
Pagi itu semua orang di kampus tampak lebih heboh dari biasanya. Mereka mulai bergerombol disetiap sisi kampus dan mulai merumpi tak jelas.
Wanda hanya mengamati itu semua dalam keterdiaman. Dia berjalan sejauh mungkin dari orang-orang itu dan tak ingin bergesekan sedikitpun dengan orang asing. Kelasnya baru saja selesai dan dia berniat lari ke area perpustakaan dan mengerjakan tugasnya. Rasanya dia kesepian, Flo tidak ada lagi. Sepertinya Flo benar-benar marah padanya. Dan Yuzen sedang memiliki kelas dan berkata akan selesai sejam lagi.
Namun tak berselang lama, Orang-orang yang dilewatinya mulai menatapnya penasaran. Wanda bisa merasakan tatapan demi tatapan yang dihujamkan padanya. Rasa takut seketika mengaliri dirinya. Gadis itu berjalan semakin cepat, meski begitu dia bisa mendengar namanya disebut di antara pembicaraan para gerombolan-gerombolan itu.
Wanda berbelok dan keluar dari gedung kampusnya. Gadis itu langsung berjalan ke arah dimana perpustakaan berada yang letaknya berada di gedung tersendiri.
Namun ditengah jalan, dia bertemu dengan Flo yang berjalan kearah gedung kampusnya. Wanda terdiam dan dia bisa melihat Flo yang melihatnya dari atas kebawah. Flo pun menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca, yang tak dimengerti Wanda kenapa.
"Kau tidak apa-apa?" Flo berujar pelan.
"F-flo, kau masih marah padaku?" Wanda bertanya takut-takut. Dia takut Flo masih marah padanya, bagaimanapun itu salahnya karena tidak mengabari dan justru mengabaikan keberadaan Flo saat dia punya Yuzen.
Flo buru-buru menggeleng. "Akulah yang harusnya bertanya. Aku takut kau masih marah padaku. Akulah yang salah. Tidak seharusnya aku menghakimimu. Ucapanmu tempo hari benar. Aku sudah mengenalmu sejak SMA, tapi aku bahkan seperti orang dungu yang tak tahu bagaimana dirimu, sahabatku."
"Maafkan aku. Aku memang pantas dipukul. Kau bisa melampiaskan amarahmu padaku. Tapi biarkan aku tetap menjadi sahabtmu. Kau tahu, rasanya aneh tidak berbicara denganmu seperti dulu. Padahal kita selalu menghabiskan waktu bersama." Lanjut Flo.
Wanda tak mengerti. Kenapa sekarang tampak seperti Flo yang merasa bersalah. Bukankah dia yang salah disini?
"Apakah lukamu baik-baik saja? Pasti sakit sekali dikoroyok saat itu. Maafkan aku yang tak bisa membantumu. Aku sekarang mengerti kenapa kak Yuzen selalu menenpel padamu. Dia melindungimu agar tak diserbu fansnya. Aku sempat merasa kesal karena dia menonopolimu selalu."
Wanda meneguk ludahnya susah payah. Jadi dia bertemu Flo saat adegan pengeroyokan itu? Jadi, Flo bertemu Wendy? Apa yang dikatakan Wendy pada Flo?
"Flo…"
Ucapan Wanda terpotong karena kemudian Flo kembali berucap. "Kemarin kau keren sekali. Aku tidak menyangka kau bisa berkelahi seperti itu. Aku senang melihat kemajuan sikapmu yang mulai berani."
Wanda buru-buru menggeleng. Dia berusaha memanggil Wendy dalam kepalanya agar bisa mengintrogasi gadis satu itu apa yang sudah dibicarakannya dengan Flo. Tapi, tak ada sahutan sama sekali. Sepertinya Wendy tidak dalam keadaan sadar. Membuat Wanda meringis bingung. Flo benar-benar salah paham padanya. Berkelahi katanya? Dia saja takut dengan orang asing.
"Flo…" Wanda ingin sekali bertanya pada Flo apa yang dibicarakan mereka kemarin. Tapi kemudian dia sadar, tidak seharusnya Flo tahu bahwa kemarin bukanlah Wanda yang berbicara padanya. Dengan lebih santai Wanda berujar, "Aku juga minta maaf. Jadi bisakah kita berteman lagi? A-aku… kaulah sahabatku yang paling berharga."
__ADS_1
Flo memekik girang lalu tersenyum lebar pada Wanda sebelum kemudian memeluk Wanda erat. "Terimakasih. Aku tidak akan pernah menghakimimu dan selalu mempercayaimu lagi."
Wanda mengangguk dan membiarkan semuanya menjadi rahasia. Dia hanya akan membiarkan hal ini berjalan seperti air.
Lalu mereka mengobrol banyak hal tentang kegiatan mereka akhir-akhir ini sebelum kemudian mereka berjalan ke perpustakaan seperti niat Wanda sebelumnya.
Mereka duduk di salah satu kursi di pojok perpustakaan dan kemudian mulai melakukan kegiayan masing-masing sampai kemudian Flo menggoyangkan bahu Wanda dan menyodorkan Wanda ponselnya.
"Barusan aku membuka Media sosial Kampus dan lihat, kau jadi tranding topic nomor satu lagi!"
