Psychopath Prince

Psychopath Prince
-57- Perhatian Yuzen


__ADS_3

01/06 Monday. 07.29 Pm


Post by Sisiyanda


.


Berita Mencengangkan! 


Hari ini Wanda di bully oleh anak-anak kecantikan yang merupakan fans level berat-nya kak Yuzen! 


Aku tidak tahu bagaimana kejadiannya, aku sudah berusaha mencari-cari saksi, 


Tapi tak ada yang benar-benar melihat kejadian pembullyan itu. 


Jadi, jika ada yang melihatnya langsung, tolong berkomentar dibawah! 


Nah, berita utamanya adalah…. 


Hampir semua mahasiswi yang membully justru dibawa kerumah sakit. 


Aku melihatnya tadi saat mereka dibawa oleh Ambulance di gerbang kampus. 


Aku yakin banyak yang melihatnya juga kan? 


Pertanyaannya adalah…. 


Kenapa yang membully yang terluka? 


Entahlah…. 


Kalian bisa berkomentar dibawah. 


Yang pasti mereka semua dituntut oleh Kak Yuzen dengan pasal berlapis. 


Selain Mendapatkan tuntutan karena kekerasan, mereka juga dituntut mencemarkan nama baik karena sering menjelek-jelekkan Wanda di media sosial dan grup chat. 


Jadi guys, 


Sebagai nasehat saja. 


Hati-hati jangan suka menjelek-jelekkan orang dan merasa iri hingga melakukan kekerasan. 


Sekian. 


.


.


Dari,


*pendukung pasangan Yuzen-Wanda*





[+42] [-29]


Hah m4mpus lah! Udah gede kok masih main bully-bullyan. Gak ada mainan lain apa… 


[+111] [-123]


Aku melihat Wanda dibawa kak Yuzen ke UKS fakultas kesehatan. Oh, itu pertama kalinya aku melihat kak Yuzen masuk ke fakultas kami. 


Btw, keadaan Wanda cukup parah. Kakinya berdarah dan beberapa bagian badannya memar. Mungkin saja kak Yuzen datang sebelum keadaan lebih parah. Dan masalah para pembully yang justru masuk rumah sakit, mungkinkah kak Yuzen balas dendam? 


[+88] [-21]


Yang benar saja.


Kau ingin bilang kak Yuzen melakukan kekerasan pada para gadis itu? 


Kak Yuzen yang selalu tersenyum dan baik hati? 

__ADS_1


Tolong bersihkan kepalamu yang berdebu! 


[+47] [-31]


Kalau begitu, kenapa ya gadis-gadis itu bisa terluka separah itu? 


Jika Yuzen tak mungkin, bukankah tambah mustahil Wanda yang melakukannya? 


Meskipun dia baru semester 1, selama aku memperhatikannya, dia tampak lemah dan takut dengan sekitarnya. 


[+76] [-6]


Mengabaikan kenapa mereka terluka, 


Seharusnya kalian lebih memperhatikan tuntutan yang diajukan Yuzen


Bukankah pria itu tak main-main? 


Tuntutannya bahkan tak tanggung-tanggung. 


[+41] [-37]


Mulai sekarang aku takkan mengganggu Wanda lagi. Aku akan berhenti berkomentar jelek tentangnya di media sosial. Sepertinya kak Yuzen tidak mentolerir siapapun yang mengganggu Wanda. 


[+11] [-26]


Dasar pengecut semuanya! 






Beberapa hari kemudian…. 


"Bukankah kita harus mengunjungi ayahku? Tinggal seminggu lagi jadwal pernikahan kita. Kita belum memberitahunya. Aku bahkan sudah tinggal denganmu padahal belum menikah. Apa yang akan dipikirkan ayahku ya, kak Yuzen?" Desah Wanda. Dia masih tak percaya jika dia akan menikah seminggu lagi. Jika bisa diundur, dia akan mengundur nya. Serius, bukannya pernikahannya terlalu mendadak? 


Wanda yang duduk diatas ranjang memperhatikan semua kegiatan Yuzen dengan wajah tersipu. Pria itu bahkan tampak cuek saat duduk di lantai dengan kaki Wanda yang berada di pangkuannya. Lalu setelah berhasil mengoles salep itu, Yuzen meniupnya agar cepat kering. 


