RAHIM PELUNAS HUTANG

RAHIM PELUNAS HUTANG
BAB 77 : TAMAT


__ADS_3

Dendy sudah di gelandang ke kantor polisi. Sedangkan Gisel sudah berhasil di bawa ke rumah sakit untuk di visum dan di lakukan pemeriksaan lebuh lanjut. Ia hamil, tetapi semalam sempat terhirup obat bius. Suami mana tidak resah. Apalagi, mestinya semalam adalah malam pertama mereka setelah melaksanakan resepsi yang tertunda lama itu.


“Maaf lama menemukan kalian. Maafkan ayah ya sayang. Sehat-sehat di dalam perut bunda.” Kecup Romeo pada permukaan kulit perut Gisel.


“Terima kasih menemukan kami.” Jawab Gisel tak melepas pelukannya pada sang suami.


“Aku sudah mencarimu melalui CCTV, tapi tidak mendapatkan tanda apapun. Hingga Dendy menelpon. Barulah kami dapat melacak keberadaan kalian.” Kisah Romeo sambil mengusap rambut Gisel pelan, memberikan ketenangan untuk wanita yang harus kembali tertekan oleh masa lalunya.


“Aku sungguh tidak bisa memberimu tanda apa-apa. Hanya tadi aku sempat menghubungi receptionsi. Tapi gagal. Keburu Dendy terbangun.” Gisel ikut mengisahkan sedikit yang terjadi.


“Justru karena teleponmu itu lah yang menguatkan kami. Jika saja tidak ada telepon itu. Mungkin pihak hotel tidak mengijinkan kami untuk masuk dan menemukan kalian di kamar itu.” Lanjut Romeo mengisahkan kembali.


“Aku ingin berbicara banyak. Tak tau harus bilang apa. Lama aku hanya terdiam, dan saat kata tolong ku ucapkan. Si br3ngsek itu sudah terbangun lalu menamparku.” Emosi Gisel memuncak lagi, mengingat kejadian tadi pagi.


“Ya … petugas tadi juga sempat menyampaikan hal yang sama. Karena itu, kami minta ia melakukan panggilan kembali ke kamar itu. Tapi terputus tanpa ada obrolan di dalamnya.” Urai Romeo pada Gisel.


“Saat itu, Dendy segera mencabut tali penghubung telepon itu. Tentu saja tidak tersambung.” Jelas Gisel menambahkan penjelasan. Sehingga cerita itu sungguh menjadi runut.


Rangkaian pemeriksaan Gisel sudah berjalan dengan lancar. Untuk hasilnya, tidak ada yang perlu di khawatirkan. Semuanya bisa di atasi dan di minimalkan dengan beberapa obat juga vitamin. Yang penting adalah, istirahat dan pikiran yang tenang. Wajib untuk Gisel.


Hanya, karena Gisel adalah sebagai korban. Maka ia wajib memberikan kesaksian terlebih dahulu ke kantor polisi sebelum pulang kerumah.

__ADS_1


Kali ini, Gisel tidak hanya memberi kesaksian. Melainkan ia pun berlaku sebagai penuntut. Ia menuntut keadilan terhadap semua yang pernah Dendy lakukan terhadapnya. Mulai dari persekongkolan penculikan yang ia lakukan. Hingga keteledorannya merawat anak mereka, hingga meninggal dunia. Semua tidak sedikitpun, ia berikan kelonggaran. Dansemua keterangan yang Gisel beberkan tidak semuanya kecap. Bukankah, Romeo selama ini memang sudah banyak memegang bukti kesalahan Dendy. Sebab selama ini ia memang tidak tinggal diam. Hanya, Dendy terlalu licin untuk di tangkap.


Dendy tentu saja di kenai pasal berlapis. Semua timdak kejahatannya tak dapat di tolerir. Ia pun takmemiliki apapun untuk membayar pengacara yang mungkin bisa membantunya untuk sekedar naik banding. Hah, itu hanya mimpinya. Gisel bahkan meminta agar Dendy di jatuhi hukuman seumur hidup. Agar setimpal dengan rasa sedihnya atas kehilangan gavy, anak pertamanya.


