergi tanpa berpamitan kepada anak-anaknya.


Alka memeluk tubuh istrinya dari belakang dan mengecup kepalanya. "Terima kasih, sayang!"


"Harusnya Mas Alka memberitahu aku jika dia datang," ucap Shireen.


"Iya, aku minta maaf!"

__ADS_1


"Jika aku tak bisa menemani Mas Alka, ada Mama Lilis yang bisa membantu kita agar terhindar dari fitnah," ucap Shireen membalikkan tubuhnya.


"Iya, sayang. Aku tidak akan melakukan kesalahan lagi seperti ini!" Alka memeluk istrinya.


__ADS_2