POV Pelakor Target Sang Pelakor

POV Pelakor Target Sang Pelakor
Bab 34


__ADS_3

Merasa tujuan mereka tercapai, Garry dan Emily pulang dengan menggunakan mobil David, sedang David pulang dengan mobil Garry, walau tujuan mereka sama, namun Emily dan Garry pulang lebih dulu. Saat mereka sampai di Apartemen, jam sudah menunjukan jam 11 malam.


Ceklak!


Tiba-tiba Zein membuka pintu Apartemen Emily.


"Beruntung kalian pulang, aku harus pergi, putriku membutuhkanku." Zein tidak menunggu jawaban Emily mau pun Garry, dia langsung pergi dari sana.


"Kasian sekali Zein, dia berjuang keras mencari uang untuk operasi putrinya kata David."


"Jika kamu punya rezeki lebih, berikan gajih lebih padanya, kalau tidak ada aku akan memberi dia bonus," ucap Emily.


"Lupakan Zein, aku sekarang adalah suamimu, bisakah suamimu ini meminta haknya?" goda Garry.


"Mulut bawah tidak bisa, dia sedang mimisan, tapi mulut atas mau?" goda Emily.


Kecewa, setelah menahan diri, saat sah Emily malah kedatangan tamu. Tapi kebahagiaan bersama Emily bukan hanya itu, berpelukan sepanjang malam dengannya, Garry sudah merasa sangat bahagia.


***


Dua minggu berlalu.


Lesty merasa ada perbedaan dari Garry, namun sejauh ini tidak ada aktivitas mencurigakan dari kegiatan Garry dan Emily di kantor. Bahkan Garry selalu pulang tepat waktu, sesekali mereka juga membahas pesta ulang tahun Lesty yang akan diadakan bulan depan.

__ADS_1


Merasa Lesty tidak curiga, Garry merasa bebas, dia tidak peduli dengan sikap cuek dan dingin Lesty, dia cukup bahagia dengan kehangatan yang Emily berikan.


"Pagi ini aku mau mampir ke Apartemen ibu, kamu mau ikut?" Garry tahu Lesty akan menolak, dia hanya ingin basa-basi agar terasa hangat.


"Tidak, aku mau segera ke kantor. Banyak pekerjaan yang kacau karena aku tidak fokus."


Setelah meninggalkan rumah Lesty, Garry segera menuju Apartemen Emily. Seperti biasa dia masuk mengendap-endap seperti pencuri. Setelah memasuki Apartemen Emily, terlihat wanita itu sibuk di Pantry. Perlahan Garry mendekat, melingkarkan kedua tangannya di perut Emily yang rata, dan mendaratkan ciuman lembut di ceruk leher Emily.


"Pagi istriku sayang ...."


"Heh!" Emily sangat terkejut dengan perbuatan Garry.


"Kenapa kaget? Santai aja."


"Ada apa?" tanya Garry.


"Apa ibu salah dengar? Kamu panggil Emily istriku? Kalian?" Thaya menatap Emily dan Garry bergantian.


"Jadi ... dugaan Lesty benar adanya kalian ada main?"


Emily dan Garry tetap bungkam.


"Kamu Emily, apakah kebaikanmu selama ini karena Garry?"

__ADS_1


"Maaf bu, Garry sangat mencintai kalian, dan aku mencintai apa saja yang Garry cintai."


Athaya sangat kecewa mengetahui Emily dan Garry memang memiliki hubungan. Dia langsung pergi meninggalkan Apartemen Emily.


"Bagaimana ini?" Garry terlihat frustasi.


"Santai, kita akan hadapi sama-sama." Emily menarik Garry kedalam pelukannya.


"Aku tidak takut ketahuan Lesty, aku hanya sedih karena mengecewakan ibuku sendiri."


"Iya, aku mengerti, percayalah ... kekecewaan ibumu hanya sementara."


Emily terus menenangkan Garry dengan caranya sendiri. Sedang Athaya, langsung mengajak suaminya menemui kedua orang tua Aji. Mereka ingin meminta maaf atas kelakuan Garry.


Sesampai di kediaman Ajiman, mereka diajak ke ruang kerja khusus milik Ajiman, agar tidak ada orang lain yang mendengar pembicaraan mereka.


"Katakan, ada perlu apa?" tanya Tuan Ajiman.


"Tuan, maafkan anak kami Garry, dia telah melukai kepercayaan Anda," sesal Athaya.


"Selingkuh?" tebak Tuan Ajiman.


"Bukan hanya itu, bahkan dia telah menikahi wanita lain dibelakang kita semua. Sumpah demi apapun, aku juga baru saja mengetahuinya."

__ADS_1


__ADS_2