
Lesty melempar semua foto-foto kebahagiaan Garry dan Emily yang diambil mata-matanya saat kedua orang itu berada di pusat perbelanjaan.
"Mereka semakin memamerkan kebahagiaan!"
"Tenang Lesty, angin yang deras tidak akan membuat seekor monyet jatuh, justru angin yang sejuk dan menghanyutkan membuat monyet terjatuh dari pohon."
"Ku harap ini bukan akal-akalan Anda, semoga uang yang aku berikan, benar Anda gunakan untuk menghancurkan kebahagiaan Garry dan pelakor itu! Bukan untuk berondong peliharaan Anda!"
"Kamu meragukanku Lesty? Tidak masalah, aku punya bukti kemana aku menggunakan uang darimu."
Arsyila mengambil tabletnya dan memutarkan sebuah Video.
"3 Wanita yang bekerja bersama Garry di Perusahaan Mantan suamiku, mereka adalah mata-mata setiaku," ucap Arsyila.
"Video ini sengaja di rekam yang lain, saat rekan mereka melancarkan Aksi."
"Hai Garry ...." sapa salah satu wanita.
"Maaf ya, aku sekarang rada kurang ajar, karena saat ini posisi kita kan sama, kamu bukan patner Perusahaan ini yang dulunya derajat kamu seperti pemimpin di sini."
"Santai saja, aku tidak gila hormat."
"Matamu buta ya Gar? Kamu meninggalkan singgasana besar dan hidup di gubuk derita?" ledek yang lain.
"Dulu mengendarai mobil mewah, sekarang mengendarai Avanza ...."
"Dulu jadi bos, memerintah, sekarang jadi kacung yang tunduk dengan perintah."
"Kalau aku boleh bicara kasar, kamu bego banget Garry ...."
Lesty tersenyum mendengar bullyan orang suruhan Arsyila.
"Kalian jangan menilai kebahagiaan seseorang dari materinya, apa kalian tidak menyadari, aku jauh lebih bahagia, walaupun aku tidak bergelimangan kemewahan seperti dulu."
Dalam video Garry pergi meninggalkan mereka semua, video pun berakhir.
"Bangga sekali dia dengan kemiskinan!" Lesty sangat kesal mendengar jawaban Garry.
"Tenang saja Lesty, aku masih punya senjata lain. Kita tunggu kiriman video dari orangku yang lain."
__ADS_1
***
Di kantor Adam.
Hari semakin sore, jam bekerja pun selesai, Garry berjalan cepat menuju mobilnya, dia tidak sabar untuk segera pulang, agar bisa bertemu lagi dengan istrinya.
"Suittt! Suitttt!"
Suara itu membuat langkah Garry terhenti.
Terlihat 2 orang laki-laki berjalan mendekat pada Garry.
"Bro, boleh tau nggak, di mana sih kamu dapat ilmu."
Kedua alis Garry tertaut, dia tidak memahami maksut rekan kantornya itu. "Ilmu?"
"Iya, ilmu buat wanita bertekuk lutut sama kita, dulu pengusaha cantik Lesty cucu Tuan Ajiman yang memberikan segalanya padamu, ehh sekarang mantan istri pamannya Lesty yang memberi semuanya padamu, rela menjual asetnya demi menghidupi kamu dan keluargamu."
Serrr!
Darah Garry mulai mendidih.
"Bagi ilmu peletnya dong sob! Kita juga pengen dimanjain wanita kayak kamu."
"Pelet lu ke Emily lebih paten kayaknya, dulu si Lesty kan kaku, nah si Emily, dia bangga menggandeng Garry kemana saja mereka pergi."
"Yoi, enak banget jadi Garry, walau keluar dari istana Sultan, tapi tetap di fasilitasi sama bini, mobil baru kerjaan di Perusahaan."
"Pasti Garry bisa bekerja di sini karena nama Emily, secara ... Emily kan korban fitnahnya mantan istri Pak Adam."
"Kalau gue sih jijik lihat si Garry, sama Lesty atau sama Emily mah dia sama-sama jadi benalu! Ngga ada usaha sama sekali jadi laki!"
Suara sinis dari seorang karyawati kantor itu semakin membuat Garry meradang.
"Kalian pikir aja, sama Lesty dapat fasilitas, sama Emily juga."
"Nah itu yang kami mau Hes, barangkali ada perempuan bodoh yang sejenis yang mau layanin kami seperti itu."
Garry semakin panas, dia segera masuk kedalam mobil dan meninggalkan area parkir itu. Sedang 3 orang yang berbicara dengan Garry, saling tos, usaha mereka berhasil.
__ADS_1
"Wah kerja kalian kali ini bagus, semoga Nyonya Syila memberi kita bonus." Seorang wanita keluar dari persembunyiannya sambil mengotak-atik handphonenya.
***
Di tempat lain ....
Lesty sangat bahagia setelah menonton video yang dikirimkan Arsyila padanya. Melihat bagaimana Garry, dia yakin Garry dan Emily akan bertengkar saat bertemu nanti. Senyuman begitu permanen menghiasi wajah Lesty.
"Kamu bahagia banget sayang." Andita heran melihat putrinya sebahagia itu.
"Aku baru saja menyalakan api dalam hubungan Garry dan Emily mama ...."
"Kamu sudah dibuang Garry, masih saja mengurusi benalu itu."
"Bukan mengurusi mama, aku hanya ingin memberi mereka pelajaran, akan ku buat hidup mereka tidak tenang."
"Mama suka dengan tujuanmu, apa butuh bensin sayang?"
"Saat ini belum mama."
"Om Aji sudah pulang ma?"
"2 bulan ini om kamu belum pulang, sejak tahu Aji menikahi Emily, dia berusaha menyibukan diri bekerja, bahkan kantornya di perusahaan itu seakan jadi rumahnya."
"Nggak si benalu, nggak om Aji, kenapa gila banget sih, apa istimewanya si pelakor itu coba?"
"Makanya cepat kamu cari perempuan buat om kamu, Sonya tidak bisa kita dekatkan sama dia, setidaknya cari perempuan lain yang seperti Om kamu khayalkan."
"Sial, padahal menyingkirkan Emilu demi proyek besar yang Sonya miliki, sekarang Proyek tidak pasti aku dapat, Rumah tanggaku malah hancur karena dendam si pelakor sialan itu!"
Di kediaman Emily.
Brakkk!
Garry membanting pintu mobilnya begitu keras, kedatangan Garry yang tidak seperti biasa membuat Nala heran melihat Kakaknya itu.
"Kak Garry kenapa?" sapa Nala.
"Nanti ya La, Kakak capek mau istirahat dulu."
__ADS_1
"Kalau capek jangan marah-marah Kak, mobil yang Kakak banting itu dibeli Kak Emy dengan uang, bukan dengan daun kering yang bisa dipungut di tanah."
Mendengar ucapan Nala, emosi Garry semakin menyala.