"Kenapa bekas lukanya tidak hilang-hilang, aku sudah beli salep ini mahal-mahal dan tak ada khasiat?!" Yuzen menggerutu sendiri seperti orang bodoh dan melempar salep itu sembarangan. Sudah 3 hari dia menggunakan salep itu dan bekas luka di telapak kaki Wanda masih ada disana, meski diakuinya cukup pudar. Tapi efeknya lambat sekali. 


Bukannya Yuzen malu karena bekas luka itu ada di kaki gadisnya, toh tidak nampak juga. Yuzen hanya ingin merawat Wanda. Dia juga merasa kesal dengan dirinya sendiri saat melihat luka-luka Wanda, dia jadi menyesal membiarkan Wendy berkelahi. Tapi jika dicegah, Wendy biasanya marah. Untungnya lebam-lebam Wanda sudah menghilang. Tinggal bekas luka di kakinya saja. 


Masih teringat jelas di ingatan pria itu saat Wanda-lah yang terbangun setelah gadis itu tertidur di UKS. Wanda menangis dengan sesungguhnya saat merasakan badannya sakit-sakit. Yuzen sedikit merutuki Wendy yang menyerahkan tubuhnya pada Wanda secepat itu. Paling tidak, seharusnya gadis itu bertanggung jawab dan menunggu satu atau dua hari agar Wanda tidak merasakan sesakit itu. Tapi yah, dia tak bisa marah pada Wendy juga. 


"Yuu…" Panggil Wanda lembut. 


Yuzen menengadah dan melemparkan senyuman manis padamu Wanda. "Hm, kenapa?"


"Kau tidak mendengarku berbicara?"


"Tentu saja aku mendengarkanmu, sayang. Tidak perlu membahas orang tua kita. Nanti biar aku yang atur."


Wanda hanya mengangguk. Sejak pria itu hadir, Wanda sadar hidupnya sudah diatur oleh Yuzen seenak jidat pria itu. Tapi toh Yuzen tak pernah berbuat buruk. Pria itu selalu perhatian. Meski terkadang berlebihan sekali. 


"Bagaimana dengan orang tua kak Yuzen? Mereka tidak jadi pulang?"


Yuzen meniup kembali kaki Wanda dan setelah beberapa saat, pria itu meletakkan kaki Wanda di pangkuannya. Yuzen mendongak, "Aku tidak tahu sayang. Yang pasti kepulangan mereka diundur. Perusahaan di macau kembali kritis." 


Yuzen berbohong. 


Yuzen berbohong saat dia bilang sudah menghubungi orangtuanya. Kenyataannya, Yuzen tidak mengatakan apapun soal pernikahannya. Mungkin nanti, sehari sebelum pernikahannya dia baru akan mengabari orang tuanya. Agar orang tuanya hadir di waktu hari pernikahannya berlangsung. 


Sebenarnya banyak kenyataan yang Yuzen sadari saat mendengar cerita masa lalu orang tuanya. 


Meskipun tak ada yang mengatakannya. Yuzen sadar beberapa hal. 


Yang utama adalah, bahwa ibunya tak menyukai Wanda. Ibunya memang tampak biasa saja saat dulu dia berpacaran dengan Wanda saat masih SMA. Tapi ibunya tak pernah bertanya tentang Wanda padanya. Bahkan saat Wanda tak pernah muncul lagi dihadapan orang tuanya, ibunya tak pernah bertanya dimana Wanda. Ibunya tak pernah peduli pada Wanda. Padahal ibunya tipe ibu yang lembut dan peduli. 


Dulu, Yuzen memang tak pernah menyembunyikan hubungannya dengan Wanda. Dan dulu pun Yuzen tak peduli jika ibunya hampir tak pernah berbicara pada Wanda. Toh, Wanda memang takut dan malu pada orang asing. 


Yuzen tau, Wanda memang terlalu mirip dengan ibu Wanda. Mungkin karena itulah, ibunya tak suka pada Wanda. Ibunya masih sakit hati karena tingkah ayahnya yang berselingkuh meski sudah memaafkannya selama bertahun-tahun. 

__ADS_1


Dan ayahnya… 


Yuzen tak tahu dengan ayahnya. Tapi yang pasti ayahnya selalu beralasan sibuk setiap Wanda bermain kerumah dulu. Setiap Yuzen membawa Wanda kerumah saat ayahnya berada dirumah, Ayahnya selalu berkata ada pekerjaan dan masuk ke ruang kerja.


Mereka pun tak pernah lagi berkunjung ke rumah om Pangestu setelah penculikannya dengan Wanda saat mereka kecil. Satu kali itu saja mereka pernah berkunjung ke rumah om Pangestu dan bertemu dengan ibu Wanda. 


