POV Pelakor Target Sang Pelakor

POV Pelakor Target Sang Pelakor
Bab 22


__ADS_3

Dugaan Emily tentang mata-mata dari istri David benar adanya. Saat mobil David keluar dari gedung Apartemen, satu buah mobil selalu menngikuti mereka. Sesekali David melihat ke spion mobilnya, memastikan mobil yang terus mengikutinya.


"Aku pikir hari ini mata-mata Betris yang akan mengintili kita, ternyata Betris turun tangan langsung."


"Jadi, yang sedari tadi mengikuti kita mobil istrimu?"


"Yup!"


"Sepertinya aku harus memberi ciuman mautku saat nanti sampai, biar dia mendapatkan apa yang dia mau."


"Wah, aku sangat senang mendapatkan itu," ucap David.


Sesampai di Perusahaan Garry, di depan pintu utama ada Garry dan Lesty yang berdiri menanti kedatangan Emily. Melihat hal itu David ikut turun mengantar Emily, agar Betris bisa melihat langsung bagaimana Emily nanti menciumnya.


"Waw, Tuan David mengantar Emily," ucap Lesty.


"Harus, aku sangat bahagia istriku mendapatkan kerja, jadi aku harus mengantarnya."


"Kenapa Emily tidak Anda pekerjakan di perusahaan Anda saja?" tanya Garry.


"Aku mau, tapi Emily menolak, dia lebih suka bekerja di perusahaan orang," sahut David.


"Kamu langsung ke kantor saja, bee. Nanti jangan lupa jam makan siang jemput aku." Emily mendaratkan ciuman di pipi kanan David. "Selamat bekerja bee."


David tersenyum dan segera masuk ke mobilnya. Saat yang sama Betris melihat semua itu, dia sangat kesal, hingga memukulkan wajahnya ke setiran mobilnya.


Ntiinnnnn!


Suara klakson pun mengejutkan semua orang yang ada di sekitar. David yang mendengar hal itu sangat bahagia, harapannya Betris segera mengajukan perceraian, karena dalam surat wasiat, David tidak boleh mengajukan cerai, maka semua harta akan ditarik dan disumbangkan ke lembaga amal.


Garry melihat kearah mobil yang berteriak itu, dia mulai menyadari, kenapa Emily mencium Garry, ternyata Emily tengah membakar hati wanita yang ada dalam mobil itu. Garry sangat tahu siapa pengemudi mobil itu.

__ADS_1


"Ayo silakan masuk, kita mulai uji kelayakan, apakah kamu tepat menjadi sekretaris suamiku," ajak Lesty.


Saat Garry dan beberapa petinggi perusahaan menguji Emily, saat yang sama Lesty memanggil beberapa pegawai yang dia percaya. Dia memberi perintah untuk terus mengawasi Emily dan Garry.


Jawaban yang Emily berikan sangat memuaskan, dia diterima bekerja sebagai Sekretaris Garry. Saat ini Garry menunjukan di mana ruangan Emily.


Merasa ini saat yang aman, Garry menarik Emily ke sudut ruangan.


"Benar kamu ingin makan siang dengan David?"


"Iya, aku ingin menjelaskan pada David, kenapa aku memiliki hubungan denganmu."


Garry tidak mengerti maksud Emily.


"David melihat kamu masuk Apartemenku, dan aku juga mengakui kalau aku mencintaimu, sehingga aku melupakan kalau kamu seorang pria beristri."


Emily melanjutkan ucapannya. "Jadi ... siang ini aku akan cerita pada David tentang kita."


"Dia bisa pegang rahasia?" tanya Garry.


"Aku tidak tahu, kamu dan Lesty sama-sama berarti."


"Iya, aku tahu. Andai nanti kamu memilih Lesty, aku tidak kecewa, karena yang salah di sini adalah aku."


Tling! Ting!


Mendengar suara bel kecil, Garry langsung mejaga jarak dengan Emily, itu tandanya ada yang membuka pintu.


Sepersekian detik kemudian, terlihat Lesty masuk dengan tatapan penuh kecurigaan.


"Mulai besok, kamu sudah mulai mengerjakan semua pekerjaan kamu, Em. Untuk hari ini kamu cukup menemani Nala dan Winda, mereka akan mengajarimu tentang peraturan Perusahan ini."

__ADS_1


"Baik, Nona." sahut Emily.


"Karena Perusahaanku sedang berjuang untuk meraih kerjasama, sebaiknya kamu ke ruanganku. Aku akan memberitahu beberapa hal," ucap Garry.


"Ya sudah, lanjutkan pekerjaan kalian, aku mau kembali ke kantor," pamit Lesty.


Emily dan Garry segera menuju kantor Garry, sedang Lesty langsung meninggalkan perusahaan itu. Namun dia tidak percaya begitu saja, setelah keluar dari kantor Garry, dia menghubungkan handphoennya, dengan CCTV yang ada di ruangan Garry.


Tidak ada yang aneh, Emily dan Garry terlihat sangat profesional melakukan pekerjaan mereka. Namun Lesty tidak bisa berhenti memperhatikan layar handphonenya yang menampilkan keadaan ruangan Garry saat ini.


Jam makan siang tiba.


Seperti janjinya, David datang menjemput Emily untuk makan siang, Emily juga sudah menunggunya di depan kantor Garry. Kemana saja Emily dan David pergi, selalu ada mata-mata yang mengikuti mereka.


Hingga Emily dan David sampai di sebuah Restoran yang memberi ruangan privat, tidak ada yang bisa menganggu mereka, pelayan pun masuk harus atas izin pengunjung.


Semua menu makan siang mereka sudah tersaji di meja.


"Bisa ceritakan kenapa harus Garry?" tanya David.


"Seperti dugaanmu, karena dendam."


"Dendam kenapa?" tanya David.


"Hancurnya pernikahanku dengan Aji karena Lesty dan ibunya. Aku dan Aji sudah menerima takdir kami, tapi Lesty dan ibunya terus meneror Aji agar menceraikanku. Lesty terus menghinaku dengan sebutan pelakor, dan sekarang aku kabulkan hal itu dengan menggoda suaminya."


"Mereka membuatku terpuruk dalam rasa sakit karena runtuhnya bangunan rumah tangga, maka aku akan memberi rasa yang sama pada Lesty."


"Sudah kuduga, perceraian kalian karena terpaksa, aku bisa melihat kalau Aji masih sangat mencintaimu."


"Laki-laki seperti dia tidak akan pernah bisa maju kalau terus menerus tunduk pada keluarga, masalahnya saat ini dia pria dewasa, dan seorang pemimpin, tapi dia malah terlihat seperti anak kecil yang bernaung di bawah ketek orang tua."

__ADS_1


"Kamu masih mencintai Aji?"


"Setelah dia memutuskan mematuhi Andita dan Lesty, saat itu juga bangunan cintaku untuknya hancur."


__ADS_2