
"Kak Yuzen..."
Yuzen menoleh sebentar kearah kursi penumpang disebelahnya dan kemudian langsung meminggirkan mobilnya dipinggir jalan.
Pria itu menarik rem tangannya dan melepaskan sabuk pengamannya untuk memeriksa gadisnya yang sudah bangun.
"Bagaimana perasaanmu?" Yuzen menyatukan tangannya ke dahi Wanda dan mengelusnya lembut sembari menyingkirkan poni gadisnya.
"A-aku..." Wanda terdiam sejenak. Mata mereka berdua bertemu dan Yuzen merasa benar-benar tidak tahan saat mata polos gadis yang baru bangun tidur itu balik menatapnya seperti mangsa. Dan ialah predator nya.
Melupakan gadisnya yang sedang sakit, Yuzen meraih bibir Wanda. Mengecupnya dan sedikit melumat bibir bawah gadis itu sebelum kemudian melepaskannya untuk kembali menatap gadisnya.
Namun, beberapa detik setelah mereka bertatapan, Yuzen malah mendapati mata gadisnya yang kembali berair. Gadis itu kembali menangis. Dan Yuzen mulai panik.
"Sayang... Kenapa?"
Wanda menggeleng dan justru beringsut menjauh sejauh mungkin dari Yuzen. Punggung gadis itu menempel erat pada pintu mobil. Yuzen yang melihatnya semakin bingung. Tapi kemudian pria itu membelalak saat melihat gadisnya memukul dadanya berulang kali.
Yuzen menggeram marah dan meringsek untuk meraih kedua tangan Wanda. "Apa yang kau lakukan?!" Geramnya.
Wanda terus menggeleng dan menangis.
Yuzen yang melihatnya merasa iba. Perlahan amarahnya menurun dan dia merengkuh gadisnya erat. "Kau kenapa sayang? Mana yang sakit?"
Wanda terisak keras. Dia merasa nyaman dalam pelukan Yuzen. Dia merasa diperhatikan dan disayang oleh pria itu. Beberapa tahun ini dia tinggal seorang diri. Kehadiran Yuzen membuatnya kembali merasa hangat. Pria itu selalu di sampingnya. Bukankah dia harus menghargai kehadiran pria itu yang sudah berbaik hati mengurusnya? Bukankah dia seharusnya percaya pada pria itu? Bukankah dia seharusnya membalas pertanyaan pria itu? Setidaknya itulah yang bisa dia lakukan.
Wanda berusaha meredakan tangisannya meski susah. Masih dalam pelukan Yuzen, gadis itu membuka mulutnya. "Rasanya tidak nyaman kak Yuzen."
Yuzen memejamkan matanya sejenak. Lalu menepuk-nepuk punggung gadis itu pelan. "Yang mana yang tidak nyaman sayang?"
"Dadaku terasa sesak, kak. Jantungku berdetak tidak beraturan. Rasanya tidak nyaman dan sakit."
Yuzen terus menyimak. Sesekali dia mengecup puncak kepala gadisnya. Memberikan ketenangan yang bisa dia berikan. "Sejak kapan kau merasakannya?"
"Sejak...." Wanda terdiam lama dan Yuzen menunggu dengan sabar. Pria itu tak berhenti menepuk-nepuk punggung gadisnya. "Fashion show." Bisik Wanda diakhir kalimat.
Yuzen mengernyit, merasa ada suatu hal dalam ucapan Wanda.
Tanpa melepaskan pelukannya, Yuzen kembali bertanya. "Apa ada hal tertentu sebagai pemicunya? Kenapa tiba-tiba jantungmu terasa sakit?"
"Aku tidak tahu." Wanda melepaskan pelukannya pada Yuzen. Mendorong pria itu dan duduk kembali menempel pada pintu mobil. "Tapi sejak ciuman diatas panggung itu, jantungku sering berdetak tak beraturan. Aku takut."
__ADS_1
Deg.
"Apa setiap dekat denganku atau aku menyentuhmu, detaknya jadi cepat?"
Wanda mengerjap pelan. Dan dengan polosnya gadis itu mengangguk. Tampak senang karena sepertinya Yuzen memahaminya.
