
Malam hari di kediaman keluarga Lesty.
Garry terus tersenyum membaca layar handphonenya, di sana terlihat daftar bawaan yang harus Garry bawa, pesan itu dia terima dari Emily.
Dia benar-benar perhatian, sampai hal-hal kecil, dia selalu mengingatkanku.
Andai Emily di depan matanya, saat itu juga Garry ingin menumbangkannya, apalagi dia harus menahan diri paling tidak selama 3 minggu.
Apakah aku sanggup puasa selama itu? Secara giziku akhir-akhir ini sangat lancar, minimal 3 kali sehari saat di kantor.
Garry terus merenung.
Tink!
1 pesan baru kembali masuk.
*Aku tidak bisa membantumu, jadi aku harus siapkan sendiri ya.
Garry membalas cepat pesan Emily.
\=Iya sayang, terima kasih. Aku sangat terbantu dengan list darimu. Besok jangan lupa tunggu aku di jalan biasa.
__ADS_1
"Sedang apa kamu?"
Pertanyaan itu seketika merenggut kebahagiaan yang Garry rasa saat ini, dia segera mengalihkan layar handphonenya pada aplikasi lain.
"Sedang bersiap, tadi siang Kakek tiba-tiba memintaku ke luar Negri. Sebagai pemegang kepercayaan Kakek, aku hanya bisa mengikuti permintaannya."
"Keluar Negri? Dengan Emily?"
"Tidak, aku hanya sendiri, tanyakan saja pada Kakek."
Lesty langsung meninggalkan Garry, dan berjalan cepat menemui Kakeknya, sesampai di kamar Kakeknya, Lesty menanyakan perihal kepergian Garry, dan dia mendapat jawaban searah dengan jawaban Garry.
Ingin protes, namun untuk apa juga, Garry setiap malam ada di sisinya, selalu dia abaikan, Garry ada atau tidak ada, sama saja. Lesty kembali ke kamarnya dan menghempaskan tubuhnya ketempat tidur. Sedang Garry masih lanjut bersiap.
*
Saat hampir mencapai bandara, Garry meminta taksi memasuki basement sebuah gedung yang tidak jauh dari Bandara. Setelah sampai di titik tujua, Garry turun dari taksi, dan segera berpindah ke mobil yang sedari tadi menunggunya.
"Sudah lama sayang?" Garry langsung menyerbu bibir merah pengemudi mobil itu.
"Tidak baru saja sampai, aku hanya ingin memberimu bekal, semoga cukup untuk puasa 3 minggu ya sayang ...."
__ADS_1
Seketika kegiatan di mobil itu tidak terkendali, beruntung keadaan parkir di sana sanga sepi.
1 jam berlalu, setelah melewati petualangan di tempat sempit itu, Emily segera melajukan mobilnya menuju bandara.
"Maaf, aku tidak bisa menemanimu di dalam," sesal Emily.
"Tidak masalah, bekal darimu yang tadi sudah sangat berkesan. Sampai jumpa 3 minggu lagi sayang." Garry mendaratkan ciumannya di pipi kanan dan kiri Emily, dia segera turun dari mobil, mengambil kopernya di bagasi belakang, dan segera menyeret koper itu memasuki area bandara.
Saat Garry turun dari mobil Emily, detik itu ditangkap oleh kamera pembenci setia Emily. Melihat hal itu, dia langsung mengirim foto itu pada Lesty.
*Jika tidak ada apa-apa diantara mereka, lalu mengapa Emily mengantar suamimu ke bandara? Perhatikan itu baju suami kamu lecek, pasti mereka melakukan sesuatu.
Tink!
Balasan pesan dari Lesty langsung diterima Arsyila.
\=Jika ada bukti yang lebih kuat, aku percaya, jika hanya itu maka sulit aku percaya, karena Emily adalah Sekretaris suamiku, dan Emily adalah kekasih patner bisnis kami.
Arsyila sangat kesal membaca pesan balasan Lesty.
"Apa Emily sangat meyakinkan, atau Lesty yang terlalu bodoh!"
__ADS_1
"Akan aku pastikan, aku akan menemukan bukti perselingkugan mereka!"
Arsyila segera memasuki bandara, menyeret koper besarnya.