Psychopath Prince

Psychopath Prince
-53- Peringatan


__ADS_3

"Sayang, kita dirumah saja ya hari ini?"


Pagi itu, tidak seperti pagi biasanya. Rumah itu sudah ribut dan penuh akan suara memohon pria itu. Hari masih sangat pagi, masih pukul 7 pagi. Tapi pria itu sudah semangat sekali berkoar-koar. 


Wendy keluar dari ruang ganti dan menatap Yuzen jengah saat pria itu terus menunggunya diluar pintu dengan kukuh. Pria itu menatap memelas padanya, lalu memandang penampilannya dari atas hingga bawah. Sontak pria itu berbinar. Hanya beberapa detik, sebelum kemudian ekspresi frustasi yang lebih parah terpampang di wajahnya. 


"Yuzen, ada apa denganmu?" Wendy menatap pria itu tajam sebelum kemudian berjalan ke arah meja rias. Disana tertata rapi skincare dan alat make-up yang dibelinya kemarin. Gadis itu duduk di depan meja rias dan mulai menggunakan skincare-nya. 


"Wendy, ganti bajumu. Kenakan saja kaos kebesaranmu dan jeans. Dan jangan pakai make-up!" Desis Yuzen mulai merasa gila. "Astaga, kenapa kau harus mempercantik diri ke salon?! Aku pasti sudah gila jika membiarkanmu pergi keluar."


Wanda menoleh dan menatap Yuzen dengan pandangan tak percaya. "Jadi kau melarangku untuk mempercantik diri? Kau ingin aku jelek selamanya? Ingin aku selamanya terlihat tidak cocok bersanding denganmu?!"


Yuzen terdiam. 


Tidak. Bukannya dia tak ingin gadisnya tampil cantik. Hanya saja, rasanya tidak rela sekali jika kecantikan gadisnya di bagi-bagi. Apalagi mendapati tatapan memuja dari pria lain ke arah gadisnya. Yuzen benar-benar tidak suka. Pria manapun tidak boleh merebut gadisnya. 


Kemarin sore, saat Yuzen akhirnya menemukan keberadaan gadisnya dan menjemput gadis itu langsung ke tempat gadis itu berada, yang luar biasanya adalah sebuah salon paling terkenal di kota itu, Yuzen hanya bisa terpaku diam hingga mereka masuk mobil. 


Kapan terakhir kali Yuzen melihat gadisnya tampil sangat cantik? 


Ini pertama kalinya. 


Tidak. Maksudnya, Wanda memang selalu cantik. Tapi gadis itu tak pernah se wow sekarang. Tubuh yang tampak segar dan bercahaya, rambut yang berwarna sedikit coklat dengan tampilan baru, lalu wajah yang dirawat dan di make-up tipis. 


Boleh dia menyerang gadisnya? 


Yuzen hanya bisa meneguk ludahnya. Lalu saat mereka benar-benar masuk ke dalam mobil, Yuzen hanya mencium gadisnya habis-habisan. Hukuman yang dijanjikannya tak bisa terealisasikan. 


Sekarang, 


Dengan tampilan gadisnya yang mengenakan dress selutut berbentuk A dengan lengan panjang, dan rambut serta wajah yang tampak segar dan cantik. Bagaimana bisa Yuzen membiarkan gadis itu kuliah?! Tampilan Wanda yang urakan saja sudah cukup mengundang penggemar. Jika seperti ini, bisa-bisa pria satu kampus menyukainya. Astaga, Yuzen tidak mungkin membunuh mereka semua. 


"Bukan begitu. A-aku hanya…" Yuzen mendesah kesal. Meskipun enggan, Yuzen membenarkan perkataan Wendy. Dia tahu, di kampus cukup banyak yang diam-diam mengatakan jika Wanda tak cocok dengannya. Gadis itu terlalu urakan dan miskin. Cukup menyakitkan mengetahuinya, tapi Yuzen tidak bisa menargetkan siapa yang menjadi dalang. Karena hal itu sudah menjadi pembicaraan umum di kampus. "Aku tahu, seharusnya aku senang kau berpenampilan cantik, tapi… Aku tidak bisa membiarkan para pria memandangmu dengan tatapan memuja. Aku rasanya ingin membunuh mereka semua."


"Kalau begitu bunuh saja."


"WENDY!"


Wendy tersentak kaget mendengar teriakan frustaai Yuzen. Tapi Wendy memang tak peduli jika Yuzen membunuh seseorang. Dia tak pernah memaksa Yuzen untuk menahan dirinya. Dia juga bukan gadis baik-baik. 

__ADS_1


Wendy kemudian berdiri menghadap Yuzen. Lalu menarik kerah kemeja pria itu. "Kau kuliah pagi ini?" Tanya gadis itu. 


"Ya. Dan aku bisa menjagamu pagi ini. Tapi nanti siang aku ada makan siang dengan klien. Itu membuatku frustaai Wendy, tidak ada yang mengawasimu! Jika itu Wanda aku akan lebih tenang meninggalkannya dengan para bodyguard. Sedangkan kau, bodyguard tidak akan berguna menghadapimu!" Yuzen mendesah frustasi. 


Wendy hanya tertawa mendengarnya. Lalu tanpa aba-aba gadis itu mencium bibir itu. "Kalau begitu, batalkan janjimu dan awasi aku seharian."


"Sial." Yuzen mengumpat karena dia tahu, itulah yang harus dia lakukan. 