Wanda mengernyit lalu mulai meneliti apa berita yang sedang berkaitan dengannya kini. Dan saat melihatnya Wanda tersedak.
Dia masuk nominasi pemilihan Ratu kampus! Parahnya foto yang terpajang disana, benar-benar membuatnya terkejut. Itu adalah fotonya dengan gaun pengantin! Padahal baru kemarin dia mencoba gaun pengantin, bagaimana bisa kini fotonya dengan gaun pengantin terpajang sebagai fotonya di pemilihan?!
"Kau… dengan gaun pengantin? Dari mana orang-orang ini dapat fotomu seperti itu? Pasti editan. Tapi terlihat asli sekali ya." Celetuk flo. "Aku tak heran kau bisa dipilih masuk nominasi Ratu Kampus. Kau memang pantas Wanda. Pemilihan itu memang diadakan setiap tahun, dan kau langsung terpilih di tahun pertamamu. Luar biasa."
Wanda hanya terdiam. Dia masih memikirkan bagaimana bisa fotonya yang menggunakan gaun pengantin bisa terpajang disana. Dia ingat itu salah satu gaun yang dicoba nya kemarin. Tapi kemudian pikirannya teralih saat dia melihat foto dan nama Yuzen terpampang di nominasi Raja Kampus.
"Lihat kekasihmu, kasihan sekali para pria yang harus berasaing dengannya. Kalau ini tidak perlu diadakan voting, semua orang pasti memilih kak Yuzen."
Wanda meringis mendengarnya. Lalu dia bertanya pada Flo, "kenapa aku bisa terpilih Flo, siapa yang memilihnya?"
"Para nominasinya dipilih dari nama-nama yang paling famous selama setahun ini. Kurasa namamu memang sangat famous akhir-akhir ini kan? Tanpa Yuzen pun sebenarnya, banyak pria yang membicarakanmu. Apalagi sekarang kau tambah cantik." Flo berujar dengan nada menggoda.
Wanda merasa malu mendengarnya. Bagaimana bisa dia yang bukan apa-apa ini masuk pemilihan Ratu kampus. Dari ribuan mahasiswa wanita, dia terpilih sebagai selah satu dari 6 gadis yang terpilih.
Wanda mendesah dan memilih mengabaikannya. Mungkin hal inilah yang dibicarakan oleh orang-orang tadi tentangnya. Lagipula dia diurutan ke-3, dia yakin takkan menang. Dan berharap begitu, dia tak ingin lebih menarik perhatian orang-orang.
"Oh ya, finalnya besok lusa. Kuharap kau menang! Aku akan vote banyak-banyak di namamu Wanda!"
Wanda meringis mendengar ucapan girang sahabatnya. Haruskah dia mencegah Flo?
__ADS_1
✍👀✍
Yuzen menatap ponselnya dan mendesah lelah, Lagi-lagi dia masuk kedalam pemilihan raja kampus. Sejak awal semester dia sudah masuk kedalam pemilihan ini. Hal paling menyebalkannya adalah dia akan disandingkan oleh Ratu yang terpilih dan menghadiri makan malam romantis berdua yang sudah disediakan oleh orang-orang yang mengadakan acara ini. Mereka juga akan menjadi maskot untuk menarik mahasiswa baru agar mendaftar di kampus mereka.
Menyebalkan.
Dan Ratu yang terpilih dari setiap tahun selalu berusaha menggodanya, membuatnya ingin menyiksa para gadis itu.
Bisakah dia tak memang tahun ini? Sudah ada Wanda disisinya, dia tak ingin membuat Wanda salah paham.
Lalu…
Saat menscroll kebawah dan melihat daftar nominasi ratu-nya, Yuzen memekik girang saat melihat nama Wanda. Oh ayolah, itu reflek.
Namun pria itu mengernyit heran saat melihat foto Wanda dengan guan pengantin. Darimana orang-orang yang mengadakan acara ini mendapatkan foto itu?
Lalu, Yuzen teringat dengan gadis yang bertemu dengannya diluar butik. Apa gadis itu sempat melihat Wanda dan memfoto diam-diam?
Yuzen mengamati foto itu baik-baik dan lagi-lagi dia terpesona dengan Wanda. Tangannya bahkan secara otomatis memencet tombol Vote dibawah nama gadis itu.
Lalu Yuzen bertekad untuk membuat ratusan akun di media sosial kampus dan memvote gadisnya. Yang pastinya dia juga akan menyuruh Hanzel melakukannya. Kalau perlu dia akan memanipulasi hasil voting dengan membobol sistemnya.
Yang penting dia harus bersanding dengan Wanda. Dia tak ingin gadis lain disandingkan lagi dengannya. Sial. Membayangkannya saja benar-benar menyebalkan.
Sekaya apapun dia, dia tak pernah bisa menghindari acara sialan ini. Hal ini sudah seperti tradisi di kampus.
Dan hal pertama yang dilakukannua adalah membobol sistem itu dan mengganti foto Wanda dengan gaun pengantin sesegera mungkin.
K3par4t!
Dia saja menahan dirinya untuk tak melihat Wanda dengan gaun pengantin. Tapi orang lain bebas melihatnya? Tidak ada yang boleh melihat betapa cantik nya Wanda!
__ADS_1
✍👀✍