POV Pelakor Target Sang Pelakor

POV Pelakor Target Sang Pelakor
Bab 35


__ADS_3

Tidak ada raut kemarahan dari wajah Tuan Ajiman, membuat Athaya kebingungan.


"Maafkan saya Tuan, anak saya telah mengecewakan Anda, dan dia telah menyakiti Lesty," sesal Athaya.


"Seharusnya aku yang meminta maaf, karena aku membuat Garry masuk kedalam neraka yang tak bertepi. Selama menjadi suami Lesty, dia memang mendapat status, namun secara hak dia ditindas oleh cucuku. Lesty wanita yang manja dan keras kepala, karena dia memiliki kuasa, dia selalu menindas Garry."


Athaya bingung harus merespon dengan kata-kata apa.


"Apakah istri kedua Garry baik?" tanya Tuan Athaya.


"Sebelum aku tahu dia istri Garry, dia sangat baik, selalu membantu kami selama di sini."


"Aku turut bahagia mendengarnya, aku tidak bisa menyalahkan Garry, karena yang salah juga cucuku yang terlalu berani dan tidak bisa menghargai suami."


Tuan Ajiman tersenyum melihat ketakutan Athaya dan suaminya. "Sudah cukup Garry menderita karena Lesty, keputusan ada di tangan dia, mempertahankan istri mudanya, atau menceraikan Lesty, atau mempertahankan keduanya, aku tidak akan ikut campur."


"Usahaku memilih suami yang baik untuk cucuku sudah selesai, aku mendapatkan laki-laki baik untuk memperbaiki sifatnya, tapi dia tetap keras kepala."


"Saya harus bagaimana, Tuan?" tanya Athaya.


"Jalani seperti biasa, selama belum ada yang tahu siapa istri kedua Garry, kita diam saja."

__ADS_1


"Tuan tidak mau tahu siapa istri simpanan Garry?" tanya Athaya.


"Aku tidak mau tau jika darimu, aku ingin tahu dari telinga dan mataku sendiri, waktu akan membuka perlahan apa hubungan mereka."


Keputusan Atahaya mengadukan putranya, hasilnya tidak seperti yang dia bayangkan, Tuan Ajiman malah membiarkan Garry.


***


Di kantor Garry.


Emily dan Garry menjalankan pekerjaan mereka seperti biasa. Tidak ada yang mencurigakan, walau sebagian besar waktu mereka habiskan untuk berkelana bersama di sebuah ruang rahasia yang ada diantara ruangan Emily dan Garry.


Emily baru saja selesai menrapikan bajunya dengan setrika uap. Kini dia cantik dan rapi kembali dengan pakaiannya. Saat ini dia merapikan baju Garry.


"Malam ini tidur di mana?" Emily merapikan dasi Garry.


"Di rumah Lesty, walau sejujurnya aku ingin bersamamu."


"Iya nggak apa-apa, jadi dari sini, aku langsung pulang saja, tidak perlu mampir ke mana-mana."


"Em ...." Garry menahan pergerakan Emily.

__ADS_1


"Apa sayang?"


"Kakek menugaskanku ke luar Negri, aku akan kembali beberapa jam sebelum ulang tahun Lesty."


"Tidak apa-apa, percayalah semua tugas dari Kakek untuk kebaikanmu dan Perusahaan."


"Tapi ... ini bukan miliku."


"Jangan pikirkan ini milik siapa, kembangkan semampumu, walau akhirnya kamu harus pergi, setidaknya selama kepemimpinan kamu, kamu memegang amanah sepenuh hati."


"Aku benar-benar takut kehilangan kamu, jika aku tidak memiliki apa-apa nantinya."


"Ingat Garry, aku mencintai dirimu, bukan hartamu, andai kamu keluar rumah hanya membawa baju di badan, aku tetap mencintai kamu."


Sesaat Emily menunduk.


"Kenapa sayang?"


"Aku malah berpikir, kamu yang akan meninggalkanku, saat tahu semua rahasiaku."


"Itu tidak mungkin ...." Garry menarik Emily kedalam pelukannya, dan mengencangkan pelukannya.

__ADS_1


"Biar waktu yang menjawab, karena apapun nanti keputusanmu, aku sudah siap, jauh sebelum aku menyerahkan diri dan hatiku untukmu."


__ADS_2