✍👀✍


Sepertinya sebuah tulisan 'Awas jangan mendekat, ada anjing galak yang akan menggigitmu jika berani mendekat.' patut ditempel dipunggung Wendy. Pasalnya Yuzen sudah seperti anjing harder yang akan menyalak pada siapapun yang mendekati gadisnya. 


Pria itu merangkul pinggang Wendy dengan posesif. Mengedarkan pandangannya dan menatap bengis pada siapapun yang berani menatap Wendy lebih dari 3 detik. Tapi sialnya, pria manapun sepertinya sudah kebal akan tatapan tajam Yuzen setiap ada yang melihat gadisnya. Karena kini, tak sedikit pria yang menatap Wendy terang-terangan. 


"Mereka berani sekali…" Desis Yuzen. "Aku akan mencongkel mata mereka semua."


Wendy terkekeh. "Yah, congkel saja."


Yuzen menoleh pada Wendy dengan ekspresi kesal. "Jangan tertawa dan tersenyum! Kau membuat para penggemarmu blingsatan."


Dan Wendy tertawa semakin keras. 


Wendy kemudian mengecup pipi Yuzen. Sontak suara terkesiap terdengar dari berbagai sudut. 


Para pria tampak kecewa. Tapi disatu sisi, para wanita merasa marah. 


"Gadis murahan, itu sepertinya menghamburkan uang Yuzen. Lihat, bagaimana penampilannya berubah. 


" Benar. Dasar pengeruk harta!"


"Kak Yuzen pasti di guna-guna nya. Bagaimana bisa kak Yuzen yang tampan mau saja dengan gadis buruk rupa itu dan diperotin lagi. Jelas-jelas kak Yuzen diguna-guna."


"Si Wanda gak tahu diri banget."


"Uang hasil moroton aja bangga."


"Denger-denger dia anak beasiswa ya? Kita minta saja beasiswa ya dicabut. Gadis murahan seperti itu gak cocok kuliah. Cocoknya jual diri."


Dan masih banyak lagi…. 

__ADS_1


Suara dengungan para wanita itu terdengar berbisil ditelinga Wendy. Wendy mendengus kesal, tapi yah dia tak peduli. Para natizen sok tahu mana mengerti kenyataan. Lagipula Yuzen memberikannya secara percuma. Dan lagi, guna-guna? Demi apapun, jaman modern seperti ini ternyata masih ada istilah guna-gunap. Tidak perlu diguna-guna pun Yuzen bahkan sudah tergila-gila. 


Yuzen sendiri emosi mendengarnya. Lalu dengan langkah tegas, pria itu menghampiri beberapa wanita yang mengatai gadisnya dengan suara keras. 


Wendy sendiri membelalak, dia tidak tahu apa yang akan dilakukan Yuzen. Semoga saja oria itu tak melakukan kekerasan secara live disini. 


Yuzen mengeluarkan ponselnya. Dia berdiri di depan salah satu Wanita. Lalu berkata manis pada sangat wanita yang kemudian tampak salah tingkah. 


"Tersenyumlah." Ujar Yuzen lembut. 


Wanita itu pun tersenyum dengan senang hati. Lalu…. Ckrik! Yuzen memfoto wajah wanita itu dengan kamera ponselnya. 


"Terimakasih." 


Lalu Yuzen kembali berjalan ke gerombolan 3 orang gadis yang juga ikut mengatai Wendy dan kemudian menyuruh ketiga wanita itu juga tersenyum. 


Yuzen berjalan ke Wanita lainnya lagi yang juga mengatai Wendy. Terus seperti itu hingga semua yang didengarnya mengatai gadisnya sudah terfoto. 


Ada sebelas wanita. 


Setelah selesai Yuzen kembali berjalan kearah Wendy dan dengan tak tahu malu menarik tengkuk gadisnya dan mencium bibir ranum Wendy. 


Sontak pekikan terdengar. Jauh lebih heboh dari sebelumnya. 


Semua orang tak percaya, bagaimana Yuzen yang berimage baik-baik tampak sangat liar sekarang? Lagipula ini Indonesia! Mana ada orang berciuman di tempat umum seperti ini?! Semua orang kini benar-benar menganggap Yuzen sudah diguna-guna oleh Wanda. 


Ciuman itu terlepas. 


Yuzen menyeringai dan kemudian mengusap bibir gadisnya yang basah. Lalu, pria itu menatap sekitarnya dengan pandangan meremehkan. Pandangan yang untuk pertama kalinya Yuzen tunjukkan secara umum. 


"KALIAN SEMUA YANG KU FOTO TADI, AKAN MENDAPATKAN HADIAH BESAR. TUNGGU SAJA. 2 ATAU 3 HARI LAGI KALIAN AKAN TAHU HADIAHNYA APA."


Tentu saja, hadiahnya akan sangat luar biasa. Yuzen akan mengirimkan foto-foto itu pada Hanzel dan menyuruh pria itu mencari semua aib para gadis difoto itu. Kemudian sebarkankan ke semua sosmed. 


Yuzen akan memastikan mereka menanggung malu hingga ingin mati. Untuk sekarang Yuzen tak ingin mengotori tangannya sendiri. Dia akan menikah, dan perbuatan buruk takutnya membuat pernikahan mereka terhambat. Ayolah, begitu-begitu Yuzen juga tahu yang namanya karma. 


"DAN SATU LAGI, JIKA ADA YANG BERANI MENDEKATI WANDA, AYO KITA FIGHT SAMPAI MATI."


Dan itu bukan hanya sebuah kalimat. Yuzen benar-benar akan melakukannya. Yang pasti, Yuzen akan menahan dirinya sampai hari pernikahannya. 

__ADS_1


✍👀✍


__ADS_2