
Selama di restoran Alka melarang Shireen mengurus ketiga buah hatinya. Semuanya dialihkannya kepada mantan istrinya.
Ada alasan Alka melarang istrinya yaitu ingin memberi ruang kepada Rani agar tetap berkomunikasi dan dekat dengan anak-anak.
Hal itu membuat Shireen cemburu, ia takut jika anak-anak tak menyayanginya bahkan menjauhinya. Ia tidak ingin dicap sebagai ibu tiri yang jahat.
Shireen menikmati makanannya tidak terlalu semangat, suaminya yang berada di hadapannya berusaha bersikap romantis.
"Kenapa tidak dimakan?" tanya Alka.
"Sepertinya aku sedang kenyang, Mas." Shireen meletakkan sendoknya.
"Ayo makan!" Alka menyendok salad buah lalu mengarahkan ke mulut istrinya. "Ayo buka!" titahnya.
Shireen membuka mulutnya dan memasukkan salad buahnya.
Alka mengelap ujung bibir istrinya dengan jemarinya karena belepotan saus mayonaise.
Rani yang melihatnya merasa iri, ia memasang wajah cemberut.
"Bu!" panggil Raline.
Rani menoleh ke putrinya. "Ya, Nak!"
"Ayo suapi Sean lagi!" ujar Raline.
"Oh, ya." Rani kembali menyuapi putranya.
-
Sejam kemudian mereka sudah tiba di rumah, Shireen dan Alka kembali mengobrol di kamar.
"Mas, soal makanan Varrel yang pedas. Aku sangat yakin tidak memasukkan apapun, sepertinya itu bubuk cabe yang sengaja dimasukkan," ujar Shireen.
"Jadi, menurutmu siapa yang memasukkannya?"
Shireen menaiki bahunya.
"Varrel selalu bersama dengan Rani," ujar Alka. "Tidak mungkin 'kan dia yang memberi bubuk cabe itu?" lanjutnya.
"Aku juga tidak tahu, Mas."
"Mungkin kamu kelupaan makanya tak sengaja memasukkannya," tuduh Alka lagi.
"Tapi, aku sangat yakin sekali tidak melakukannya!"
"Sudahlah, jangan dibahas lagi lain kali kamu tak boleh teledor lagi!" Alka keluar kamar.
__ADS_1
Shireen duduk di sisi ranjangnya. "Apa ada seseorang yang ingin menjatuhkan ku?"
Sementara itu di tempat kediaman Rani dan suaminya. Andri sedang mengobrol dengan seorang temannya.
"Ternyata ada tamu!" Rani melemparkan senyumnya.
"Ini istriku!" Andri memperkenalkan diri Rani kepada temannya.
"Rani!" mengulurkan tangannya.
Pria itu meraihnya, "Roy!"
Keduanya saling melempar senyum.
"Istrimu ternyata sangat cantik!" puji Roy.
"Terima kasih," Rani tersenyum bangga.
"Bagaimana kapan-kapan kalau kita jalan-jalan ke Dubai?" ajak Roy.
"Boleh, aku sangat mau ke sana!" jawab Rani semangat.
"Kalau begitu, dua minggu lagi kita ke sana!" ujar Roy.
"Kamu mau 'kan kita ke sana?" Rani bertanya pada suaminya.
"Hotel menginap 4 malam di sana, aku akan bayarin!" janji Roy.
"Wah, terima kasih!" ujar Rani senang.
"Sama-sama," Roy menatap Rani tersenyum. "Kalau begitu, aku mau pulang!" lanjutnya.
"Ya, Roy. Hati-hati," ucap Andri.
"Temanmu pasti pria kaya raya," tebaknya.
"Ya, dia memang sangat kaya raya tapi belum menikah," ujar Andri.
"Kenapa?"
"Dia tidak ingin dikekang dengan namanya wanita," jelas Andri.
"Oh, begitu."
"Kamu jangan terlalu dekat dengan dia!" Andri mengingatkan.
"Kenapa?"
__ADS_1
"Aku takut dia akan merebut kamu dariku!"
Rani tersenyum lalu memeluk suaminya, "Aku tidak akan mengkhianati pernikahan kita!"
Andri mengelus rambut istrinya. "Semoga saja!"
...----------------...
Dua minggu kemudian....
Andri dan Rani menikmati liburan mereka ke Dubai. Roy datang bersama kekasihnya. Mereka tidur di hotel yang sama.
Sebelum keliling kota Dubai, mereka menikmati makan malam bersama. Roy diam-diam mencuri pandang terhadap Rani.
Entah kenapa istri temannya begitu menarik dimatanya padahal di sebelahnya ada seorang wanita muda yang tak kalah cantiknya dengan Rani.
"Rani, aku dengar kamu sebelumnya sudah memiliki anak," ujar Roy.
"Ya, sebelum menikah dengan Andri. Aku sudah menikah dan memiliki tiga orang anak," jelas Rani.
"Waw, punya tiga anak tapi tubuh tetap bagus dan seksi. Apa sih' rahasianya?" tanya kekasihnya Roy.
"Olahraga, perbanyak makan buah dan sayur," jawabnya.
"Roy suka dengan wanita-wanita seperti kamu, apalagi sudah berpengalaman di ranjang," sindir wanita muda berusia 24 tahun.
Rani dan Andri saling pandang, Roy tak membantah.
"Baginya wanita yang berpengalaman di ranjang, lebih menarik dan nikmat," ujar wanita itu.
Rani menelan saliva.
"Roy akan melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Wanita yang selalu di sekitarnya pasti akan diberikan kemewahan, pasti kamu akan tertarik," ucapnya lagi.
"Aku yakin istriku ini orangnya setia, tak mungkin dia berpaling dariku," ujar Andri.
"Benarkah? Apa dia dahulu berpisah karena suaminya berselingkuh?" tanya Roy.
Rani dan Andri terdiam merasa tersudutkan.
"Maaf, bukan maksudnya mengorek masa lalu istrimu. Tapi, biasanya kalau salah satu pasangan berselingkuh lalu menikahi selingkuhannya pasti di pernikahan berikutnya akan terjadi perselingkuhan," ujar Roy.
"Saya berpisah bukan karena adanya orang ketiga tapi sudah tidak ada kecocokan lagi," ujar Rani berbohong.
"Oh, begitu 'ya," ucap Roy menatap Rani.
"Ya."
__ADS_1