Tetapi semua kejahatan ada sanksinya. Semua tertuang dalam kitap perundang-undnagan. Dan itu bukan sesuai selera pelapor atau korban. Itu semua adalah tugas para hakim, jaksa dan mereka yang sudah dengan susah payah mempelajari hal yang berbau hukum dan ketentuan perundang-undangan.


Yang salah di hukum. Yang benar akan selalu muncul. Yang sabar memang lah pahit sat menanti. Namun berbuah manis saat waktunya tiba. Gisel yang sepanjang hidupnya senantiasa menerima kehidupan dengan tabah, dan sempat di perhadapkan juga di paksa memilih jalan yang tidak sesuai dengan kehendak hatinya. Tetapi, lihatlah. Dunia yang berlaku adil untuknya, sebab ia tak pernah memiliki niat buruk terhadap orang lain, bahkan yang pernah jahat sekalipun padanya.


“Maaf sempat lalai menjaga kalian. Aku berjanji, tidak akan sedetikpun lengah lagi akan kalian. Terutama kamu. Wanita kedua yang Tuhan berikan Tuhan untukku menghabiskan sisa usiaku.” Peluk Romeo pada Gisel saat putusan sidang Dendy di nyatakan kurungan 20 tahun penjara.


“Aku akan jauh lebih waspada dan tak ingin jauh darimu. Sebab aku hanya ingin kamu lindungi. Aku akan menajdi wanita pencemburu dan yang akan paling merepotkanmu. Sebab aku sudah tak bisa hidup tanpamu.” Senyum Gisel terkembang. Menatap Romeo dengan tatapan penuh harap dan cinta.


Rumah tangga itu berjalan manis dan sangat harmonis. Vina Meogy Vista adalah nama putri yang terlahirv dari rahim seorang Gisel. Ya, mereka sungguh mendapatkan bayi perempuan seseuai dengan yang Romeo inginkan.


Romeo semakin mapan dalam berkarir. Namun, karena alasan keamanan. Mereka memutuskan untuk tidak lagi tinggal di ibukota Jakarta. Memilih tinggal di kota lain. Menjalankan bisnis dari jarak jauh, dan mengelola anak cabang dari nol merupakan keputusan Romeo. Bukan menghindar. Hanya sekedar menyamarkan jejak. Demi alasan ketentraman. Sebab penjara adalah pengamanan sementara. Mungkin kini mereka bisa merasa aman dan tentram. Tetapi entah dalam kurun waktu yang lama.


Di dalam sana ada Manda, Roy dan Dendy. Entah apa mereka saling berjumpa. Atau justri dapat membentuk konspirasi. Tetapi selama uang Romeo banyak. Mungkin semuanya masih bisa diatasi.


Tamat


Hai pembacaku yang jatuh bangun menantikan kata End.

__ADS_1


Akhirnya tersemat juga lima hutuf itu.


Tak bosan author meminta maaf pada karya ini. Yang beberapa kali mengalami pasangsurut. Bukan miskin ide. Hanya kesibukan yang datang tak terduga dalam waktu yang lam. Sungguh tak di sengaja.


Sehingga, author mendapat hukuman langsung pada karya ini. Yaitu di tinggal kabur para pembaca.


Tetapi, tetap terima kasih bagi pembaca yang masih sangat setia sampai bab ini.


Sebelumnya, author pernah berjanji akan membuat karya baru yang rillis di Feb 2023.


Untuk sementara. Belum berani di angkat. Sebab jadwal di dunia nyata masih simpang siur. Alias, tidak berani kasih karya baru, jika stok belum ngumpuni.


Akhir kata. Terima kasih likenya, mawarnya, kopinya juga votenya.


Sampai jumpa di karya lainhya.


Juga author masih punya satu karya yang belum selesai.


Doakan,. Agar author segera fokus untuk menamatkan CUKUP SATU tanpa bolong lagi.


Wasallam.

__ADS_1


__ADS_2