Namun belum sempat senyum tersungging dibibir Wanda, Yuzen menerjang Wanda cepat hingga kini posisinya merangkak dibangku penumpang menindih Wanda dibawahnya. Yuzen menarik tuas disamping kursi dan membuat sandaran kursi itu terdorong kebelakang. Kini posisi Wanda nyaris tiduran dengan Yuzen diatasnya.
"Apa... Sekarang detaknya menjadi cepat?"
Wanda terdiam menatap Yuzen diatasnya. Lalu mengangguk gugup.
Yuzen menyeringai. Lalu tertawa tiba-tiba membuat Wanda menjadi sedikit takut. Kenapa Yuzen tertawa? Sepertinya tidak ada yang lucu. Batinnya.
"Kau sudah membuatku panik sayang. Dan ternyata... " Yuzen tertawa semakin keras. Ada perasaan marah karena merasa tertipu, tapi kemudian perasaan senang membuncah kuat.
Terjadi lagi.
Seharusnya Yuzen ingat hal ini. Dulu hal ini juga pernah terjadi. Bedanya adalah dulu Wanda langsung mengatakan apa yang dirasakan dan sebabnya meski sambil menangis dan berusaha menjauhinya agar jantungnya terasa normal.
Dia merasa bodoh.
Wanda-nya yang polos tidak pernah berubah, meski dia kini melupakan kenangan mereka.
Dulu waktu mereka sama-sama dekat dan Yuzen mulai menyatakan perasaannya saat gadis itu menginjak bangku SMA, Wanda pernah seperti ini. Gadis itu langsung mengatakan bahwa sejak ditembak olehnya dia merasakan detak jantungnya tak beraturan. Semakin cepat saat mereka dekat. Sedikit sesak dan menyakitkan. Dan gadis itu juga menangis seperti ini karena tak mengerti perasaan asing yang dia rasakan. Gadis itu bingung dengan apa yang dirasakannya. Karena sebelumnya tak pernah merasakannya.
Dan kini terjadi lagi, namun gadisnya tak mengatakannya langsung dan bodohnya Yuzen keburu panik.
Seiring ingatannya yang hilang, tentu saja perasaan yang dulu pernah ada juga terlupakan.
Bagi gadisnya, ini adalah pertama kalinya ia merasakannya.
Perlahan Yuzen menghentikan tawanya. Senyum lebar terpatri apik dibibirnya, pria itu menunduk dan menempelkan dahinya pada dahi Wanda. Hidung mereka saling menempel, dan mata mereka saling bertatapan erat.
"Apa semakin cepat detaknya?"
Air mata Wanda jatuh lagi. Dan Yuzen terkekeh kecil melihatnya. Dia tahu jawabannya. Perlahan air mata pria itu juga jatuh dan menetesi pipi Wanda.
"Kau tahu sayang, aku bahagia. Detak untukku kembali lagi." Bisiknya. "Aku mencintaimu dan kau... Juga mencintaiku kini. Detakan itu hanya untukku. Cintamu hanya untukku."
Wanda tertegun. Tangisnya terhenti saat melihat air mata Yuzen mengalir, hanya beberapa tetes. Tapi berhasil membuat Wanda speechless tak karuan.
__ADS_1
"Tolong, panggil aku.... Yuu, mulai sekarang." Karena aku ingin dipanggil dengan panggilan kesayanganmu lagi.
☆*:. o(≧▽≦)o .:*☆
[[AUTHOR NOTE:
⬇⬇
⬇⬇
YUUUU!!!!!
BANG YUUUU!!!!
LOVE U TOO....
Berharap di kasih satu yang kayak bang Yuzen elah. Tapi jangan yang psycho yak :v
Jombloo nih... Butuh cowok kayak Bang Yuzen yang cinta mati wkwkw.
Tapi dunia nyata tuh ketjham. 😂
Kok harapan gue gak kekabul-kabul yak dapat cowok kayak gitu.
Eaaak
#maaf part ini ini gaje abis#
Btw, yang mau bilang Wanda lebay.
Ya emang lebay gw akui.
Wanda adalah karakter cewek introvert parah yang takut akan banyak hal. Terutama orang asing dan hal baru.
Cengeng parah.
Dan perasaan asing itu tentu saja buat dia takut gak karuan.
Kenapa aku buat gitu?
Karena aku ingin buat Wanda tergantung abis sama Yuzen.
__ADS_1
Jangan Yuzen terus yang nge bucin Wanda.
Kacian babang Yuu nanti.]]