POV Pelakor Target Sang Pelakor

POV Pelakor Target Sang Pelakor
58


__ADS_3

Laptop menyala, Garry segera mencari file yang ada dalam petunjuk. Di sana terlihat sebuah video. Garry segera membuka video tersebut.


Dalam Video, Emily terlihat begitu cantik, senyuman kebahagiaannya semakin mempercantik wajahnya.


*Aku bukan yang pandai membuat suatu konten, tapi ... aku ingin memberi kejutan ini untukmu dengan sebuah video.


Kejutan pertamaku, tentu sudah kamu dapatkan pada balon-balon indah itu. Jujur aku tidak tahu dengan cara apa aku menyampaikan kabar bahagia ini*.


Garry kembali memandangi balon-balon yang sudah kehilangan udaranya itu. Perhatiannya kembali tertuju pada video Emily yang ada pada laptop.


Kamu pasti bingung bukan, bagaimana bisa seorang perempuan mandul sepertiku bisa hamil?


Baiklah, aku akan mengakui beberapa hal, pengakuan pertamaku. Aku bukan wanita mandul, aku mengaku kalau aku mandul semata ingin membuat suamiku tetap bahagia tanpa rasa bersalah jika ada pihak lain mempertanyakan masalah anak.


Dalam video Emily memperlihatkan hasil pemeriksaan dirinya dan Aji dulu.


Ini hasil pemeriksaan yang asli, yang selama ini aku simpan, karena aku tidak ingin Aji sedih. Jadi ... aku membuat laporan palsu, seolah aku yang mandul. Mulanya Aji menerimaku apa adanya, untuk selanjutkan ku rasa kamu sudah tahu ceritanya.


Dalam Video Emily terlihat berulang kali mengatur napasnya, sesaat kemudian, dia kembali menatap pada kamera.

__ADS_1


Pengakuan keduaku adalah tentang mu.


Maafkan aku, karena aku membohongimu, awal-awal aku mendekatimu, aku hanya ingin balas dendam pada Lesty dan ibunya, agar mereka tahu bagaimana rasa sakit saat Rumah Tangga yang baik-baik saja tiba-tiba hancur. Maafkan aku ....


Sepasang mata Emily terlihat berkaca-kaca mengakui hal itu.


Sejak lama aku ingin mengatakan ini padamu, tapi aku tidak punya waktu yang tepat.


Walau cintaku mulanya tidak tulus, tapi aku berjanji pada diriku sendiri, akan mengabdikan seluruh hidupku padamu jika suatu saat kamu memilihku, karena perasaanmu padaku tulus, akan aku bayar dengan semua pengabdianku padamu.


Setelah kita menikah, apalagi malam itu, kamu tidak meninggalkanku walau tahu Lesty hamil, di mana kamu tahu aku tidak akan bisa memberi hal itu, kamu tahu? Aku merasa menjadi wanita paling cantik di dunia ini atas penolakanmu pada Lesty.


Bisakah memaafkan kesalahanku?


Bisa kita bangun rumah tangga kita dan melupakan semua kejahatanku?


Video berakhir, Garry sangat marah pada dirinya sendiri. Berulang kali dia meninju lantai keramik kamar itu meluapkan kemarahannya atas kebodohannya.


"Emily ...." Ada ledakan aneh dari dalam dirinya menyadari semua kejutan yang terlambat dia ketahui ini.

__ADS_1


"Arggggg!!" Garry terus meninju lantai, hingga tangannya mulai berdarah.


"Tuan ... Tuan ... apakah sudah selesai?"


Mendengar panggilan itu Garry berusaha mengendalikan dirinya, dia mengambil semua kertas laporan kehamilan Emily, dan membawa benda itu juga laptop Emily. "Belum bi."


Garry segera bangkit mengambil semua barang-barang miliknya yang bisa dia bawa. Beberapa jam kemudian, Garry keluar dengan menyeret koper. "Bi ... apa Nona benar-benar tidak kembali?"


"Sepertinya Tuan, setiap kali Nona tidak pulang, dia selalu memberi gajih full di depan."


Kemana aku harus mencari kamu Emily ....


"Tuan, kebun Tuan besar tidak terurus itu."


"Terserah bibi mau diapakan, karena kami tidak kembali ke sini lagi." Tanpa permisi Garry meninggalkan rumah Emily.


***


Bersambung.

__ADS_1


Pendek dulu ya, gak sempat revisi juga, lagi sibuk banget di RL.


__ADS_2