RAHIM PELUNAS HUTANG

RAHIM PELUNAS HUTANG
BAB 21 : PENGENDALI


__ADS_3

Di sebuah unit apartement yang cukup mewah. Sudah ada seorang lelaki bertubuh atletis, tinggi juga berkulit agak gelap. Itu lah Roy Harmoko. Kekasih Manda Juana. Entah apa hubungan mereka layak di sebut apa. Perselingkuhan, pengkhianatan, perzinahan yang pasti.


Keduanya sama sama ba jingan. Berkedok teman lama dan menjalin relasi bisnis dengan Romeo, yang tak pernah merasa curiga sedikitpun.


Manda tidak bekerja, namun memiliki cukup banyak saham pada perusahaan yang di jalankan suaminya.


Hari-harinya hanya ia habiskan dengan bersosialita, mempercantik diri juga bersaing dengan istri rekan bisnis lainnya mulai dari perhiasan, sepatu, tas dan barang branded lainnya.


Berhura-hura. Itu saja kesibukannya.


Tak pernah terlintas dalam pikirannya akan masa depan. Tak pernah ia membayangkan jika suatu hari suaminya akan mengalami kejatuhan.


Sebab ia tau sejak awal kenal, Romeo anak tunggal, tajir pula.


Itu alasan Manda lebih memilih Romeo jadi suaminya ketimbang Roy, yang berstatus pengangguran saja selepas kuliah.


Manda yang banyak memberikan modal bisnis untuk Roy, setelah satu tahun pernikahannya dengan Romeo.


Dengan dalih berinvestasi, Romeo tak pernah pelit dalam hal mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk istri yang amat sangat ia cintai.


Kadang Keynan sering mengingatkan Romeo agar tidak royal pada menantunya. Tetapi tak kunjung di dengar. Sebab itulah, Keynan belum melepas satu perusahannya yang paling besar pada Romeo.


Sampai Romeo mendapat keturunan, barulah Keynan akan menyerahkan itu pada anak tunggalnya. Itu janjinya, yang hanya ia sampaikan pada Yuniar istrinya.


"Waw ... Cepat sekali kamu datang Honey." Sambut Roy sebentar memagut bibir Manda yang baru masuk ke ruanh tengah apartemen mereka.

__ADS_1


"Maklum lah, go jeknya suami sendiri." Cicit Manda dengan senyum sumringah. Sebab sudah masuk dalam pelukan pria berotot kesayangannya.


"Gimana soal ke Milan. Kamu sudah bilang sama suami kamu? Aku ingin berbulan madu dengan mu, Honey." Pinta Roy dengan santainya pada Manda.


"Astaga ... gara-gara wanita hamil itu aku sampai lupa pada rencana liburan kita, sayang." Pekik Manda sungguh lupa akan rencananya dan Roy yang ingin bersenang-senang di Luar Negeri.


"Kalau perempuan itu sangat mengganggumu, kenapa tidak kita singkirkan saja?" Roy mengatakan itu dengan tangan yang tidak diam. Jari jemarinya sudah trampil melepas satu persatu kancing kemeja yang akan menghalangi kegiatan mereka berdua selanjutnya.


"Maksudmu ...? Aku harus membunuhnya?" Manda tercekat dengan ide kekasihnya itu.


"Menyingkirkan tidak selalu membunuh, Honey. Siksa saja mentalnya, agar bayi yang di kandungnya cacat. Dan kamu, berhentilah mengkonsumsi pil KB. Biar aku yang membuatmu hamil. Agar anak kita nanti bisa menjadi pewaris yang sesungguhnya." Jelas Roy yang sudah mulai menjilati tengkuk leher Manda, hingga ia bergidik geli dan terbuai atas sentuan sentuhan lembut Roy.


"Kamu gila ...? Ya ga mungkin lah aku tiba-tiba bisa hamil. Sudah susah payah aku membeli surat pernyataan mandul itu kemarin. Sia-sia dong perjuanganku." Emosi Manda mencuat saat ia mendengar Roy memintanya untuk hamil.


"Anggap saja itu mujizat. Ga sedikit kan, orang orang yang sudah di nyatakan mandul tapi tetap bisa hamil. Ayolah, hamil lah dari aku." Rayu Roy pada Manda dengan usapan tangan yang sudah ke mana-mana.


"Lalu untuk apa kamu mempertahankan kecantikanmu kalau tak memiliki keturunan?" Roy menggigit pucuk dada kemerahan di ujung dada Manda.


