
Seminggu kemudian....
Hari ini Alka ingin menyampaikan sesuatu kepada anak-anaknya, mereka berkumpul di meja makan. Shireen juga hadir menikmati makan siang bersama.
"Ayah ingin mengatakan sesuatu kepada kalian," ucapnya.
"Apa itu, Ayah?" Tanya Varrel penasaran.
"Apa kalian bersedia jika Tante Shireen menjadi mama?"
Raline dan Varrel melihat ke arah Shireen yang tersenyum.
"Mama buat siapa, Yah?" tanya Varrel lagi.
"Buat kalian!" jawab Alka.
Varrel dan Raline masih bingung.
"Ayah dan Tante Shireen akan menikah," ucap Alka.
"Menikah?" tanya Raline.
"Ya, nantinya Tante Shireen akan tinggal di sini bersama kita. Apa kalian mau?" Alka memperhatikan wajah anak-anaknya.
"Kami mau, Yah!" jawab Raline dan Varrel semangat.
Alka dan Shireen tersenyum senang.
"Kapan Tante Iren tinggal di sini?" tanya Raline.
"Sebentar lagi, tapi nanti jangan panggil Tante," ujar Shireen.
"Jadi panggil apa?" tanya Varrel.
"Mama!"
"Mama," ucap Raline.
Sean juga ikutan memanggil mama. Semua tertawa mendengar ocehan balita itu.
......................
Rencana lamaran Alka seminggu lagi, Lilis pun mendatangi kediaman mantan suaminya bersama Lisa dan putrinya.
Mereka menggunakan taksi pergi ke sana karena Aldy melarang Lisa mengendarai motor apalagi membawa putri mereka yang belum berusia 1 tahun.
Lilis memandangi rumah mewah berlantai 3, tampak diparkiran 2 mobil yang ditaksir harganya bisa mencapai 1 milyar dan sebuah motor keluaran terbaru.
__ADS_1
"Ayo masuk, Ma!" ajak Lisa yang menggendong putrinya.
"Mama tunggu di sini saja!" Lilis menolak masuk.
"Ma, katanya mau bicara dengan papa," ujar Lisa.
"Cari siapa, Bu?" tanya satpam rumah.
"Kami ingin bertemu dengan Bapak Adi Sudiro," jawab Lisa.
"Maaf, Ibu siapa 'ya?"
"Saya Alisa Sudiro dan ini ibu saya namanya Lilis Handayani," Lisa memperkenalkan diri.
"Baiklah, tunggu sebentar. Saya akan kembali lagi!" Satpam tersebut masuk ke dalam memberitahu pemilik rumah.
Tak lama kemudian satpam tersebut kembali dan menyampaikan sesuatu, "Silahkan masuk!"
Lisa dan Lilis saling berpegangan memasuki rumah tersebut.
Sudiro yang kini berada di kursi roda menatap wajah mantan istrinya dan putrinya dengan mata berkaca-kaca.
Lisa yang ditinggal dari usia 5 tahun tampak biasa saja, karena ketika dia menikah yang menjadi wali nikahnya adalah Alka.
"Silahkan duduk!" Sudiro berkata dengan suara bergetar menahan tangis.
"Kenapa kalian baru datang ke sini? Aku mencari-cari keberadaan kalian? Sekarang kalian tinggal di mana?" cecar Sudiro.
"Kami juga terpaksa ke sini karena Alka menginginkan kamu datang ke pernikahannya," ucap Lilis.
"Alka baru menikah? Dan Lisa menikah kenapa tidak memberitahu aku?"
"Alka menikah untuk kedua kalinya, karena istrinya berselingkuh dengan suami orang," jawab Lilis menyindir mantan suaminya yang menikah dengan istri orang.
Sudiro menundukkan kepalanya, karena ia dahulu telah melakukan kesalahan besar.
"Kak Alka akan lamaran hari Minggu dan rencana pernikahannya dua pekan kemudian, kalau anda bersedia hadir itu menjadi kado terindah buatnya," ucap Lisa.
"Papa akan hadir, Nak!"
Lisa menuliskan alamat rumah Kak Alka dan jam lamarannya di secarik kertas. Lisa lalu memberikannya kepada pria paruh baya itu.
Sudiro menerimanya dan membacanya. "Papa pasti akan datang!"
"Kalau begitu kami pamit," ucap Lisa berdiri di susul Lisa.
"Itu cucuku!" tunjuk Sudiro ke arah bayi berusia 9 bulan.
__ADS_1
"Ya," sahut Lilis.
"Boleh aku memegangnya?"
Lisa saling pandang dengan mamanya, Lilis pun mengangguk.
Lisa mendekatkan putrinya kepada Sudiro dan pria itu menyentuh pipinya. "Siapa namanya?"
"Bella."
"Nama yang cantik persis ibunya," ujar Sudiro.
Lisa tersenyum sinis.
"Sampaikan pada Alka, Papa akan datang!"
"Ya, kalau begitu pamit," ucap Lisa sekali lagi.
"Kalian tadi ke sini naik apa?"
"Taksi."
"Bagaimana jika sopir Papa yang mengantarnya?"
"Tidak, terima kasih!" tolak Lilis.
"Di luar cuaca sangat panas, kasihan Bella," ucap Sudiro.
Lisa dan Lilis sejenak berpikir.
Sudiro memanggil sopirnya, tak lama kemudian seorang pemuda berusia 30 tahun menghampirinya.
"Ya, Pak."
"Antarkan mereka pulang!" perintahnya.
"Baik, Pak." Pemuda itu mendekati Lisa dan mamanya. "Mari, Bu. Saya antar pulang!" ucapnya.
Lilis dan Lisa mengikuti sopir berjalan ke salah satu mobil mewah milik Sudiro.
Mereka pun meninggalkan kediaman mewah tersebut.
...*******...
Jangan lupa tinggalkan like dan komen...
Selamat Membaca 🌹
__ADS_1