Yuzen menebak, bahwa ayahnya merasa bersalah setiap melihat Wanda. Yuzen yakin ayahnya tak mencintai ibu Wanda lagi. Namun rasa bersalah karena merusak hidup wanita yang pernah dicintai dan mencampakkan nya pasti masih membekas. Apalagi Wanda hadir karena perbuatan om Pangestu yang ingin menyadarkan ayahnya. 


Hanya om Pangestu yang tampak sudah mengikhlaskan semuanya dan mulai menjalani hidup sesuai apa adanya. 


Yuzen jadi pusing memikirkannya. Jika dia memberitahu orang tuanya beberapa hari sebelum pernikahannya, dia takut orang tuanya akan berusaha mencegahnya. Meski toh, dia juga sudah mendaftarkan pernikahannya sejak lama. Yuzen hanya tak ingin menyakiti Wanda jika gadis itu tahu kenyataan jika orang tuanya tak menyukainya. 


"Yuu, kau melamun."


Yuzen tersadar saat Wanda menunduk dan memegang kedua pipinya. Yuzen mengangkat tangannya dan memegang tangan Wanda yang memegang pipinya. Dengan lembut diarahkan nya tangan Wanda dan dikecupnya punggung tangan Wanda bergantian. 


"Ayo mandi. Hari ini kita harus fitting baju pengantinnya. Aku sudah memesan beberapa, kau tinggal pilih yang mana yang kau suka."


Yuzen bangkit dan berniat membopong Wanda saat gadis itu justru mundur dan merangkak ke tengah ranjang. Yuzen mengangkat alisnya sebelum menyeringai dengan jenaka. 


"Kenapa menghindar sayang?"


"Yuu, kau mandi saja duluan."


"Aku akan memandikan dulu sayang. Kau ingat, aku baru mengoleskan salep ke telapak kakimu. Jadi aku harus menggendongmu ke kamar mandi dan memandikan agar telapak kakimu yang diolesi salep tidak terkena air."


Wanda bergidik mendengarnya. 


"Nanti aku bisa mengoleskan nya lagi!"


Yuzen mendesah dan kemudian menampakkan raut sedihnya. Dengan sedih pria itu berkata, "kau ingin menghancurkan kerja kelasku menilai kakimu ya sayang? Kenapa kau jahat sekali."


Wanda mengerjap mendengarnya. Dia sedikit merasa bersalah pada Yuzen. Dia tahu Yuzen hanya sedang berusaha merayunya dengan ekspresi sedih. Tapi yang dikatakan Yuzen benar, pria itu sudah sangat baik mengoleskan dan meniup salepnya. 


"Ta-tapi…." Wanda gugup. Ekspresinya tampak seperti anak kecil yang tertangkap basah mencuri dan sedang mencari-cari alasan agar terhindar dari hukuman. 


Yuzen nyaris tertawa melihat ekspresi Wanda. Tapi pria itu menahan ekspresi sedihnya sekuat tenaga. 


"Aku bukan pria bej4t sayang. Kita kan hanya mandi. Kapan aku pernah berbuat lebih?"


Tidak. Yuzen tidak pernah berbuat lebih. 


Tapi sentuhan pria itu selalu membuat Wanda gugup. Dan tentu saja dia malu tanpa busana dihadapan Yuzen! Meski yah sudah beberapa kali mereka mandi bersama. 


Memikirnya membuat Wanda bersemu dan sedikit bergetar takut sekaligus. 


"Kan sebentar lagi kita menikah sayang. Jadi jangan malu, oke? Anggap saja latihan."


Dan tanpa peringatan lagi, Yuzen merangkak mendekati Wanda dan langsung meraih gadis itu dalam gendongannya. Membiarkan Wanda menjerit dan sedikit meronta takut. 


Apa peduli Yuzen. Yang penting dia saat ini tak menyakiti gadisnya. 


Ayolah, biarkan saja yuzen berbuat apapun yang menyenangkan kini. Dia hanya sedang kumat mesumya. Nanti juga kalau Wanda menangis dia akan menghukum dirinya, atau saat dia khilaf dan berbuat keterlaluan. 


Suka-suka Yuzen lah. 


✍👀✍


.


.


.


Hai guys....


Jangan lupa like dan komen ya...


Secuil jejak kalian sangat berati buatku 😍


Yuk bantu cerita ini biar bisa dapat peringkat dengan cara vote cerita ini ya. Terimakasih banyak atas semua kebaikan kalian 😘


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2