"Aaauuw. Pelan-pelan Roy. Sakiit. Dan nanti jika punya anak ini akan berlangsung lama, bahkan tahunan aku harus bersedia selalu di isap hingga payyudaraa ku kendor. Tidak, aku tidak mau." Manda tetap berkeras.


"Kamu egois ...!!!" Hardik Manda.


"Itupun kau sudah tau sejak awal. Masih untung aku mau berbagi rasa dengan istrimu. Jika tidak, terus menjadi suaminya dan ayah 2 anakpun. Tidak aku ijinkan." Otak Manda gesrek menurutnya berbagi dengan suami orang itu adalah hal yang tidak salah.


"Honey ... Bepikirlah lebih panjang lagi. Jika kamu tidak bersedia hamil maka kemungkinan warisan hanya berakhir di kamu. Tidak ada perpanjangan. Namun, jika kita memiliki anak, maka kemungkinan pasti, harta akan jatuh pada anak kita kelak. Sekarang masalahnya adalah, Romeo bahkan sudah membuat hamil wanita lain. Apakah kamu yakin. Perempuan itu sungguh memberikan darah dagingnya untuk menjadi anak kalian? Apakah dia tidak silau dengan harta yang suami dan mertuamu miliki?" pancing Roy untuk membuka pikiran Manda.

__ADS_1


"Roooy ... Aku memilih kamu menjadi teman tidurku selama ini. Karena hanya kamu yang tidak menuntutku untuk punya anak. Kamu berbeda dengan Romeo yang setiap kali berhubungan selalu berharap agar usahanya itu jadi anak. Membosankan. Tapi, kenapa kini kamu bahkan lebih cerewet darinya, agar aku punya anak. Semua laki-laki sama saja. Mengapa tidak memikirkan semua yang di lakukan hanya untuk kesenangan?" Manda beranjak mengumpulkan pakiannya yang berserakan di lantai. Mendadak hilang hasratnya untuk bercinta dengan Roy karena yang mereka bahas adalah tentang hadirnya buah hati.


"Aku tidak menuntutmu memiliki anak. Tapi cobalah untuk berpikir. Bayangkan apa yang terjadi jika anak Romeo lahir, kamu akan tersingkir." Roy mengejar Manda yang sudah berdiri memasang kain melintang di dadanya.


"Kenapa kamu pasang?" Hardiknya melepas kain tadi dan menggendong Manda ke arah sofa.


"Aku sudah hilang selera." Jawab Manda membuang muka.


Celaka, Roy justru membuka paha Manda lebar-lebar dan menenggelamkan kepalanya pada bagian tengah, untuk menghancurkan pertahanan Manda yang sempat hilang selera tadi. Memaninkan lidahnya di sana, mengisap, menyesap,menyiksa Manda dengan persembahan memabukkan.


Dapatkah Manda lari dari siksaan nikmat itu?


Saat semua rasa ada di sana, geli, sakit, nikmat semua rasa itu membuatnya gila bahkan candu untuk terus di perlakukan bagai ratu.


Bagian itu basah, bukan hanya karena saliva yang keluar dari mulut Roy, tapi itu respon mulut bawahnya sendiri yang sudah tak terbendung menandakan ia sungguh terlena akan suguhan lidah Roy yang tak pernah gagal menghanyutkannya ke puncak asmara.


"Honey ... " Roy berhenti dari aksi liarnya di bawah sana. Mendongakkan wajahnya melihat wajah sendu, penuh kepuasan setelah mendapatkan servis darinya.


"Aachmmm .. ya sayang." Manda luluh, sudah lupa akan amarahnya yang sempat tersulut tadi.


"Jika kamu tak bersedia memiliki keturunan. Maka jangan biarkan satu wanita lainpun memberikan satu keturunan untuk Romeo." Tegas Roy pada kekasih gelapnya tersebut. Jelaslah sudah, jika selama ini Roy lah pengendali Manda. Ia orang satu-satunya yang paham bagaimana memperlakukan istri Romeo ini.


Bersambung ...


(Maaf telat up. Sebab tadi pagi ajukan kontrak. Rencananya akan up setelah lulus. Dan ternyata baru sore di nyatakan Kontrak. Bahagia.

__ADS_1


Pliis komen, like dan lempar mawar yuuks. Biar author makin sering upnya🙏)


__ADS_2